Tampilkan postingan dengan label Cerita Dewasa Sex Mahasiswa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Dewasa Sex Mahasiswa. Tampilkan semua postingan

Rabu, 25 Januari 2017

Cerita Dewasa Kunikmati Ibu Kosku



VIMAX
http:http://pembesarpenisvimaxasli.com/


Butuh Sex Kategori: Cerita Dewasa Sex Mahasiswa ” Cerita Dewasa Kunikmati Ibu Kosku ” Cerita Sex SPG, Cerita Dewasa ABG, Cerita Sex Nyata Perawan, Cerita Sex Dosen, Cerita Sex Masturbasi Terbaru 2016, Foto Bugil Terbaru 2016, Foto Hot Terbaru 2016, Cerita Sex Terbaru 2016.




Butuh Sex Kategori: Cerita Dewasa Sex Mahasiswa " Cerita Dewasa Kunikmati Ibu Kosku " Cerita Sex SPG, Cerita Dewasa ABG, Cerita Sex Nyata Perawan, Cerita Sex Dosen, Cerita Sex Masturbasi Terbaru 2016, Foto Bugil Terbaru 2016, Foto Hot Terbaru 2016, Cerita Sex Terbaru 2016.


Cerita Dewasa Kunikmati Ibu Kosku




Butuhsex kali ini menghadirkan Cerita Dewasa berkisah tentang Mahasiswa yang berhubungan sexs dengan ibu kosnya . Namaku Kevin aku sekarang berusian 21 tahun, aku mempunyai kebiasaan ngelantur diwaktu tidur dan kebiasaan itu sampai saat ini belum bisa sembuh. Sejak aku SMA aku sangat sulit sekali dibangunkan dipagi hari, apalagi jamk sekolahku selama kelas 1 dan kelas 2 selalu siang hari. Ini juga yang membuat aku menjadi kebiasaan sewaktu mulai kuliah. Waktu aku menginjak kota Bandung pertama kali, udara dingin kota itu benar-benar membuatku masih terbuai mimpi meski sudah terang. Aku kuliah di salah satu PTS yang hampir semua kegiatannya di waktu sore hari, sehingga bagiku hidup dengan tertidur lelap di pagi hari cerah merupakan kebiasaan. Kawan-kawan satu kost-ku biasanya sudah sunyi waktu aku bangun untuk sarapan dan mandi, tapi kebiasaanku adalah sarapan sambil nonton TV, kemudian baru mandi.




Ibu kosku yang binal, bohay dan baik hati, tak jarang sengaja menyiapkan secangkir kopi atau kue untukku sarapan, atau semangkuk mie rebus hangat. Aku termasuk anak kos kesayangnya, karena bila pagi hari rumah kost itu kosong dan akulah yang menemaninya mengurus segala sesuatu, menyapu, masak, atau apa saja. Walau aku suka tidur ngelantur, tapi aku termasuk anak yang rajin kerja di rumah. Ibukosku ini masih terlihat muda dan menggairahkan, tetapi dia sudah janda. Dia hanya punya satu orang anak dan sudah bekerja di Kalimantan. Tentuny, dia hanya seorang diri di rumah. Walaupun Ibu kosku janda namun kecantikannya tetap Selalu dia pelihara, sehingga di usianya yang mendekati kepala lima ia masih tetap cantik dan kencang.




Pada suatu hari aku nonton film bokep pinjaman dari temanku. Di rumah rupanya seperti biasa hanya aku saja lagi yang merupakan penghuninya. Aku ke kamar kecil sebentar, lalu memutar film itu di VCD komputerku. Karena asyiknya, melihat adegan yang panas aku tidak tahan, aku melucuti satu-satu pakaianku, tinggal CD-ku saja yang bertahan, itupun cuma sebentar, lalu kupelorotkan hingga ke paha. Aku merasa penisku menghentak-hentak minta dikeluarkan. Aku nonton dengan mata setengah membuka, sambil berbaring kuelus-elus penisku yang makin tegak. Gerakan tanganku sudah menjadi cepat, ah… aku nggak tahan lagi, lalu aku kocok terus dan terus, kugigit selimut untuk menahan jeritan nikmat yang benar-benar menyelimuti pagi yang indah itu “ ahhhhhhhhhhhhhhhh…. crot…crot…crottt ”. Sesaat kemudian keluarlah air maniku, dengan menghela nafas dan sambil kusemprotkan air mani ke dadaku.aku merasa tubuhku ringan, lalu aku merasa ngantuk dan terlelap.




Aku tersentak kaget, aku merasa pahaku ada yang mengelus-elus, astagaa…. ternyata Ibukosku sudah ada di dalam kamarku. Ketik Itu dia menggunakan gaun putih yang tipis dan longgar. Kuhirup bau segar parfumnya yang menawan. Aku buru-buru bangkit menarik CD yang kupelorotkan, air maniku meleleh ke sprei, nggak kupedulikan. Ibu koskupun kemudian menatap mataku, tampak sekali bergelora birahi Ibu kosku yang bergejolak di balik pandangannya itu.kemudian Tangannya meraih tanganku,




“ Vin, Ibu minta maaf ya masuk kamarmu tanpa mengetuk, abis tadi Ibu lihat pintu kamarmu nggak dikunci. Ibu bawa sarapan nih buwat kamu, Tante lihat kamu lelap kayak gitu tadi,” Ujarnya sambil mengelus pahaku kembali.




Akupun salah tingkah ketika Mata Ibu kosku melirik VCD-ku yang ternyata masih memainkan film Bokep itu. Adegan demi adegan diawasinya, sambil tangannya meremas bahuku. Dielusnya tanganku sambil menarikku duduk di kasur. Kurasakan getaran halus lewat jari-jarinya, menahan gelora nafsunya yang membahana. Aku mulai aktif dan terbakar suasana. Kupeluk ia dari belakang, lalu kuhembuskan nafasku ke tengkuknya. Ia menggeliat dan menjadi lebih beringas. Tubuhnya berbalik. Dibalasnya hembusan nafasku dengan ciuman lembut. Kedua tangannya dengan liar menelusuri pinggulku, perutku, lalu puting susu di dadaku.




“ Vin, Ibu mau gituan… kamu mau nggk sam Ibuk…” katanya penuh harap dn nafsu.




tanpa menuju jawabku tiba2 dia menarik CD-ku sampai tuntas, lalu dengan lembut mengelus rambut kemaluanku, penisku yang masih terkulai lemas diremasnya dengan lembut pula. Aku menggelinjang kegelian, tapi tangan tante lebih dahulu menekan tanganku, seakan isyarat agar aku menurut. Akupun memejamkan mata. Nafasku bergemuruh tidak karuan, kemudian tubuh kami terhempas di kasur. Ibu kosku kemudian mengulum buah zakarku, sambil sesekali mencium penisku. Aku hanya dapat menahan nafas, sambil mengerang penuh nikmat. Kemudian lidahnya dengan liar menjilat penisku yang sudah tegak, sambil sesekali mengulum dan menyedotnya penuh gairah. Aku benar-benar sudah siap laga, ketika ia kemudian merebahkan tubuhnya di sampingku.




Kemudian kubukalah gaun Ibu kosku yang longgar, kemudian BH dan CD-nya. Dia dan aku sudah sama-sama bugil. Aku mengambil posisi di atas, untuk memulainya. Pelan kupeluk badannya, lalu kubelai rambutnya yang mulai beruban itu. Kuciumi leher dan kupingnya, ia menggelinjang kegelian. Nampak, bulu lengannya merebak menahan rasa itu, tapi mulutnya hanya mengerang. Lalu, bagian leher bawahnya kujilat lembut, sambil sesekali jenggotku yang habis dicukur kemarin kugesekkan. Badan tante kemudian menggeliat lebih liar, sambil mendesahkan kata-kata yang tidak jelas.



Aksiku kulanjutkan dengan memainkan puting susunya yang menegang, sambil kujilat dan kuhisap perlahan.




“ Ughhhhhh….. aghhhhhhh……Vin ayooooooo….. !!!” Ujar ibu kos kepadaku.




Akupun tidak memperdulikan ucpanya. Aku lanjutkan menelusuri dn menjilati terus semua titik rangsangnya. Sampailah kemudian wajahku tepat berada di selangkangannya yang mulai berpeluh. Kubelai liang vaginanya dengn lidahku, Kulanjutkan membuka klitorisnya dengan lembut, kemudian tanganku membelai perlahan klitorisnya yang sudah mulai basah itu berkali-kali. Kakinya kemudian menekuk dan mengangkat pinggulnya. Dimainkannya pinggulnya dengan goyangan yang berirama. Lidahku kemudian beraksi, menjilat bagian labia minora-nya, lalu naik hingga klitorisnya. Kulihat klitoris itu sudah menonjol kemerahan. Lalu, aku mengangkat pinggulnya, dan kumasukkan penisku perlahan, sambil kugoyang maju-mundur. Ibu kosku mengerang kenikmatan dengan tangan memegang erat pinggir kasur.




“ Ughhhhhh…… enak Vin terus jangan berhenti…!” Erang dan pintanya padaku sembari menggoyang badannya.




Aku membalikan badanya sehingg dia berposisi tengkurap, lalu dengan sigap kuhentakkan pinggulku sehingga penisku menghujam dalam, ke vaginanya.




“ Ughhhhhhh…. ssssaghhhhhhhh…. Aow…. ughhhhhh… nikmat sekali Vin penis kmu,” katanya sambil memelukku erat penuh birahi.




Kemudian kucium dan kujilati Leher dan puting susunya secar terus menerus.




“ Ssssaghhhhhh……ughhhhhh….. terus Vin , Ibuk sudah hampir orgasme nih,” Ujarnya sambil mendesah tak karuan.




Semakin kuhentkan gerakan pinggulku dengan kecepatan tinggi. Keringatkupin mulai bercucuran, begitu pula dengan Ibu kosku. Rupanya Dia sudah Orgasme ketika tiba-tiba Ibu kosku memeluk dengan tangan dan kakinya erat-erat sehingga aku tidak dapat bergerak sama sekali. Di mulutnya hanya suara desah puas selama beberapa saat. Kemudian pelukannya mengendur. Ibu koskupun terlihat lemas.




Akupun masih meneruskan gerakanku dengan menyodok, mengeluar masukan Penisku ke Vagina Ibu kosku, karena aku belum Orgasme juga. Kutarik perlahan penisku yang masih menegang. Kulihat penisku berkilat-kilat karena lumasan vagina Ibu kosku. Kubuka selangkangannya, Dia mengerang dan menggelinjangkan pantatnya ketika vaginanya kuraba lagi. Kurangsang Ibu kosku agar aku dapat mencapai orgasme. Lidahku beraksi, kugapai labia minora-nya lalu kujilat habis bagian itu, bahkan maniku yang meleleh di situ kujilat sampai habis. Lalu, klitorisnya yang sudah memerah itu kusedot perlahan,




“ Sssssssssssss… Aghhhhhh…… ahhhhhhh…..” Ibu kosku memekik lirih.




Badannya yang mulai menggelinjang itu kemudian kutelungkupkan. Kunaiki pantatnya, lalu kutekankan penisku ke vaginanya. Kemudian terasa suatu sensasi di penisku, karena Ibu kosku menutup rapat kakinya. Tanganku kemudian memeluknya dari belakang, lalu aku menciumi tengkuknya yang wangi. Tanganku terus memainkan putingnya yang mengeras itu sambil kugoyang pinggulku, perlahan mula-mula, dan kemudian kemudian makin cepat.




“ uhhhhhhhh…. terus Vin, Ibuk hampir klimaks lagi nih,” ujarnya padaku berbisik pelan.




Akupun tidak dapat menyahut. Nafasku memburu, karena nafsuku mulai memuncak. Kurasakan nikmat menyelimutiku sampai habis, lalu kurasakan maniku seakan-akan sudah menghentak-hentak hendak keluar.




“ ssshhhhhhhhhhhh…..aghhhhhhhh…. Buk… Kevin mau keluar nih, keluarin dimana buk, dalem apa luar ” erang dan Bisiku pada Ibu kosku.




“ ahhhhhhhhhh…… ssssshhhhhhhhh…. terserh kamu Vin, ahhhhhh….. “ jawbnya sambil mengerang nikmat.




Sembari Ibu kosku menggigit bibirnya sendiri, nampaknya kurasakan dengan beberapa kali hentakan lagi, aku akan merasakan suatu sensasi baru, yaitu kenikmatan yang sangat panjang, dan,



“ ahhhhhhhhhhhhhhhhhh….. Crot… croot… crooot…” terasa maniku menyemprot deras ke dalam vagina Ibu kosku, Sembari masih menancap penisku kedalam vagina Ibu kosku tanganku memeluknya dengan erat.



Aku hanya dapat mengerang penuh nikmat surgawi. Akupun terkulai lemas di atas badan Ibu kosku, lalu aku Ibu kosku terlelap beberapa saat.





Setelah terlelap beberapa saat, Ibu kosku bangkit dan mengenakan kembali pakaiannya. Kurasakan Ibu kosku memeluk dan menciumku mesra sekali. Disekanya keringatku yang meleleh, lalu diselimutinya badanku yang masih telanjang. Pergulatan diatas ranjang yang kulakukan dengan Ibu kosku itu memporak-porandakan kasurku, tapi aku kini merasa tidak sendiri dalam menikmati dunia ini. Tante Mery, di pagi hari selalu siap mengantarkan sarapanku, dan jika sewktu-waktu dia memerlukan kehangatan diriku, aku Kevin budk sexnya, selalu ada di sampingnya dan siap untuk melayani gairh sexnya.




Demikian kisah sex seorang Mahasiswa dan Ibu kosnya yang berstatus janda. Serukan para maniak seks, jangan lupa ya!!! Selalu ikuti cerita-cerita dewasa di web



www.butuhsex.com.




Cerita Dewasa Sex Mahasiswa,Cerita Dewasa Sex SPG,Cerita Sex Lesbi, Cerita Sex Dosen, cerita ngentot, cerita mesum dan cerita Dewasa tante, Sex Sedarah, Setengah Baya, ABG, Remaja, Pramugari, Pembantu, Bispak, Mahasiswi, pelajar, lesbi, Foto Bugil, Foto Hot 2016 dan banyak lagi lainya kategori cerita terbaru.



Agen Vimax Canada


Cerita Dewasa Tenti Pemuas Gairah Ketika KKN



VIMAX
http:http://pembesarpenisvimaxasli.com/


Butuh Sex Kategori: Cerita Dewasa Sex Mahasiswa ” Cerita Dewasa Tenti Pemuas Gairah Ketika KKN ” Cerita Dewasa Sex Mahasiswi 2016,Cerita Sex Perawat 2016, Cerita Dewasa ABG, Cerita Sex Nyata Perawan, Cerita Sex Bispak Terbaru, Cerita Sex Skandal 2016, Cerita Sex Sekretaris terbaru, Cerita Sex Masturbasi Terbaru 2016, Foto Bugil Terbaru 2016, Foto Hot Terbaru 2016, Cerita Sex Terbaru 2016.




Butuh Sex Kategori: Cerita Dewasa Sex Mahasiswa " Cerita Dewasa Farah Mungil Pemuas Sexku " Cerita Dewasa Sex Mahasiswi 2016,Cerita Sex Perawat 2016, Cerita Dewasa ABG, Cerita Sex Nyata Perawan, Cerita Sex Bispak Terbaru, Cerita Sex Skandal 2016, Cerita Sex Sekretaris terbaru


Cerita Dewasa Tenti Pemuas Gairah Ketika KKN




Butuhsex kali ini menceritakan pengalaman sexs pribadi dari seorang Mahasiswa yang melakukan gerilia Sex kepada teman wanita KKNnya. Langsung aja yuk baca dan simak baik baik cerita dewasa ini. Demi menjaga privasi orang yang berada dalam cerita ini, maka saya menyamarkan nama tokoh di cerita ini, Perkenalkan, nama ku Dedi, mahasiswa tingkat akhir di salah satu perguruan tinggi negeri terkenal di kota Surabaya, dan kebetulan aku asli dari kota tersebut, jadi aku tidak kos dan tinggal dirumah sendiri. Kata orang-orang sih wajahku ini pas, kadang pas jeleknya kadang pas gantengnya.wkwkwk. Pada saat bulan lalu, aku baru saja malaksanakan kegiatan KKN di kampus ku, berbeda dengan teman-temanku yang lain yang sudah melaksanakannya pada bulan Ramadhan tahun lalu. Maklumlah, mahasiswa dengan nilai pas-pas an. Kebetulan, pada saat pembagian kelompok, aku berbarengan dengan seorang cewek yang juga sejurusan denganku, sebut saja namanya Tenti ( nama samaran). Kita tidak akrab, taoi kita hanya sebatas kenal karena satu angkatan dan satu jurusan. Tergolong wajah cewek ini cantiklah, tingginya kurang lebih sekitar 157cm, rambutnya panjang terurai, dengan tubuh yang tidak gemuk dan tidak kurus,bisa dibilang cewek ini bertubuh menggemaskan. Bicara ukuran soal buah dada Wanita ini, ya relatif ideallah, kalau saya lihat ukuranya sih 34a.




Pada saat awal survey lokasi desa yang akan kami tempati, kami berdua selalu bersama-sama, dengan sendirinya KKN ini akan menjadikan kita menjadi dekat. Pada saat survey pertama dia masih bonceng dengan teman KKN ku, namun pada saat survey ke dua, entah kesambet setan darimana tiba-tiba dia mengajakku untuk survey lokasi berdua saja, maklum pada saat itu teman-temanku yang lain masih pada sibuk dengan urusan masing-masing dan yang bias hanya kami. Awalnya aku sih berpikiran santai, tapi kadang terlintas di pikiranku takutnya teman-temanku yang lain berpikiran yang aneh-aneh, dan akhirnya aku menyarankan Tenti untuk mengajak teman satu lagi dengan alasan agar membuat suasana tidak garing .



Singkat cerita berangkatlah kita dengan 1 teman cewek KKN bersama pacarnya aku berboncengan dengan Tenti, dan teman ceweku dengan pacarnya. Selama perjalanan aku sedikit tidak konsentrasi karena dadanya yang selalu menempel pada punggungku, ketika itu aku sengaja menaruh tasku di depan karena lokasi yang akan kami tempti untuk KKN cuacanya lumayan dingin, selain itu karena jalan yang naik turun dan motorku yang model Ayago ( ayam jago) yang jok belakangnya agak naik, dan selalu membuatnya merosot dan buah dadanya yang lumayan kenyal dan empuk itu selalu menempel di punggungku, saat aku perhatikan dari spion motorku tampak dia membenarkan posisi duduknya, semakin nggak karuan aja aku mengendari otorku, dari berangkat sampai aku kembali mengantarkannya ke kosnya, udah berpikiran jorok saja aku.wkwkwkwk. siapa sih yang nggk berpikiran seperti aju bila ada pada posisiku waktu itu.




Tibalah kami di hari dimana kita tinggal di rumah warga yang berada di pedesaan yang lumayan dingin. Selama KKN, kelompokku kemanapun ada acara atau main, aku dan temanku Tenti ini selalu bersama, Ibarat nih kita tuh udah nggak bisa dipisah lagi lah kalo dibilang. Oh iya Tenti ini udah punya pacar juga, dan pacarnya mempercayakannya padaku untuk jagain Tenti, soalnya aku udah pernah ketemu juga sama pacarnya.kalau saya sih iya-iya aja, paling juga gitu-gitu aja.




Seperti biasalah kegiatan KKN gitu-gitu aja. Selama di tempat kami tinggal, aku perhatiin Tenti bajunya ya baju rumahan biasa cuma kadang suka nerawang sehingga nampak BH nya yang warna warni, sering aku ngingetin juga pada Tenti kalo BH nya itu kelihatan, ya maklum sih naluri dari jaman SMA kalo ada temen cewek yang keliatan BH nya gitu suka ngingetin tapi nggak menutup kemungkinan curi-curi juga, wkwkwk. Kami ber2pun semakin dekat, saat kita foto, dia lebih sering ngerangkul aku, dan bodohnya aku malah pasang muka bingung, saat tanganku agak nganggut dia tidak malu-malu untuk menggandeng tanganku sehingga dengan otomatis aku seing merasakan tonjolan buah dadanya yang lumayan itu menempel ditubuhku, lumayan rejeki anak sholeh .hha




Pada minggu ke dua saat program kerja udah pada mulai jalan, kita sibuk dengan program kerja masing-masing sesuai jurusannya, aku dan T sengaja menyamakan agar kita bisa bareng terus gitu. Saat aku dan Tenti sudah selesai dengan program kerja kami entah kenapa ingin pulang dulu, teman-temanku yang lain pun tanpa menaruh curiga mengiyakan saja dan kami pun pulang. Setibanya di rumah, kebetulan pada waktu itu tidak ada orang sama sekali, pikirku pemilik rumah ini lagi ke warung karena memang punya warung yang tidak begitu jauh dari rumah. Akhirnya Tentipun langsung ke kamar begitu juga aku untuk ganti baju dan tiduran santai karena merasa capek. Dengan tiba-tiba Tenti memanggilku dari atas, kebetulan letak kamar cowok dan cewek ini atas bawah, kami para cowok di bawah sedangkan di atas kamar cewek dan toilet. Aku pun datang dan menanyakan ada apa, ternyata Tenti ingin ngobrol-ngobrol denganku. Kitapun ngobrol banayak, mulai cerita saat dia SMA dan kesibukannya




Ketika itu aku bertanya pada Tenti tentang pacarnya, Diapun sejenak terdiam dan tiba-tiba air matanya menetes begitu saja, aku jadi bingung dong, terus terang aja nih, aku jarang sekali menghadapi seorang cewek yang menangis dihadapanku langsung. kuberanikanlah bertanya lagi, ternyata dia lagi ada masalah dengan pacarnya dan katanya lagi putus. Iya sih, beberapa hari sebelumnya saat dia murung juga aku tanya kenapa, dan memang lagi ada masalah. Aku nggak bisa berbuat banyak selain menenangkannya, saat aku coba beranikan membelai rambutnya yang terurai dia hanya diam saja, lalu aku mengusap air matanya, dia tampak kaget dengan perlakuanku ini, lalu digenggamnya tanganku. Aku pun bingung ada apa, dan kami bertatapan mata lumayan lama sehingga entah siapa yang memulai bibir kami sudah bersentuhan tipis. Aku rasakan pergerakan nafasnya yang masih belum teratur akibat dia menangis tadi. Sambil aku memegangi pipinya yang agak basah, bibirku menjauh dan membisikan di telinganya,




“ Udah kamu nggk usah nangis kamu kan masih ada aku disini” ujarku padanya,




Tanpa menjawab Tentipun mengangguk kecil, saat aku tatap lagi matanya dia langsung menyambar bibirku dengan halus dan perlahan. Akupun sejenak diam karena shock akibat dicum bibirku, tapi itu hanya sejenak, lalu aku ikuti pergerakan bibirnya sambil dalam hati berpikir, ( Wuihhhh rejeki nomplok nih, lumayan agresif juga ini cewek). kemudian aku mulai mainkan lidahku. Dia pun merasa geli tapi menikmatinya karena bibirnya selalu nempel di bibirku ,




“ Eeummmmhhh… eummhhhh … eummhhhh . . .”




Tangankupun mulai bergerilia yang tadinya di pipinya sekarang sudah mendarat di pinggulnya sambil menelusuri lekuk tubuhnya. Kami melepas ciuman kami sejenak dan saling bertatapan, dia melempar senyuman dengan matanya yang sayu, membuat setiap orang seakan ingin mencumbunya, lalu aku meminta ijin untuk memegang buah dadanya yang lumayan itu, dia hanya mengangguk dengan senyuman. Kami lanjutkan lah perang bibir dan lidah kami sambil aku meremas buah dadanya yang saat itu mengenakan BH warna putih pink. Dia mendesah menikmati ciumanku ,




“ Eeummmhhh…. aahhh. . . ahhh …sssshhhhhh…” desahnya.




Kemudian bibirku mulai mencumbui leher Tenti. Sial…. saat aku hampir mengangkat BH nya terdengarlah suara motor teman-temanku yang datang. Kamipun tergesa-gesa membenahi diri.



Sejak kejadian tersebut, dia lebih sering memanggilku dengan sebutan “JODOH”. Ketika pertama dia memanggil aku dengan sebutan pacar, aku sangat kaget karena dia memanggil begitu di depan teman-temanku pada saat dia sedang membuatkan mie instan untukku dan teman-teman cowok yang lain. Tetapi entah kenapa teman-temanku ini tahu bahwa itu hanya bercandaan, ya aku sih terserah mau dia panggil apa asal bisa menikmatinya tubuhnya. Ahiiiii.




Minggu ke 4, dia mendadak minta ijin pulang pada ketua KKN karena ada urusan keluarga dan aku dimintanya untuk mengantarkannya bertemu dengan orang yang akan menjemputnya. Spontan di jalan aku pun bertanya,




“emang dijemput siapa deh? Papah mamah mu?” tanyaku padanya




Tentipun membalas pertanyaanku yang menjemput dia adalah pacarnya. Aku agak kaget tapi nggak begitu kaget juga karena dia 3 hari sebelumnya cerita ke aku kalo dia balikan lagi. Aku pun merespon dengan jawaban santai, dia pun seolah merasa bersalah. Di perjalanan sembari memelukku di jalan, dia sesekali mengecup leherku.




“ Kamu mau ketemu sang pacar kok masih cium-cium aku sih”, tanyaku padanya




Dia tidak menjawab hanya cekikikan sambil memeluk semakin erat. 2 hari kemudian pada sore hari saaat aku sedang santai jalan-jalan di kompleks pedesaan tempat aku tinggal bersama temanku, Tenti menelponku,




“ Lagi sibuk nggak kamu Jod? Kamu lagi ngapain dan dimana?” tanyanya padaku,




“ Lagi jalan-jalan bareng anak-anak nih, emangnya kenapa?”, jawabku.




“ kamu bisa jemput aku di tempat kemaren nggak Jod?” pintanya padaku lewat telefon.




Dengan cepat dan sigap aku menjawabnya,



“ Apa sih yang nggk bisa buwat kamu”, jawabku dengan sedikit nada genit, 




“ Iihhhh gombal deh kamu Jod, yaudah deh sebentar lagi aku sampe kok, jangan lupa jemput aku yah JOd, emuuaaach… emuuaaach… emuuaaach…”. Jawabnya sembari menciumku lewat telefon.




Baru mau dijawab udah diputus deh teleponnya. Aku langsung bergegas untuk menjemputnya,dan aku berpamitan dengan teman-temanku. kemudian aku mengambil motor Ayagoku untuk menjemput sang Tenti Jodoh.hhe. Sampailah di tempat dimana aku menjemputnya, eh… ternyata dia udah dateng duluan,




“Kog sendirian, emangnya tadi kamu kesini sama siapa ?”, tanyaku.




“ Nggk sendirian kog kan ada kamu, kalau tadi sih sama pacarku, tapi dia udah pulang duluan”, jawabnya paaku sambil sedikit genit. 




Buset ini pacarnya goblog banget, kalo ada apa-apa sama pacarnya gimana nih (kata dalam hatiku). Oh iya… kebetulan Tenti ini menjadi primadona di kalangan pemuda desa karena paras cantiknya. Akhirnya dia langsung membonceng dan kita pun tancap gas. Di perjalanan pun kita ngobrol-ngobrol




“ Oh iya… tadi waktu kamu telepon disamping kamu ada pacarmu nggk?”, tanyaku padanya,




“ Hmmmm… nggak adalah Jod, tadi pas aku telefon kamu dia lagi beli cemilan dan aku nunggu di mobil dia”. Jawabny sambil cekikikan,




“ Oh gitu…. kirain tadi waktu nelfon pacar kamu ada disamping kamu ”, jawabku,




“ Kamu takut ya? Cemen ih… wekkkk”, jawabnya sembari meledek dan mencubit pinggang ku.




“Enak aja ngatain aku cemen, aku bukannya takut, Cuma aku pingin kita main rapi aja”. Jawabku padanya.




“ Idihhh…. sok-sok deh kamu Jod…. huuuuu, mzu nih dicubit lagisama aku.” Jawabnya padaku.




Singkat cerita kamipun sampai di posko KKN.Tentipun bergegas untuk mandi dan akupun masih ngumpul nonton tivi bareng teman-teman yang lain. Pada keesokan harinya,waktu itu cuacapun mendung, kita berencana mau ke SD sekitar tempat kami KKN untuk sosialisasi terkahir kalinya, aku bangun terlambat dan dapat jatah mandi paling terakhir karena kamar mandi di rumah ini cuma 1, ada juga temanku yang buru-buru sudah biasa mandi di tetangga sebelah posko KKN kami. Dan entah disengaja atau nggak, Tenti juga kesiangan kebetulan dia juga baru mandi. Pada saat Tenti mandi pun aku tidak memikirkan hal yang lain selain siap-siap untu acara sosialisasi ke SD. Kami berdua ditinggal karena waktu pun sudah menunjukan pukul 8.30 pagi dan acara dimulai jam 9.00 pagi. Siaplalah aku dan Tenti untuk bergegas berangkat, dengan tiba-tiba hujan pun turun lumayan deras, kami mengabari ketuaku datang terlambat. Pertamanya ketuaku meyuruh kami untuk memakai jas hujan, namun aku teringat jas hujanku dan punya Tenti terbawa di motor temanku yang sudah berangkat. Ya sudah deh akhirnya ketuaku memaklumi dan mengatakan untuk tidak memaksakan kalo memang deras, kebetulan di SDnyapun hujannya lumayan deras.




Kamipun memulai dengan ngobrol-ngobrol biasa, bercanda, dan terkadang Tenti suka cubit pinggangku,




“ Oh iya Ten,ini bapak sama ibu yang punya rumah nggak ada di rumah ya? Kok tumben pagi-pagi udah nggak ada di rumah”. Ujarku pada Tenti,




“ Kata anak-anak sih, tadi bapak ibunya pamitan mau ada acara di kota katanya, ada sodaranya nikahan”, balas Tenti.



Kamipun mulai duduk berdekatan entah ada angin apa, aku pun membelai rambut nya yang wangi serta menciuminya karena memang dia habis shampoan. Aku pegang lembut pipinya dan dia pun berkata,




“ Aku nggak nyangka kita bisa gini”, ujarnya padaku,




Ketika itu akupun bingung dengan maksud perkataannya ,



 “ Emmmm… maksudnya?”, jawabku dengan singkat,




Tiba-tiba dia merebahkan badanya ke pelukanku dan menyandarkan kepalanya di bahu ku,




“ Emmmm…. gimana ya, kamu baik, bisa ngertiin aku, perhatian tapi waktunya malah kaya gini, kamu itu beda banget sama pacarku yang suka ngekang aku, hyper protektiflah, apa-apa nggak boleh”.jawabnya dengan jelas padaku.




Aku mulai paham arah pembicaraannya, aku balas,



 “ Putusin aja sih pacar kamu, gampangkan..hhe?”. jawabku.




“ Nggak semudah itu, orangtua ku sama dia udah deket, begitu juga sodaranya, udah 3x selama KKN ini aku minta putus tapi dia nggak mau”. Jawabnya,




Kuperhatikan pada saat itu matanya berkaca-kaca, sambil aku belai rambutnya aku pun menenangkannya dengan gaya romantis gitu deh,




“ Ya udah kalu gitu, dibikin slow aja, emang lagi begini jalannya, kalo di sini kita emang gini, tapi kalo di kampus kita seperti biasa aja, kamu tahu sendiri kan aku juga udah punya pacar, semuanya pasti baik-baik aja kok, kalo kita jodoh pasti nggak kemana deh”. Jawabku utuk menenangkan dia.




Semakin menjadi saja tangisannya ketika aku berusaha menenangkanya, tampak bedak di wajahnya luntur akibat air matanya. Aku pun mengusap air matanya dan menenangkannya. Dia menatapku dalam-dalam kemudian tanpa kita sadari bibir kami sudah bersentuhan entah ada angin apa Tenti melumat bibirku dengan kencang. Aku pun membalas dan memainkan lidahku, dia juga nggak mau kalah




“ eummmmhh. … eummmhhh … eummmhhh …” 




Tanganku pun sudah berada di buah dadanya yang masih terbungkus jaket KKN. Dia melepas ciumanku dan berbisik,




“ Yuk kita ke kamar aja” 




Dengan sigap dan cepat aku langsung bawa dia ke kamar cowok yang biasa digunakan tidur oleh temanku, kemudian akupun melepas jaket Tenti, dia mengenakan kemeja denim menurutku membuatnya tampak makin cantik. Dia nyeletuk,




“ Kok kamu diem aja jod?” tanyanya padaku,




Dalam hatiku wah ini anak emang bener-bener deh, langsung saja aku cumbu lagi bibirnya, aku lumat, aku mainkan lidahku, dia pun tak mau kalah juga membalas lidahku dan sesekali menyedotnya. Tanganku pun sudah berada di atas balutan BH nya yang ukuran 34b (yang ini tanya ke doi akhirnya tau) dengan warna merah yang mengundang gairah. Langsung saja aku copot pengait BH nya dan nampak buah dada Tenti dengan ukuran 34b nya, aku remas aku mainkan putingnya dia hanya melenguh,




“ Ssssshhh… aahhh… enak Jo… Ohhhhh…. Sssshhhh….” Desahnya,




Sementara bibir ku masih menciumi telinga dan leher nya. Sekitar 15 menit aku mainkan buah dadanya dia seperti nya udah di ubun-ubun nafsunya,



“ Emut Jod, cepetan diemut. . .aaaaaaaaaaaaah…” pintanya padaku yang mulai merasa hotny,




Tanpa komando aku juga sudah menjilati antara buah dadanya, lalu mengemut putingnya yang kecil berwarna coklat muda sembari tangan kanan ku memainkan dan meremas puting dan buah dadanya yaang kiri,




“ Aaaaaaaah… eummmmm….. ssssshhh…, enak emutan kamu…. Sssshhhh…. geli Jod, aaaahh. .eummmmm….. ” desahnya lagi,




Saat itu juga tangan ku yang kanan pun sudah mengorek memeknya yang dibalut celana jeans ketat, aku merasakan memeknya sudah basah. Aku pun langsung mencopotnya dan nampak lah celana dalamnya yang berwarna merah juga, warna ini sungguh membuat ku nafsu. Aku mulai melepas baju dan celanaku serta celana dalam ku sehingga Penisku yang tidak besar dan juga tidak kecil ini mencuat dengan keras. Tenti langsung melahap penisku dan menjilati nya serta di sedotnya,




“ Uhhhhhhh, Jod… Sssshhh…. enak JOd, sedot terus anuku sayaaaang aahhhhhh…ssshhh. . .” celoteh karena nikmatnya sedotan Tenti.




Aku akui wajahnya yang cantik sambil mengemut Penisku ini sangat menggairahkan. Aku pun nggak diam aja, aku copot celana dalam Tenti dan terlihat sebuah gundukan yang bersih terawat tanpa bulu sehelaipun di memeknya, hal ini membuatku semakin bernafsu. Ku jilati memeknya sehingga posisi kita sekarang di posisi 69, sungguh nikmat sedotan Tenti. aku menjilati gundukan kecil di memeknya yang bersama klitoris sembari dia masih mengulum Penisku,




“ Uuuuh… ahhhhh…. iya sayaaaaang, jilat terus yang situ aaahh. . . mmmhhhh…ssshhhh…” ujarku padanya.




Kira-kira sekitar 15 menit kita berada di posisi 69 lalu aku merebahkan tubuhnya di kasur lipat yang dibawa temanku, aku ciumi bibir, leher, putingnya dan meremas buah dadanya,




“ Aaaaahhhhh…. eumhhhh… enak jod, terussssss… aaahh… ssshhh….” De sahnya yang mulai menggila karena nikmat jilatanku,




Ketika aku menggesek-gesek Penisku dimemeknya dia menggelinjang keenakan,



“ Uuuuh… aaaahhhh… Jod cepetan dimasukin Eummhhhh… sssshhhh…” pintanya dengan muka memelas,




Memeknya agak sempit, emang memek Tenti meskipun sepertinya sudah pernah melakukan seks, tapi itulah yang menjadikan nafsu ku untuk menggenjotnya terus, aku masuk kan perlahan




“ Uuuuuh…. Sssshhhh…. pelan-pelan Jod, eummmhhh. . . enak Jod, usssshhh ….aaaahh…” pintanya ssembari mendesah,




Setelah sudah masuk semua batang penisku, mulai kugenjot maju mundur pelan-pelan agar memek Tenti terbiasa. Kugenjot pelan maju mundur dia pun sudah melenguh keenakan nggak karuan




“ Jod terus caaar aahhh. . . punya mu mmhhhh. . .”



lalu kunaikan temponya dan dia semakin mendesah, menggelinjang




“ aaahhh.. aaahhh. . . terus jod. . mmmhhh. . . enaaak aaah… aku milikmu aaahh. . .” sambil dia melingkarkan kakinya erat ke pinggangku.




Setelah itu kita berganti gaya doggy style, aku merasakan cengkeraman memeknya semakin peret semakin nikmat untuk di genjot,




“ Jod… aaaaahh… aaaah. . . te. . . ruuus yaaang. . .” Desahannya justru membuat ku semakin bernafsu, ku genjot semakin kencan,




“ Jod. . . aku mau keluaaar. . . aaaaahh…” dia semakin melenguh keenakan.




Tiba-tiba aku merasakan cairan hangat mengalir di dalam memeknya. Ternyata dia sudah keluar duluan. Aku biarkan dulu sekitar 2 menit untuk dia menikmati masa orgasme nya, lalu sekarang giliran dia yang diatas alias Women On Top. Di posisi ini dia justru semakin menjadi memeknya, dengan gerakan naik turunnya dan kadang di pelintir mirip dengan film bokep yang biasa aku tonton, nikmat sekali dengan cengkeraman memeknya nya yang masih lumayan seret dan kencang. 




“ Terus pelintir sayaaang aaaah. . enaaak banget Jod… aaaaahhh” desahku.




Tanganku juga nggak mau kalah, keduanya Meremas dan memainkan puting coklat muda nya.



“ geliii Jod… aaaah… aaahhh… aaaahh…” 




Dengan gaya pelintirnya tadi membuat penisku seakan ingin segera memuntahkan maninya karena emang saking enaknya. 



“ aku mau keluaaar yaaaang. . .” ujarku,




“ Kita barengan ya Jod, kontol kamu enak banget aku mau keluaaar lagiiii… aaaahhhhhh…” ujarnya padaku.



Beberapa menit kemudian aku pun udah nggak kuat menahan isi Penisku begitu pun Tenti yang sudah mau keluar kedua kalinya,



“ JOd. . . terus …aaaahh. . . mmmhhhh. . . akuuu miliik. . . muuuu. . aaaaahh…” desah kami berdua bersamaan, 




Pada akhirnya kami berdua pun keluar bersamaan dan Tenti langsung terkulai lemas di pelukan ku. Hari berganti dan terus berganti hingga tiba saatnya KKN kami selesai, semenjak kejadian itu sebelum tiba hari pelepasan dari kampus dan perangkat desa, T masih sering mengajak ku ya walau sekedar curi-curi cium, memainkan dan meremas buah dadanya. Tenti pun memeluk satu-satu temanku, dan pada saat memeluk ku erat sekali pelukan nya. Aku sudah tidak menghiraukan temanku yang lain, nampak air matanya menetes dari wajah cantik nya dan aku pun mengusapnya. Saat tim kami akan menuju ke kecamatan untuk upacara pelepasan aku sengaja memacu kendaraan ku pelan agar bisa ngobrol lebih kama dengan Tenti.




“ Sudah saatnya kita kembali ke kehidupan masing-masing, kamu yang aku kenal di kampus akan selalu aku kenal seperti kamu di sini, kita tetep usahakan komunikasi walaupun nggak se sering di sini, terimakasih untuk kebersamaan nya, semuanya yang kamu beri untuk aku”. Ujarku padanya,




Ketika aku berbicara seperti itu, Tenti terdiam sejenak, dan dia memelukku denganerat, diapun kemudian membalas,




“ Terima kasih juga ya Jod kamu selama ini udah ngertiin aku, nglindungin aku, kamu lebih dari yang aku duga, aku harap ini bukan perpisahan, di kampus mungkin aku nggak bakal bisa panggil kamu Jodoh lagi, tapi di dalam hatiku kamu tetep pacar aku”. Ujarnya sembari dia mengecup bibirku.




Akhir cerita kami, sampai saat ini kita masih sering ketemu di kampus karena kita sama-sama sedang menyelesaikan skripsi, meskipun kita hanya melempar senyum, ada maksud tersendiri dibalik senyumannya, kita juga masih sering ngobrol tapi kita juga jaga jarak demi menjaga perasaan pacar kita masing-masing. Demikian cerita sexsku dengan teman KKNku




Demikian kisah pengalaman sex pribadi dari seorang Mahasiswa yang sedang KKN dengan teman wanita KKNnya . Serukan para maniak seks, jangan lupa ya!!! Selalu ikuti cerita-cerita dewasa di web



www.butuhsex.com.




Cerita Sex Mahasiswa terbaru 2016, Cerita Sex Mahasiswi terbaru 2016,Cerita sex Perselingkuhan 2016, Cerita sex tante girang, Cerita Mesum, Cerita Ngentot, Cerita Skandal Sex, Sekretaris, Abg, Gangbang, Spg, Pramugari, Gadis berjilbab, Perawan, Janda, Wanita kesepian, Tante kesepian, foto bugil, foto hot, Anak SMA, Anak SMP, Anak Kuliah, Cerita sex terbaru terbaru 2016, cerita hot terbaru 2016 dan banyak lagi Cerita Sex Terbaru 2016 lainya.





Agen Vimax Canada


Selasa, 24 Januari 2017

Cerita Dewasa Kupersembahkan Perjakaku Untuk Andin



VIMAX
http:http://pembesarpenisvimaxasli.com/


Butuh Sex Kategori : Cerita Dewasa Sex Mahasiswa 2016 “Cerita Dewasa Kupersembahkan Perjakaku Untuk Andin“ Cerita Sex Suster 2016, Cerita Dewasa ABG, Cerita Sex Bispak Terbaru, Cerita Sex Skandal 2016, Foto Cewek Bugil 2016, Foto Cewek Hot Terbaru, Cerita Sex Terbaru 2016,




Butuhsex.com Cerita Dewasa Sex Mahasiswa 2016 “Cerita Dewasa Kupersembahkan Perjakaku Untuk Andin“ Cerita Sex Suster 2016, Cerita Dewasa ABG, Cerita Sex Bispak Terbaru, Cerita Sex Skandal 2016, Foto Cewek Bugil 2016, Foto Cewek Hot Terbaru, Cerita Sex Terbaru 2016,


Cerita Dewasa Kupersembahkan Perjakaku Untuk Andin




Butuhsex kali ini menceritakan pengalaman Sex dari seorang mahasiswa yang melepas perjaka untuk pacar tercintanya. Pacar mahasiswa ini adalah cucu dari Ibu kos yang dari mahasiswa itu. Saya kira cukup deskripsi dari cerita Sex ini, Langsung aja yuk baca dan simak baik baik cerita dewasa ini.




Perkenalkan namaku Helmi, usiaku saat ini 23 thn, statusku adalah sebagai mahasiswa disalah satu universitas di Bandung. Cerita sex yg akan kuceritakan ini terjadi 1 thn yg lalu. Sudah agak lama memang sih, tp pengalaman Sex ku itu selalu terniang dipikiranku. Pengalaman tersebut tdk akan pernah aku lupakan, karena memang itu adalah pengalaman bercinta pertamaku dengan pacarku Yankg juga mahasiswi bernama Andin.Awal mula hubunganku berawal dari persahabatanku dengan Andin karena ia adalah cucu dari ibu kosku. Andin ini berasal dari Jatim, usianya lebih tua dariku 1 thn, dan dia sekarang sedang kuliah di Bandung tapi berbeda Universitas denganku.




Alasan Andin ikut neneknya adalah, karena Ke 2 orang tuanya telah pisah ranjang selama 2 thn (tp belum bercerai) dan Andin mulai tinggal bersama neneknya (ibu kosku) semenjak ia masuk kuliah. Mungkin terlalu panjang kalo kuceritakan bagaimana prosesnya hingga kami berpacaran. Aku beruntung punya pacar seperti dia. Andin ini berwajah cantik bertubuh sexy, dan berkulit putih mulus. Pokoknya dia ini adalah wanita idaman para lelaki deh. Sebenarnya kos-kosan Yankg aku tinggali ini adalh kosan kusus wanita, aku sendiri juga nggak tahu kenapa ibu kos mau menerimaku untuk kos dirumahnya. Mungkin saja wajahku seperti anak Yankg sholeh barang kali ya. Hahahaha.




Pada pertama kali kita berpacaran, Andin termasuk tipe wanita Yankg susah dijamah, Jangankan untuk bercumbu, memegang tangannya saja susahnya minta ampun, ngak kebaYankg deh gimana susahnya kalau mau minta begituan sama Andin. Padahal aku termasuk orang yg mempunyai gairah sex Yankg lebih. Aku sering sekali melakukan onani untuk melampiaskan nafsu sexku, hingga sekarang. Biasanya aku melakukan onani sampai 2 kali sehari. Setiap aku berfantasi dan gairah sexku datang, pasti kulakukan kebiasaan jelekku itu. kebiasaan itu aku lakukan terkadang dikamar mandi menggunakan sabun, sambil nonton DVD porno dan Yankg paling sering adalah ketika sambil tiduran telungkup di atas kasur sambil kugesek-gesekkan penisku.




Aku merasakan nikmat setiap orgasme onani. Back to story, sejak aku dan Andin resmi jadian, baru dua minggu kemudian dia mau kucium pipinya. Itu pun setelah melalui perdebatan yg panjang, akhirnya ia mau juga kucium pipinya, dan aku selalu ingin merasakan dan mengecup lagi sejak saat itu. Hingga pada suatu malam, ketika waktu menunjukkan pukul 9 malam, aku, Andin dan Rosa (teman kosku) masih asyik menonton TV di ruang tamu. Sementara itu, ibu kos serta 4 anak kos yg lainnya sudah tertidur. Kami ber 3 duduk diatas karpet yg ada di ruang tamu. Rosa duduk di depan sementara aku dan Andin duduk agak jauh dibelakang Rosa. Kami mempunyai kebiasaan mematikan lampu yg ada di ruang tamu itu ketika sedang menonton televisi.




Ketika itu suasana ruangan itu remang-remang, dan Rosa pun terlihat masih asyik menonton dan Andin yg disampingku saat itu hanya mengenakan kaos ketat dan rok mini, sedangkan matanya masih konsen menonton film tersebut. Sesekali saat pandangan Rosa tertuju pada TV, tanganku iseng-iseng memeluk pinggang Andin. Entah Andin terlalu memperhatikan film hingga tangannya tdk menepis saat tanganku memeluk tubuhnya yg padat. Dia malah memegang rambutku, dan membiarkan kepalaku bersandar di pundaknya. Terkadang kalo pas iklan, Andin pura-pura menepiskan tanganku agar perbuatanku tdk dilihat Rosa. Dan saat film diputar lagi, kulingkarkan tanganku kembali.




“ I love you, honey…. ” Bisikku di telinganya.




Andin menoleh ke arahku dan tanpa sepengetahuan Rosa, ia mendaratkan ciumannya ke pipiku. Oh my God, baru pertama kali aku dicium seorang pacar, tanpa aku minta pula. Situasi seperti ini tiba-tiba membuat pikiranku jadi ngeres apalagi saat Andin meremas tanganku yg saat itu masih melingkar di pinggangnya, dan matanya yg sayu sekilas menoleh ke arah Rosa yg masih nongkrong di depan TV. Aman, pikirku.Apalagi ditambah ruangan yg hanya mengandalkan dari cahaya Tv, maka sesekali tanganku meremas payudara Andin. Andin menggelinjang, sesekali menahan nafas. Lutut kanannya ditekuk, hingga saat tangan kiriku masuk ke dalam daster bagian bawah yg agak terbuka dari tadi, sama sekali tdk diketahui Rosa.




Mungkin ia konsen dengan film, atau mungkin juga ia sudah ngantuk karena kulihat dari tadi sesekali ia mengangguk seperti orang ketiduran. Ciumanku kini sedikit menggelora, menelusuri leher Andin yg putih mulus sementara tangan kiriku menggesek-gesekkan perlahan vagina Andin yg masih terbungkus celana dalam. Ia mendesah dan mukanya mendongak ke atas saat kurasakan celana dalamnya mulai basah dan hangat. Mungkin ia merasakan kenikmatan, pikirku.Tanganku yg mulai basah oleh cairan vagina Andin buru-buru kutarik dari dalam roknya, ketika tiba-tiba Rosa bangkit dan melihat ke arah kami berdua. Kami bersikap seolah sedang konsen nonton juga,




“ Aku ngantuk. Tidur duluan ya….. nih remote-nya! ” ujar Rosa sambil menyerahkan remote TV pada Andin.




Rosa kemudian masuk ke kamarnya dan mengunci pintu dari dalam. Aku yg tadi agak gugup, bersorak girang ketika Rosa hanya pamitan mau tidur. Aku pikir dia setdknya mengetahui perbuatanku dengan Andin. Bisa mati aku. Andin yg sejak tadi diam (mungkin karena gugup juga) matanya kini tertuju pada TV. Aku tahu dia juga pura-pura nonton, maka saat tubuhnya kupeluk dan bibirnya kucium dia malah membalas ciumanku.




“ Kita jangan disini Say, nanti ketahuan…. ” Bisiknya diantara ciuman yg menggelora.




Segera kubimbing tangan Andin bangkit, setelah mematikan TV dan mengunci kamar Andin, kuajak dia ke kamar sebelah yg kosong. Disini tempatnya aman karena setiap yg akan masuk ke kamar ini harus lewat pintu belakang atau depan. Jalan kami berjingkat supaya orang lain yg telah tertidur tdk mendengar langkah-langkah kami atau ketika kami membuka dan menutup kunci dan pintu kamar tengah dengan perlahan. Setelah kukunci dari dalam dan kunyalakan lampu kamar kuhampiri Andin yg telah duduk di tepi ranjang.




“ Aku cinta kamu, Andin….. ” ujarku ketika aku telah duduk disampingnya.




Mata Andin menatapku lekat. Sejenak kulumat bibirnya perlahan dan Andin pun membalas membuat lidah kami saling beradu. Nafas kami kembali makin memburu menahan rangsangan yg kian menggelora. Desahan bibirnya yg tipis makin mengundang birahi dan nafsuku. Kuturunkan ciumanku ke lehernya dan tangannya menarik rambutku. Nafasnya mendesah. Aku tahu dia sudah terangsang, lalu kulepaskan kaosnya. Payudaranya yg padat berisi ditutupi BH berwarna merah tua. Betapa putih kulitnya, mulus tak ada cacat. Kemudian bibir kami pun berciuman kembali sementara tanganku sibuk melepaskan tali pengikat BH, dan sesaat kemudian Ke 2 payudaranya yg telah mengeras itu kini tanpa ditutupi kain sehelai pun. Lalu kubelai Ke 2 putingnya, dan Andin pun tersenyum manja,




“ Ayo Yank, lakukanlah…. ” Ujarnya.




Tak kusia-siakan kesempatan ini, dan mulai kujilati payudaranya bergantian. Sementara tangan Andin membantu tanganku melepaskan kemeja yg masih kukenakan. Kukecup putingnya hingga dadanya basah mengkilap. Betapa beruntungnya aku bisa menikmati semua yg ada ditubuhnya. Tangan kananku yg nakal mulai merambah turun masuk ke dalam roknya, dan kugesek-gesekkan pelan di bibir vaginanya. Andin menggelinjang menahan nikmat, sesekali tangannya juga ikut digesek-gesekkan kesekitar vaginanya sendiri. Bibirnya mendesah menahan kenikmatan. Matanya terpejam, Sebentar kemudian vaginanya mulai sedit basah. Dan kami pun mulai melepaskan celana kami masing-masing hingga tubuh kami benar-benar polos. Betapa indahnya tubuh Andin, apalagi ketika kulihat vaginanya yg terselip diantara Ke 2 selangkangannya yg putih mulus.



“ Wah.. punyamu oke Andin, Ok’s banget… ” ujarku terpana,




Begitu mulus memang,ditambah dengan bulu-bulu lebat disekitar bagian sensitifnya.



“ Titit kamu juga besar dan bertenaga. Aku suka Yank…. ” Balasnya sambil tangannya mencubit pelan kemaluanku yg sudah tegak dari tadi,




“ Come on Honey…. ” Pintanya menggoda,




Aku tahu Andin sudah begitu terangsang maka kemudian kusuruh Andin berbaring di atas kasur. Dan aku baringkan tubuhku terbalik, kepalaku berada di kakinya dan sebaliknya(posisi 69). Kucium ujung kakinya pelan dan kemudian ciumanku menuju hutan lebat yg ada diantara Ke 2 selangkangannya. Kukecup pelan bibir vaginanya yg sudah basah, kujilat klitorisnya sementara mulut Andin sibuk mengocok-ngocok kemaluanku. Bibir vaginanya yg merah itu kulumat habis tak tersisa. Ehm, betapa nikmatnya punyamu Andin, pikirku. Ciumanku terus menikmati klitoris Andin, hingga sekitar vaginanya makin basah oleh cairan yg keluar dari vaginanya.




Ke 2 jari tanganku aku coba masukkan lubang vaginanya dan kurasakan nafas Andin mendesah pelan ketika jariku kutekan keluar masuk,




“ Ahh… nikmat Yanknn…ahhhh… ” erangnya.




Kugesek-gesekkan Ke 2 jariku diantara bibir klitorisnya dan Andin makin menahan nikmat. Selang 5 menit kemudian kuhentikan gesekkan tanganku, dan kulihat Andin sedikit kecewa ketika aku menghentikan permainan jariku.




“ Jangan sedih Say, aku masih punya permainan yg menarik, okay? ”




“ Oke. Sekarang aku yg mengatur permainan ya? ” ujarnya.




Aku mengangguk.Jujur saja, aku lebih suka kalau pacar yg agresif.Andin pun bangkit, dan sementara tubuhku masih terbaring di atas kasur.




“ Aku di atas, kamu dibawah, okay? Tp kamu jangan nusuk dulu ya Say? ”




Tanpa menunggu jawabanku tubuh Andin menindih tubuhku dan tangan kanannnya membimbing penisku yg telah berdiri tegak sejak tadi dan blessss…….ah,Andin merasa bahagia saat seluruh penisku menembus vaginanya dan terus masuk dan masuk menuju lubang kenikmatan yg paling dalam. Dia mengoyang-goyangkan pantatnya dan sesekali gerakannya memutar, bergerak mundur maju membuat penisku yg tertanam bergerak bebas menikmati Vaginanya.




Andin mendesah setiap kali pantatnya turun naik, merasakan peraduan dua senjata yg telah terbenam di dalam surga.Tanganku meremas Ke 2 payudara Andin yg tadi terus menggelayut manja. Rambutnya dibiarkan tergerai diterpa angin dingin yg terselip diantara kehangatan malam yg kami rasakan saat ini. Kubiarkan Andin terus menikmati permainan ini. Saat dia asyik dengan permainannya kulingkarkan tanganku dipinggangnya dan kuangkat badanku yg terbaring sejak tadi kemudian lidah kami pun beradu kembali.




“ Andainya kita terus bersama seperti ini, betapa bahagianya hidupku ini Andin ” bisikku pelan,




“ Aku juga, dan ku berharap kita selalu bersama selamanya.. ”




15 menit berlalu, kulihat gesekan pinggang Andin mulai lemah. Aku tahu kalau dia mulai kecapekan dan aku yg mengambil inisiatif serangan. Kutekan naik turun pinggangku, sementara Andin tetap bertahan diam. Dan suara cep-clep-clep… setiap kali penisku keluar masuk vaginanya,




“ Ahh terusss Yanknnnn….terusss…nikmattttt…ahh…ahhhh…. ” hanya kalimat itu yg keluar dari mulut Andin, dan aku pun makin menggencarkan seranganku,




Ingin kulibas habis semua yg ada dalam vaginanya. Suara ranjang berderit, menambah hot permainan yg sedang kami lakukan. Kutarik tubuh Andin tanpa melepaskan penisku yg sedang berlabuh dalam vaginanya dan kusuruh dia berdiri agar kami melakukan gerakan sex sambil berdiri.




“ Kamu punya banyak style ya say? ” katanya menggoda.




“ Iya dong, demi kepuasan kamu juga ” jawabku sambil mulai menggesek-gesekan penisku kembali.




“ Ahh teruss…terusss…… ” desah Andin ketika penisku berulang kali menerobos vaginanya.




Kupeluk tubuh Andin erat sementara jari tangan kirinya membelai lembut bulu-bulu vaginanya, dan sesekali membantu penisku masuk kembali setiap kali terlepas. Keringat membasahi tubuh kami. Lehernya yg mulus kucium pelan, sementara nafas kami mulai berdegup kencang.




“ Yank, keteteran nih, mau klimaks. Jangan curang dong…. ”



“ Oke, tahan dulu Andin ” dan kucabut batang penisku yg telah basah sejak tadi.




Kusuruh Andin nungging di ranjang, sementara tanganku mengarahkan penisku yg telah siap masuk kembali. Dan kumasukkan sedikit demi sedikit hingga penisku ambles semua ke dalam surga yg nikmat.




“ Ah…tekan Yank…enaaaakkkkk…terusssss Yanknn…. ” Erangnya manja setiap kali penisku menari-nari di dalam vaginanya.




Tanganku memegang pinggangnya agar gerakanku teratur dan penisku tdk terlepas,




“ Ohh…nikmat sekali Yank….teruss….terusss…… ” desahnya.




Betapa nikmatnya saat-saat seperti ini…dan terus kuulang sementara mulut kami mendesah merasakan kenikmatan yg teramat sangat setiap kali penisku mempermaikan vaginanya.




“ Yank….aku mo keluar nih…..udah ngga tahan….ahhh….ahhhh…. ” ujar Andin tiba-tiba.




“ Tahan Cin, aku juga hampir sampai…. ” aku menekan-nekan penisku kian cepat,sehingga suara ranjang ikut berderit cepat.




Dan kurasakan otot-otot penisku mengejang keras dan cairan pejuhku berkumpul dalam satu titik.




“ Aku keluar sekarang Cin…. ” ujarku,




Kemudian penisku kucabut dari lubang vaginanya dan Andin pun seketika membalikkan badan dan menjulurkan lidahnya, mengocok-ngocok batang penisku yg kemerahan dan saat kurasakan aku tak mampu menahan lagi kutaruh penisku diantara Ke 2 belah payudaranya dan Ke 2 tangan Andin pun menggesek-gesekkan payudaranya yg menjepit batang kemaluanku dan….




“ croot… croot… croottt…” jatuhlah pejuhku disekitar payudara dan lehernya Sebagian tumpah diatas sprei. Andin menjilati penisku membersihkan sisa-sisa pejuhku yg masih ada.




“ Kamu ternyata kuat juga Say, aku hampir tak berdaya dihadapanmu ” kubelai rambut Andin yg sudak acak-acakan tak karuan.




“ Aku juga ngga nygka kamu sehebat ini Yank…. ”desahnya manja .




Waktu sudah menunjukkan setengah satu malam Dan setelah kami istirahat sekitar lima belas menit, kami memakai pakaian kami kembali dan membereskan tempat tidur yg sudah berantakan. Dan tak lama kemudian kami pun pergi tidur dikamar masing-masing melepaskan rasa lelah setelah kami bercinta tadi. Begitulah kisahku dengan Andin, setiap hari kami selalu melakukannya setiap kali kami ingin dan ada kesempatan. Kami melakukannya di kamar sebelah kalau malam hari, kamar kosku, atau bahkan dikamar mandi sembari mandi bersama disaat rumah kos kosong.




Singkat cerita pada suatu hari Andin harus pindah ke luar kota ikut Ke 2 orang tuanya yg telah berbaikan lagi. Aku benar-benar kehilangan dia, dan ingin kuterus bersamanya. Pernah beberapa kali kususul ke tempatnya yg baru dan kami melakukannya berkali-kali di hotel tempat kami menginap. Tgl 2 maret 2015 tiba-tiba kuterima surat dari Andin yg mengabarkan bahwa ia akan menikah dengan orang yg dipilihkan orang tuanya dan aku benar-benar kehilangan dia, aku sungguh sangat mencintai dia. Sekarang aku hanya bisa berfantasi bila rindu dengan Andin dengan cara onani bila aku teringat masa-masa kami sebelum Andin menikah. SelesaI.




Bagaimana para Pembaca Serukan para maniak seks, jangan lupa ya!!! Selalu ikuti cerita-cerita dewasa di web www.butuhsex.com.




Cerita Sex Model 2016, Cerita Sex Sedarah 2016, Cerita Sex Jilbab Terbaru, Cerita sex tante girang 2016, Cerita Dewasa Sex Threesome Terbaru, Cerita Dewasa Sex Perawan 2016, Cerita Dewasa Sex Pegawai Salon 2016, Cerita Dewasa Sex Sekretaris Terupdate 2016, Sekretaris, Cerita Sex Mahasiswa terbaru 2016, Cerita Sex Mahasiswi terbaru 2016, Cerita Sex Perselingkuhan 2016, Cerita Sex SMA 2016, Cerita Mesum, Cerita Ngentot, Cerita Skandal Sex, Abg, Gangbang, Spg, Pramugari, Janda, Wanita kesepian, Tante kesepian, foto bugil, foto hot, Anak SMP, Anak Kuliah, Cerita sex terbaru terbaru 2016, cerita hot terbaru 2016 dan banyak lagi Cerita Sex Terbaru 2016 lainya



Agen Vimax Canada


Cerita Dewasa Sex Private Dengan Bu Tami



VIMAX
http:http://pembesarpenisvimaxasli.com/


Butuh Sex Kategori : Cerita Dewasa Sex Mahasiswa 2016 “Cerita Dewasa Sex Private Dengan Bu Tami“ Cerita Sex Suster 2016, Cerita Dewasa ABG, Cerita Sex Bispak Terbaru, Cerita Sex Skandal 2016, Foto Cewek Bugil 2016, Foto Cewek Hot Terbaru, Cerita Sex Terbaru 2016,




Butuhsex kali ini menceritakan pengalaman Sex Nyata dari seorang Mahasiswa yang bernama Adit. Kisah Sex ini Berawal Dari Seorang Ibu yang meminta les pelajaran private untuk anak perempuanya, ujung-ujungnya malah jadi sex private. Dan yang paling seru dari cerita ini, Adit mendapatkan 2 kenikmatan sex dari ibu dan anaknya. Memang sungguh mujur adit ini, Les private berakhir menjadi sex private. Mau tahu kelanjutan ceritanya, Langsung aja yuk baca dan simak baik baik cerita dewasa ini.




Butuhsex.com | Cerita Dewasa Sex Private Dengan Bu Tami, Cerita Sex Suster 2016, Cerita Dewasa ABG, Cerita Sex Bispak Terbaru, Cerita Sex Skandal 2016, Foto Cewek Bugil 2016, Foto Cewek Hot Terbaru, Cerita Sex Terbaru 2016,


Cerita Dewasa Sex Private Dengan Bu Tami




Aku mempunyai tetangga di didekat kosku bernama Bu Tami, dia menyandang status singg e parent dan mempunyai anak satu. Cerita Sex saya ini bermula ketika Bu tami memintaku untuk memberikan les private anaknya yang bernama Rini. Rini sekarang kelas Tiga SMP, karena ucap Bu tami Rini lemah dalam pelajaran Bahasa Inggris, dan ditambah lagi sebentar lagi mendekati Ujian Nasional, maka Bu tami meminta tolong memberi pelajaran tambahan kepada anak perempuanya. Bu Tami sangat khawatir bila anaknya tidak lulus dalam ujian nasional. Permintaan Bu Tami-pun saya tanggapi dan itung-itung buat uang tambahan, hhe… maklum namanya juga mahasiswa.




Kebetulan sekali mata pelajaran ini sesuai dengan jurusan yang kuambil, So tidak ada kendala bagi saya. Singkat cerita jadwal private yang telah kami sepakati, yaitu jam 07.00-09.00 malam, les private ini dilakukan 3 kali seminggu dirumah Bu Tami. Ini sangat menguntungkan sekali So dengan jalan Bangi saja sudah sampai, irit bensin bro, Cuma modal Bangi aja, lumayan rejeki anak sholeh, hhe. Oh iya Les Private ini sekali pertemuan 60ribu, dengan hasil segitu aku bisa mengkalkulasi penghasilan tambahanku perbulan.




Pada hari itu mulailah aku memberi les private kepada Rini, awalnya semua berjalan lancar, seperti layaknya les private pada umumnya. Pada suatu malam sesuai dengan jadwal, aku datang ke rumah Bu Tami dengan maksud memberi les private pada rini. Sesampainya disana ternyata yang ada hanya Bu Tami saja waktu itu, ucap Bu Tami Rini lagi main dengan temannya karena ada keperluan. Bu Tami berucap, mungkin sebentar lagi dia akan pulang. Sembari menunggu Rini, Bu Tami-pujn menyuguhkan secangkir kopi hangat dan sedikit cemilan kepadaku. Sembari menunggu Rini kami-pun berbincang,




“ Kopinya kog di diamkan sih Dek Adit, ayo silahkan diminum kopinya !!! ” ucap Bu Tami.




“ Oh Iya, hhe… saya minum ya Bu Kopinya ” jawabku sambil mengambil gelas berisi kopi hangat yang ada di depanku.




“ Iya dek silahkan !!! Sekrang udah semester berapa Dek Adit ? ” Bu Tami memulai percakapan.




“ Saya sudah semester akhir ini Bu, Tapi, skripsi saya belum selesai, hhe… ” jawab saya malu-malu sembari meletakkan gelas kopi ke atas meja lagi.




“ Ouh gitu ya dek… sebentar lagi selesai dong, hhe… Nanti kalau sudah lulus, Rini nggak ada yang ngajar les private lagi dong dek Adit ” ucap Bu Tami.




“ Tenang aja sih Bu, skripsi saya juga masih lama, bisa jadi nanti duluan Rini lulusnya daripada saya… ” jawabku.




“ Dek Adit ini bisa aja, betah banget sih kuliahnya… hhe… Kuliah lama-lama emang nggak kepingin Nikah apa ? ” Tanya Bu Tami mengejutkanku.




“ Ah Ibuk ini ada-ada aja, semua laki-laki pasti kepingin nikahlah Bu… lagian kuliah aja belum selesai, masa iya maumikir Nikah sih Bu ? ” Jawabku.




“ Kamu itu gimana sih Dek, ntar nyesel hlo kalau nunda-nunda Nikah… ” ucap Bu Tami menggodaku.




“ Maksudnya nyesel gimna Bu ? ” tanyaku penasaran.




“ Kamu tahu nggk sih Dek, KaRin itu enak hlo…!! ” ucap Bu Tami.




“ Kalau mikir kaRinya aja sih memang enak Bu, tapi tanggung jawabnya-kan besar Bu, belum lagi ntar menafkahinya… hhe… ” Jawabku.




Tiba-tiba Bu Tami bangkit dari tempat duduknya, dengan sekejap lalu dia duduk di sampingku. Aku-pun terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Bu Tami, dan tiba-tiba dia berbisik di telingaku,




“ kalau kamu mau, kamu nggak perlu mikir masalah tanggung jawab, apalagi menafkahinya Dek Adit! ” bisik Bu Tami di telingaku.




Seketika itu juga, tiba-tiba tangannya menyentuh kejantanankuku yang tidur di balik celana jeans yang ku kenakan,




“ Bu! kalau Rini datang gimana? ” tanyaku dengan gugup dengan aksi Bu Tami terhadapku.




Mendengar pertanyaanku itu, Bu Tami mendorong tubuhku hingga terbaring di Sofa, dan menindih tubuhku lalu kembali berbisik.




“ Tenang saja! Semua sudah Ibu rencanakan. Rini tidak akan pulang ke rumah malam ini, karena dia sedang ada kegiatan Camping di sekolahnya. Tadi sore, Rini pesan sama Bu, minta tolong menyampaikan ke kamu bahwa private malam ini ditiadakan dulu… ”




Penjelasan Bu itu cukup mengagetkanku. Dalam perasaan gugup bercampur birahi yang menggoda, tiba-tiba Bu Tami yang duduk di atas tubuhku yang terbaring di sofa ruang tamu itu, Bu melepaskan bajunya sehingga payudara putih besar yang tertampung dalam Bra putih menjadi pemandangan langka di hadapanku. Seterusnya Bu Tami melepaskan rok panjang yang ia kenakan, sehingga sesosok tubuh wanita yang hanya tertutup oleh BH dan CD menjadi pemandangan nyata di depan mata.




Sejujurnya, aku tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan langka ini, tapi rasa gugup dan terkejut masih menyelimuti hatiku. Di saat itulah, tiba-tiba Bu Tami berusaha membuka kancing celanaku dan menurunkan reslitingku. Dia tersenyum padaku, lalu berucap,




“ Burungmu pasti sulit bernafas kalau tidak dikeluarkan…. ” ucapnya.




Mendengar ucap-ucap itu, akupun berusaha melempar senyumku dan seketika itu juga ku turunkan celana jeansku dan ku biarkan Bu Tami yang mengeluarkan penis dari celana dalamku.



Batang penisku yang sudah tegang, langsung menyembul keluar setelah Bu Tami menurunkan CDku. Beberapa saat Bu memandangi dan meremas batang penisku, lalu ia menunduk dan memasukkan penisku ke dalam mulutnya. sebuah kenikmatan yang tak tertahan saat lidah Bu Tami membelai kepala penisku. Sepertinya, aku tidak mampu menahan punjak birahi yang sudah berada di ubun-ubun. Akibatnya, pejuhku pun keluar dengan kencang mengisi mulut Bu yang sedang asayaik memainkan lidahnya di kepala penisku.




Melihat cepatnya aku mencapai puncak, Bu Tami bukannya kecewa. Ia malah tersenyum dengan lelehan pejuh di bibirnya. Bu Tami mengeluarkan sisa pejuh yang masih berada di mulutnya dan meludahkannya ke batang penisku. Kemudian ia kembali mengulum penisku yang mulai melemah selama beberapa saat. Dengan bibir yang masih berlumuran pejuh, Bu Tami kembali menjatuhkan tubuhnya di atas tubuhku, lalu mencium bibirku. ku coba untuk membalas reaksinya dengan menyambut lidahnya yang masuk ke mulutku.




Seketika saya-pun merasakan sebuah sensasi yang luar biasa ketika Bu Tami seakan mengajak berbagi pejuh di mulutku. Aku tidak perduli dengan bau pejuh yang kecut harus masuk ke tenggorokanku, yang ku pikirkan hanyalah bagaimana caranya agar penisku bisa kembali bangkit dari kematiannya. saya mencoba meremas-remas payudara besar yang masih terbungkus BH, sebuah hal yang luar biasa yang tidak pernah ku mimpikan sebelumnya. Ternyata menjadi guru private anak tetangga merupakan awal hilangnya keperjakaanku. Bu Tami telah merencanakan ini secara sempurna tanpa ku ketahui sebelumnya.




Mungkin sebagai seorang janda, ia juga merindukan nikmatnya saat melakukan hubungan dengan suaminya yang telah meninggal dunia sekitar setahun yang lalu.Setelah puas berciuman mesra di sofa, Bu Tami bangkit dari tubuhku. Ia kemudian menarik celana Jeans dan CDku sampai terlepas dan memintaku untuk melepaskan baju juga. ku turuti saja keinginannya, hingga aku menjadi sesosok laki-laki bugil dengan penis yang mati tergantung. Bu Tami memegang tanganku dan menarikku menuju sebuah kamar yang bisa dipastikan adalah kamar tidurnya. Setelah berada di dalam kamar, Bu Tami melepaskan BH dan CD putih yang ia kenakan. Kemudian ia berdiri di hadapanku dengan tubuh bugil. Dalam posisi berdiri, kami kembali berciuman. Lalu ia berucap padaku:




“ Dit! jika kamu sudah siap, lakukan saja yang ingin kau lakukan dengan Bu…. Bu akan menunggu… ” demikian perucapannya yang dipenuhi dengan birahi indah.




Kemudian dia berjalan meninggalkanku dan menghempaskan tubuhnya di atas tempat tidur empuk yang ada di kamarnya itu. Ajakan itu tak ingin ku sia-siakan dan hilang begitu saja. Sesosok tubuh wanita yang siap untuk dinikmati, kenapa tidak saya manfaatkan.Tanpa pikir panjang, ku dekati tubuh Bu Tami yang telah terhidang siap saji untuk disantap. Lalu ku mulai aksiku dari menaiki tubuh Bu Tami dan mencium bibirnya. Bibir dan lidah kami saling beradu dalam suasana yang penuh birahi. Sambil terus berciuman, ku remas salah 1 payudara Bu Tami yang lumayan besar dan lembek, dengan salah 1 tangan menopang berat tubuhku agar tidak menindih sempurna tubuh Bu Tami.




Aktivitas itu terus ku lakukan, hingga akhirnya batang penisku kembali terjaga dari tidurnya. Dalam suasana penuh nafsu yang tak tertahan, ku sentuh selangkangan Bu Tami yang ditumbuhi oleh bulu yang lebat. Ku coba untuk merayap dan memasukkan jariku ke belahan di pangkal paha Bu Tami. Tidak terlalu sulit untuk mendapatkannya, hingga dalam beberapa detik, aku telah berhasil menenggelamkan jari tengahku di lobang vagina Bu Tami. Sesaat kemudian, ku mainkan jariku di lobang yang basah itu, sehingga membuat Bu Tami mendesah. Sepertinya dia mulai merasakan kenikmatan bercinta denganku. Sebagai seorang yang tidak pernah melakukan hubungan seks layaknya suami istri, aku tidak begitu mengerti apa yang harus ku lakukan pada tubuh bugil yang saat itu telah siap untuk ku nikmati.




Yang ada dalam pikiranku hanyalah menikmati, dan bukan memberi kenikmatan.



Tanpa terlalu lama bermain dengan benda yang juga baru pertama kali ku sentuh, aku mulai berpikir untuk memasukkan penisku yang sudah cukup keras ke dalam lobang vagina Bu Tami yang kenyal dan dikelilingi oleh bulu yang lebat. Aku merubah posisi ku, lalu mengarahkan kepala penisku ke belahan di sela paha Bu dengan tanganku. Mungkin karena statusnya yang janda beranak 1, alias sudah bukan perawan, batang penisku tidak terlalu sulit untuk menerobos masuk ke vagina Bu Tami.




Rasa yang ku dapatkan saat menggenjot lobang vagina Bu Tami yang lembat sungguh tidak bisa



ku lukiskan dengan ucap-ucap. Batang penisku yang terjepit oleh dinding vagina yang kenyal benar-benar memaksaku untuk menuju puncak birahi. Tidak seberapa lama aku melakukan hal tersebut, dapat ku rasakan bahwa desiran darahku seakan berkumpul di pangkal penisku. Saat itulah, aku semakin meningkatkan tempo permainanku, hingga akhirnya aku tidak tahan lagi.




Ku hentakkan pantatku sekeras mungkin, sehingga penisku tenggelam sempurna di dalam lobang vagina Bu Tami dan ku rasakan pejuhku keluar dan mengisi lobang vagina Bu Tami.



Aku sama sekali tidak berpikir akan akibat yang mungkin terjadi dengan tertanamnya pejuh di rahim Bu Tami, kecuali setelah batang penisku kembali melemah dan ku jatuhkan tubuhku di samping tubuh Bu Tami yang basah bermandikan keringat. Bu Tami tersenyum padaku, lalu berucap,




“ Nggak perlu belajar lama, ya? ” ucap Bu sambil bangkit dari posisinya.




Entah apa yang akan dia lakukan, ia berdiri di atas tempat tidur lalu ia duduk di atas dadaku sambil mengarahkan vaginanya yang masih basah tersebut ke daerah wajahku.




“ Mainkan lidahmu, Dit! ” Ucap Bu Tami kemudian.




Tanpa pikir panjang dan banyak tanya, ku turuti saja keinginannya, ku jilati belahan vagina Bu Tami yang duduk di atas wajahku. Dengan bantuan jariku, ku buka belahan vagina Bu yang kenyal itu lalu ku masukkan lidahku sedalam-dalamnya ke lobang vagina Bu Tami. Tiba-tiba ku rasakan cairan putih kental yang tidak lain adalah pejuhku keluar dari lobang vagina Bu Tami dan masuk ke mulutku. Meskipun agak jijik, tapi aku tidak berani memuntahkannya dari mulutku. Aku hanya menahannya di mulutku sambil terus memainkan lidahku di lobang vagina yang terbuka lebar itu.




Beberapa saat setelah aktivitas menjilat itu ku lakukan untuk Bu Tami, ku coba untuk kembali menjatuhkan tubuh Bu Tami ke tempat tidur. Saat itulah, kembali ku cium bibir Bu Tami sambil mengeluarkan pejuh yang ada di mulutku dan memasukkannya ke mulut Bu Tami. Bu Tami bukannya menolak, ia malah menerima dan bahkan menelat pejuh yang ku keluarkan di mulutnya.




Malam itu, aku tidak pulang ke kosku. Aku tidak bisa meninggalkan indahnya bercinta dengan Bu Tami, Ibu dari siswa privateku, karena ia adalah wanita yang telah merampas keperjakaanku, sekaligus orang yang pertama memberiku kenikmatan bercinta. Malam itu, aku tidak dapat tertidur. Meskipun aku tahu Bu begitu lelah dan mengantuk, tetapi aku terus mengulangi hubungan seks dengan Bu. Beberapa kali ku paksakan untuk memasukkan penisku ke vagina Bu Tami saat ia tertidur, tetapi gesekan batang penisku di dinding vaginanya selalu membuatnya terbangun dan kembali memberikan respon untuk aksi ajakanku.




Seingatku, malam itu aku melakukan hubungan seks dengan Bu Tami lebih dari 10 kali. Karena setiap kali penisku bangun, aku langsung memasukkan ke lobang vagina Bu. Dari pelajaran malam itu, yang ada di pikiranku hanyalah keinginan untuk terus bisa merasakan vagina, hingga akhirnya aku berhasil merenggut keperawanan Rini, putri Bu Tami sendiri. Karena seringnya bercinta dengan Bu Tami, Ibu dari siswa privateku, Rini, hubungan gelap tanpa komitmen yang selama ini terjalin antara kami, tercium oleh Rini. Hal ini terjadi ketika suatu malam, setelah aku memberikan private di rumah Rini, hujan turun dengan lebatnya.




Bu Tami menyarankan, agar aku tidak usah pulang dulu sebelum hujan reda. Tetapi ternyata hujan tidak berhenti hingga lewat jam 11 malam. Bu Tami menyarankan untuk bermalam saja.



Meskipun dengan sedikit basa-basi penolakan, tetapi tawaran itu ku terima dengan senang hati, dan memang itu harapanku, berharap dinginnya malam dengan suasana hujan lebat, akan menambah indah nuansa pencapaian puncak birahi dalam bercinta dengan janda beranak 1 itu.



Malam itu, aku hanya tidur di sofa ruang tamu, karena memang hanya ada 2 kamar di rumah Bu Tami.




Mungkin hanya sekedar mengelabui Rini yang belum tahu hubungan gelap yang ku jalin dengan Ibunya. Di sofa itu, aku terus memainkan jariku di HPku yang hanya bergetar jika ada SMS atau panggilan masuk, karena memang aku sedang SMSan dengan Bu Tami yang ada di kamarnya. Saling merayu di udara dengan bahasa yang mengoda birahi. Setelah memastikan Rini tertidur di kamarnya, sekitar pukul 12.30 malam, Bu Tami mengirinkan SMS yang berbunyi,




“ Dit! Ke Kamar Ibu dong, Ibu udah pngin sekali nih !!! ”




Menerima SMS itu, dengan penuh semangat, aku keluar dari selimutku dan bangkit dari sofa lalu melangkah perlahan ke kamar Bu Tami. Suasana hujan yang masih sangat lebat memberikan keleluasaan bagiku, karena suara langkahku tidak akan memecah heningnya malam.



Saat aku membuka pintu kamar Bu Tami, tiba-tiba Rini keluar dari kamarnya. Hal tersebut tentu saja sangat mengejutkanku. Apalagi melihat ekspresi keterkejutan Rini melihat gelagatku.




“ Bang adit, itukan kamar Mamah, Abang mau ngapain kesitu ? ” tanya rini pada saya,




Begitulah ucap yang terucap dari gadis muda berusia 15 tahun, putri tunggal Bu Rini. Aku yang terkejut karena nyaris tertangkap basah dengan dorongan birahiku, langsung berusaha mencari alasan yang tepat untuk jawaban untuk pertanyaannya tersebut.




“ Eeee…. ” jawabku seraya tanganku melepas gagang pintu kamar Bu Tami yang kebetulan telah terlanjur terbuka, sambil terus berpikir keras untuk mencari alasan.




“ Begini Rin! tadi Abang kira ini kamar kamu… Ucap Mamah kamu, Abang disuruh membangunkan kamu. Kamu disuruh Mamah kamu tidur dengan Mamah, Abang di suruh tidur di kamar kamu… Gitu, Rin! ” Jawabku dengan bahasa yang agar berbelit-belit.




Rini-pun mengerutkan keningnya beberapa saat, lalu kemudian melempar senyumnya.




“ Oo Iya, Bang! Kamar Rini di sini, Abang tidur aja di sini !!! biar Rini tidur di kamar Mamah ” begitu jawab Rini sambil masuk kembali ke kamarnya dengan maksud mungkin mengambil keperluan tidurnya.




Ku tutup kembali pintu kamar Bu Tami dengan segudang kekecewaan, karena hasrat yang memuncak tidak bisa terlampiaskan di malam yang begitu mendukung ini. Dengan langkah lemas, ku beranjak ke kamar Rini, dan ku lihat Rini telah siap meninggalkan kamarnya menuju kamar Mamahnya.




“ Silahkan, Ka! ” sapa Rini mempersilahkan aku untuk tidur di kamarnya.




“ Makasih, ya Rin! ” sapaku saat dia ke luar dari kamarnya.




Rini hanya melempar senyum saat berlalu dari hadapanku. Ku lihat dengan selimut di tangannya, dia membuka kamar Mamahnya, kemudian masuk dan menutup pintu kamar Mamahnya tersebut. Dengan tertutupnya pintu kamar Bu Tami, maka pupuslah harapan untuk bisa kembali bercinta dengan Bu Tami. Malam terus berlalu, tetapi aku tetap tidak bisa tertidur karena gagalnya mencuri kesempatan indah untuk bercinta. jam 1 malam, hujan telah berhenti, tiba-tiba HPku bergetar, dan ku lihat ada SMS masuk. Saya buka dan kubaca, ternyata Bu Tami yang mengirimnya.




“ Dit! kmu psti belum tdur kn? ” itulah bunyi SMSnya.




Dengan masuknya SMS itu, aku merasa ada secercah harapan baru untuk kembali bisa melepas hasrat yang tertunda. langsung ku balas SMS Bu Tami,




“ Belum, Bu? gimana nih? saya udah gak tahan mo nancepin lgi. ” jawabku via SMS.




Tidak lama, masuk lagi balasan dari Bu Tami,




“ iya, Bu jg nih ” begitu jawab Bu Tami singkat.




Dengan gesit ku mainkan jariku merangkai SMS balasan, dengan maksud menyusun strategi untuk bisa memadu hasrat tanpa diketahui Rini, anak perempuannya.




“ Rini dah bobo ya Bu? ” bgitu isi SMSku. “ Iya! ” jawab Bu Tami dengan singkat.




“ Bu, Tititku dah bngun nih, Bu! sudah ga thn mo ngntot memek Bu! ” begitu rayuanku dalam SMS berusaha mengajak Bu Tami untuk kembali melakukan hubungan seks denganku.




“ Dit! kmu tljg dlu, ya! nnti Bu ksana ” bgitulah balasan Bu.




Dengan girang ku balas SMS Bu Tami dengan dua ucap “ OK! ” Dengan semangat menggebu, ku lepaskan sluruh pakaianku dan ku baringkan tubuhku di atas tempat tidur di kamar Rini, putri semata wayangnya. Dengan rasa tidak sabar, kembali ku berniat untuk mengirim SMS ke Bu Tami, tetapi tiba-tiba ku dengar pintu kamar di buka dengan hati-hati, dan ku dengan suara pintu itu kembali di tutup dengan hati-hati. Dalam senyapnya malam yang di hiasi suara titik-titik air sisa hujan lebat, tak ku dengar adanya langkah yang datang menuju kamar dimana aku terbaring menunggu saat-saat indah menikmati vagina Bu Tami yang lembek dan basah.




Tiba-tiba gagang pintu kamar mulai bergerak dan pintupun mulai terbuka perlahan. Tetapi aku sangat terkejut, karena yang datang bukan Bu Tami, melainkan Rini, putrinya yang baru kelas 3 SMP. Rini meletakkan jari telunjuknya di bibir sebagai isayaarat agar aku tidak bicara. Aku yang sudah terlanjur telanjang, tidak mampu berbuat apa-apa kecuali menutupi batang penisku yang sudah keras dengan guling yang ada di sampingku.




Setelah kembali menutup pintu kamar dengan hati-hati, Rini melangkah ke arahku, dan duduk di sampingku lalu menarik guling yang menutup kejantanankuku. Ia kemudian menggenggam batang penisku dengan kencang, sehingga hampir membuatku berteriak. Rini mendekatkan wajahnya ke hadapanku dan dengan nada berbisik, Rini berucap,




“ Jadi selama ini, Abang dibayar bukan hanya untuk ngasih private aku ya? ”“ Maaf, Rin! Abang… bukan begitu! kamu tidak mengerti… ”




“ Abang nggak usah bohong! Rini sudah baca semua SMS Abang di HP Mamah… ”




“ Apa? jadi yang ….. ”




Belum selesai aku menjawab,




“ Iya! yang balas SMS Abang itu Rini ! ”




“ Maafkan Abang, Rin! Abang nggak ada maksud begitu… ”




“ Udah deh! Abang nggak usah bohong… Kenapa Abang melakukan ini dengan




Mamahku!? ”




“ Rin! bukan kemauan Abang, Rin! Abang juga nggak tahu kenapa ini sampai terjadi…!! ”




“ Bang! Mulai hari ini, Rini nggak mau private lagi sama Abang… Rini kecewa sama Abang! ”



Mendengar kekecewaan Rini itu, ku peluk tubuh Rini dan ku ciumi bibirnya, tetapi Rini tidak bereaksi melawan, apalagi berteriak. Ku jatuhkan tubuhnya ke tempat tidur sambil terus ku ciumi bibirnya. Ku tahan gerakan kedua tangannya dengan kedua tanganku, dan ku tindih tubuhnya agar dia tidak lagi mampu bergerak. Merasakan Rini yang tidak bereaksi melawan terhadap aksiku, dan cenderung pasrah, aku menghentikan ciumanku dan ku tatap wajah Rini. Tetapi yang terlihat dari wajahnya bukan kekecewaan. Rini justru melemparkan senyumannya kepadaku,




“ Ada apa ini? ” pikirku dalam hati.




“ Perawani Rini, Bang! tapi jangan hamili Rini! ” itulah kalimat yang terucap dibalik senyumnya.




Aku pun senang mendengar kalimat itu. Tanpa pikir panjang, ku lepaskan seluruh pakaian yang menutup tubuhnya, mulai dari babydol yang dikenakannya, hingga BH dan CDnya. Tampak dihadapanku sesosok tubuh kecil yang lumayan langsung dengan buah dada kecil yang montok. Selangkangan Rini yang cembung dengan rambut ikal tipis yang tumbuh dipermukaannya, merupakan sebuah pemadangan baru yang sangat indah bagiku.




Aku tidak mau melewatkan kesempatan untuk merasakan bagaimana nikmatnya vagina seorang perawan berusia 15 tahun. Tanpa menunggu lebih lama, langsung ku angkat kedua Banginya, sehingga selangkangannya terbuka lebar. Terlihat jelas belahan vagina Rini yang hanya seperti lipatan kulit berbentuk garis lurus. Tidak terlihat disana ada lobang untuk masuknya penisku yang sudah siap tempur. Tanpa pikir panjang, langsung ku arahkan kepala penisku ke belahan yang masih sangat rapat itu. Dengan kedua tangannya, Rini memegang Banginya yang terbuka lebar ke atas.




Dengan bantuannya itu, aku bisa menggunakan jariku untuk membuka belahan vagina Rini. Bisa ku lihat di dalamnya daging yang agak basah berwarna merah muda, dan langsung ku tancapkan kepala penisku di sela belahan yang terbuka itu. Dengan sedikit memaksa, kepala penisku berhasil menerobos lobang vaginanya yang terasa sangat sempit. Aku terus menekan agar penisku bisa masuk sempurna ke dalam vagina Rini, namun usaha itu harus ku lakukan dengan perlahan. Aku harus tarik ulur agar cairan vaginanya membasahi seluruh batang penisku. Tanpa cara itu, Penisku tidak bisa dipaksa masuk.




Sedikit demi sedikit, batang penisku semakin dalam masuk ke lobang vagina Rini yang sangat sempit, sampai akhirnya setengah batang penisku telah berhasil masuk. Dalam posisi penis yang setengah menancap di selangkangannya, ku jatuhkan tubuhku di dadanya. Ku raih bibirnya dan mencoba menciuminya, ku remas payudara montok yang masih ranum itu, sesekali ku jilati pipi, kuping, leher dan terkadang turun ke payudaranya. Rini terpejam dan sesekali berdesis, sepertinya ia menikmati sentuhan yang lidahku di leher dan payudaranya. Bahkan mungkin ia melupakan bahwa penisku baru setengah masuk ke lobang vaginanya.




Melihat keadaan itu, ku tumpukan tubuhku di atas siku yang berada di kedua sisi tubuhnya dan ku pegang erat bahunya. Dengan terus menjilati payudaranya dan sesekali mengecup puting susunya, kembali ku genjot lobang vaginanya yang sangat rapat dan kesat. Terus ku coba dan ku coba, meski kedua bahunya telah ku pegang erat, tetapi tetap saja genjotan yang ku lakukan untuk menerobos lobang vaginanya hanya bisa masuk dengan perlahan. Akhirnya ku putuskan untuk fokus pada usaha untuk memasukkan penis ke lobang vaginanya. Aku turun dari tempat tidur, dan menarik tubuh Rini ke sisi tempat tidur itu. Dengan posisi berdiri di sisi tempat tidur, kembali ku arahkan penisku yang sedikit ku basahi dengan air liurku ke lobang vaginanya. Penisku kembali hanya bisa masuk setengah ke dalam lobang vagina Rini, namun dengan posisi berdiri, aku bisa menahan kedua pahanya agar tubuhnya tidak bergerak mengikuti tiap genjotanku. Usahaku akhirnya tidak sia-sia, karena dengan posisi itu, aku bisa lebih cepat menerobos lobang vagina Rini dengan sempurna.




Dalam posisi tenggelam sempurna, aku mjatuhkan tubuhku ke dada Rini dan berguling agar posisi Rini di atas. Ku peluk tubuh Rini dan ku coba menarik keluar penisku dari lobang sempit yang basah itu, lalu mendorongnya masuk kembali. Beberapa kali ku lakukan itu, aku mebali berguling, sehingga posisiku mebali di atas. Saat itulah permainan sesungguhnya di mulai. Vagina Rini sepertinya telah mampu beradaptasi dengan benda tumpul yang menerobos lobang vaginanya. Rapatnya lobang vagina Rini memberikan kenikmatan yang luar biasa yang tidak pernah ku rasakan saat bercinta dengan Bu Tami. dinding vagina Rini seakan mencengkram erat batang penisku, persis seperti saat pertama Rini mencengkar penisku dengan tangannya. Selesai.




Bagaimana para Pembaca Serukan para maniak seks, jangan lupa ya!!! Selalu ikuti cerita-cerita dewasa di web www.butuhsex.com.




Cerita Sex Model 2016, Cerita Sex Sedarah 2016, Cerita Sex Jilbab Terbaru, Cerita sex tante girang 2016, Cerita Dewasa Sex Threesome Terbaru, Cerita Dewasa Sex Perawan 2016, Cerita Dewasa Sex Pegawai Salon 2016, Cerita Dewasa Sex Sekretaris Terupdate 2016, Sekretaris, Cerita Sex Mahasiswa terbaru 2016, Cerita Sex Mahasiswi terbaru 2016, Cerita Sex Perselingkuhan 2016, Cerita Sex SMA 2016, Cerita Mesum, Cerita Ngentot, Cerita Skandal Sex, Abg, Gangbang, Spg, Pramugari, Janda, Wanita kesepian, Tante kesepian, foto bugil, foto hot, Anak SMP, Anak Kuliah, Cerita sex terbaru terbaru 2016, cerita hot terbaru 2016 dan banyak lagi Cerita Sex Terbaru 2016 lainya.





Agen Vimax Canada


Cerita Dewasa Join Tetek Sama Dek Fikar



VIMAX
http:http://pembesarpenisvimaxasli.com/

Butuh Sex Kategori : Cerita Dewasa Sex Mahasiswa 2016 “Cerita Dewasa Join Tetek Sama Fikar” Cerita Sex Tante Girang 2016, Cerita Dewasa Threesome terbaru 2016, Cerita Sex Bispak Terbaru, Cerita Sex Skandal 2016, Foto Cewek Bugil 2016, Foto Cewek Hot Terbaru, Cerita Sex Terbaru 2016,


Butuhsex kali ini menceritakan pengalaman Sex dari seorang Mahasiswa yang bernama Reno. Reno ini mempunyai kebiasaan yang aneh, dimana setiap dia melihat seorang Ibu muda menyusui, dia selalu ingin join menyusu dengan bayi yang disusui seorang ibu. Sampai pada akhirnya keinginan Reno-pun terwujud, dia-pun mendapatkan kesempatan itu dengan sorang ibu muda yang bernama Mba’ Mita. Mau tahu kelanjutan ceritanya, Langsung aja yuk baca dan simak baik baik cerita dewasa ini.



Butuhsex.com | Cerita Dewasa Join Tetek Sama Dek Fikar | Cerita Sex Tante Girang 2016, Cerita Dewasa Threesome terbaru 2016, Cerita Sex Bispak Terbaru, Cerita Sex Skandal 2016, Foto Cewek Bugil 2016, Foto Cewek Hot Terbaru, Cerita Sex Terbaru 2016,


Cerita Dewasa Join Tetek Sama Dek Fikar



Sebelum saya memulai cerita sex saya ini, perkenalkan nama saya Reno, status saya sekarang adalah seorang mahasiswa tingkat akhir di salah satu perguruan tinggi ternama di Jakarta. Saya akan menceritakan kebiasaan saya yang terbilang aneh. Dimana setiap saya melihat seorang ibu menyusui anaknya, entah menapa saya selalu merasa ingin ikut menyusu. Sampai pada suatu hari akhirnya keinginan itupun terwujud.


Cerita ini berawal dari hobiku yang setiap sore aku selalu bersepeda keliling lingkungan tempat tinggalku. Saya termasuk tipe orang yang selalu menjaga stamina kesehatan tubuh. Maka dari itu kenapa bersepeda sering saya lakukan setiap sore hari. Tapi selain itu, ada maksud lain yang menjadi semangat saya. Tidak lain itu karena seorang Wanita atau lebih tepatnya seorang IRT ( Ibu Rumah tangga ) yang tinggal di dekat tempat tinggal saya.


Sebut saja namanya Mba’ Mita, dia mempunyai tinggi 167 cm, berba sintal berwajah manis, bisa disebut dia seorang Mahmucan ( mamah muda cantik ). Ketika sore itu, saya bersepeda, setiap saya bersepeda, saya selalu bertemu dengan Mba’ Mita. Setiap bertemu Mba’ Mita, pasti dia selalu menggendong anaknya yang masih berumur 2,2 tahun sembari memberi makan pada anaknya itu.


Sering juga saya memergoki Mba’ Mita seg menyusui anaknya tersebut, pemangan itulah yang menjadi alasan saya kenapa saya sering bersepeda pada sore hari. Didepan kedua mata saya di tempat umum, Mba’ Mita tanpa ragu menyusui anaknya. Sering sekali saya melihat kegitan itu, yang membuat saya berfikir mesum dia selalu tersenyum ketika melihat saya. Lampu hijau nih buwat saya ( ucap dalam hatiku).


Dasar otak ngeres, yang dipikir pasti yang itu-itu aja, hahaha. Malah kag saya ngerasa dia sengaja memamerkan payudaranya kepada saya, yaitu waktu menyusui kag dia membuka hampir separuh kancing bajunya sehingga telihat dua Payudaranya yang mengkal itu. setelah beberapa lama saya baru tahu kalau ukurannya 34B.


Bra yang dia pakai tiap hari selalu membuatku merasa bahwa payudaranya semakin hari semakin merangsang saja. Kag hitam, pink, merah, biru, ungu yang paling saya suka yaitu bentuk Bra yang mempunyai renda. Hot banget rasanya. Suatu ketika, saya beranikan diri untuk berbincang dengannya. Hari itu dia seg memakai baju seperti baju tidur berwarna biru laut dengan rok longgar berwarna putih. Masih kayak anak muda aja deh walau umurnya telah menginjak kepala 3.


“ Apa kabar Mba’?? lagi asyik ngapain nih Mba’ ? ” tanya saya


“ Ini dik, biasa nyuapin Fikar sambil jalan-jalan ” jawabnya,


“ Sekalian nyari udara segar sore hari ” lanjutnya,


“ Wah sehat banget keliatannya Mba’ anaknya, pasti makannya banyak yah ? ” basa-basiku,


“ Nggak juga sih Ren, Cuma nyusunya itu loh, kenceng banget. ” timpalnya
Otakku yang ngeres langsung de mengarah ke hal yang iya iya,


“ Wah susu yang mana nih Mba’?? ” tanya saya sambil tersenyum mupeng,


“ Ya susu botol susu ini. ” sambil dia memegang payudaranya sendiri,


“ Wah mau dong Mba’ minta susunya, biar saya juga sehat. ” ucap saya,


“ Wah susu yang mana nih Ren, klo susu botol-kan ga mungkin, toh kamu ini-kan udah besar, ”


“ Jangan-jangan yang ini ya?? ” Sambil senyum juga Mba’ Mita ini,


Woww… berani juga nih si Mba’ Mita, langsung aja deh Saya jawab dengan ketawa juga,


“ Emang boleh ya Mba’?? ”


Tiba-tiba si Fikar merengek meminta susu pada Ibunya, “ Bentar ya Ren, Fikar minta tetek ni. ”,


Sembari dia mebuka kancing baju 3 biji ngeluarin kedua teteknya yang masih terbungkus Bra warna hitam berenda itu.Wah pucuk dicinta ulam pun tiba, akirnya bisa ngeliat dari dekat prosesi ini. Tetek Mba’ Mita sangat indah ternyata, apalagi Bra yang dipakai sangat kontras dengan kulitnya yang kuning langsat yang paling saya sukai.


“ Bra-nya berenda coy mantap ” ucapku dalam hati,


Begitu teteknya terbuka satu, langsung deh si Fikar menyerobotnya dengan cepat menghisap dengan kencang.


“ Pelan-pelan sayang, nanti tersedak lho ”


Sambil Mba’ Mita mengocok-ngocok teteknya yang sudah dikenyot anaknya itu.
Wah jadi mupeng ne, putingnya yang coklat agak besar sempat terlihat sekilas oleh matsaya.


“ Kejantananku yang dibawah sudah mulai berontak nih, gawat ” batinku,


Waktu itu kami berada di pinggir lapangan sebuah sekolah, tepatnya di tempat duduk di luar kelas yang terletak dipojokan gedung. Mba’ Mita tiba-tiba meminta anaknya untuk berganti posisi agar anaknya mengenyot tetek yang satunya. (uda abis mungkin yang kiri??) Tetek yang uda selesai diisep anaknya dibiarkan menggantung bebas,
Duh Kejantananku udah nggak kuat nih, uda berdiri tegak didalam celana membuat saya jadi salting. Mba’ Mita ternyata melihat gelagat anehku ini.


“ Kamu kenapa Ren ? ” tanyanya


Dengan terkaget saya menjawab,


“ A… a… anu…emm… ngg… ngga papa kok Mba’. ”


“ Jangan bohong kamu Ren, kamu pengen ya?? ”


Duh makin tegang aja dengan pertanyaan seperti ini. Tapi karena amin telah mengalahkan iman maka sayapun menjawab,


“ Emangnya boleh ya Mba’? Nanti ada yang marah? ”


“ Ya asal nggak rebutan sama Fikar ya nggak papa. ”


Wah bener-bener beruntung ne hari ini,


“ Maksudnya Mba’? ” Saya belagak polos nih,


Sambil memutar-mutar teteknya yang sebelah kiri dia bilang.


“ ayo sini aja, masih ada satu kok. ”


“ Tapi pelan pelan ya, si Fikar mau tidur ni kayaknya ” lanjutnya,


Langsung aja gua deketin Mba’ Mita, pertama-tama Saya masih ragu, namun dia terus menarik tanganku untuk menyentuh bukit yang indah itu.


“ Jangan malu-malu deh Ren… ” sambil menyentuhkan tanganku ke Payudaranya itu,


Ku elus-elus tetek itu dengan lembut, seru juga ya mainin tetek Wanita yang menyusui sambil ada anaknya yang seg netek. (ukurannya itu lho, manteb gan!!) Waduw kayak threesome aja, tapi yang satu masi anak-anak. Lama kelamaan remesanku terhadap teteknya ternyata membuatnya terangsang, terus saya beranikan untuk mencium puting yang imut itu.


“ Ren di sebelah sana aja yuk? ” ajaknya,


Dengan menunjuk sebuah pelataran kecil di pojok gedung dengan lokasi agak ke belakan.wah seru juga ne tempatnya,


“ Ayo Ren dilanjut lagi. ” Ajaknya,


“ Mba’ dibuka aja de bajunya, biar lebih leluasa. ” pintsaya,


Akirnya dia membuka baju itu dengan mudah karena tinggal beberapa kancing saja yang belum terbuka. Dengan Bra yang masih menempel diatas teteknya, saya mulai mengisap, memilin, menjilat memainkan dengan lidahku. Tanganya mulai bereaksi terhadapku, menelusurlah tangan kirinya ke selangkanganku. Mulailah dia mengelus dari luar, kemudian tak berapa lama telah masuk ke dalam celana kolorku.


Di tempat itu, terdapat sumur dengan sedikit lantai kering berbahan beton yang hangat karena terkena sinar matahari seharian. Dengan perlahan saya rebahkan dia di lantai tersebut dengan Fikar masih mengenyot teteknya yang kanan tanpa terusik sedikitpun. Dia memintsaya melepas celana baju yang kupakai sehingga hanya tertinggal celana dalam Crocodile saya yang menempel. Langsung sayapun rebahan di samping Mba’ Mita sambil saling berciuman.


Ganas juga ciumannya, lidah kami saling bertemu, mulut pun beradu sambil tangan kiriku bergerilya di dalam roknya. Bergantian saya mencium bibir teteknya itu sambil tangan kiri mengelus gundukan selangkangannya. Tangan kananku tak mau kalah mulai melepas kaitan Bra yang masih menempel itu. Mba’ Mita juga makin liar mengelus Kejantananku dari luar celana dalam, kemudian karena tidak puas dia masuk ke dalam celana dalamku mengelus mengocok Kejantananku, mantap bener rasanya, namanya juga uda pengalam kali ya?


“ Ren, Mba’ ga bisa bangun ne, jadi tolong bukain celana dalammu ya? ”


Langsung kubuka celana dalamku sambil berdiri. Kulihat dia tersenyum menatapku, ketika terlepas, menyembullah Kejantananku yang sudah tegang ini.


“ Gede banget punya kamu Reno, punya suami Mba’ aja kalah sama punya kamu ”


Kejantananku ku masih standar dengan ukuran 17cm, namun gendut dari pangkal ke ujung.


“ Masak si Mba’ ? ” tanya saya,


“ Mba’, saya boleh minta dikulum Kejantananku nggak ? ”


Sambil senyum dia mengangguk tanda mengiyakan. Saya arahkan Kejantananku ke mulutnya, langsung dijilati pelan-pelan sampai dia menelannya. Tanganku tak mau menganggur, saya raih tetek yang kanan dengan sedikit susah payah saya jangkau celana dalamnya yang berwarna hitam berenda pula, kemudian saya lepaskan namun dengan rok yang masih terpakai. Sambil terus menjilat mengulum Kejantananku, saya terkagum melihat Memeknya.


Kewanitaan yang tercukur mulus dengan bibir merah sedikit menjulurkan kulitnya keluar, langsung saja saya memposisikan diri dengan gaya 69. Dengan perlahan saya menjilat bibir Memeknya, saya julur-julurkan lidah ini kedalamnya secara perlahan. Sengaja saya memancing nafsunya agar terus naik, terlihat dari cara dia mengulum Kejantananku yang semakin liar. Disedot-sedot dengan kenceng dKejantananku ini sampai tertelan semuanya,


“ Wah hebat ne, Kejantananku sampai bisa ditelan abis ” pikirku.


Jariku mulai ikut campur dengan lidahku, mulai saya masukkan sedikit ujung telunjukku ke Memek-nya dengan terus menjilat, saya ga mau merusak Memek yang indah ini dengan tanganku. Hanya Kejantananku yang hanya bolehh masuk lebih dalam lagi. Lenguhan Mba’ Mita yang terangsang dengan aksiku terdengar cukup keras, untung daerah tersebut sepi jarang dilewati orang.


Anaknya yang bernama Fikar, gak merasa terganggu dengan lenguhan mamanya itu namun tetap tertidur, mungkin ngantuk berat kali??hehehe tanpa terasa Memeknya uda basah banget tak berapa lama cairan benih agak putih keluar dari lubang surga tersebut, tubuh Mba’ Mita agak terhentak mulutnya terasa sedikit menggigit Kejantananku.


“ Pasti dia uda sampai duluan ni? ” pikirku dalam hati.


Saya hentikan aksiku saya cabut juga Kejantananku dari mulutnya, Mba’ Mita terlihat sedikit lemas namun tetap tersenyum penuh gairah terhadapku. Saya sudah sangat terangsang pengen memasukkan Kejantananku ini ke sarangnya, begitu juga Mba’ Mita yang begitu terangsang melihat Kejantananku.


“ Mba’, saya boleh masukin ne? ” tanya saya,


Dia hanya mengangguk tersenyum padsaya. Saya lebarkan pahanya itu, dengan agak menindih saya masukkan sedikit demi sedikit Kejantananku ini. Saya resapi tiap jengkal kenikmatan surga ini, belum sampai setengah Mba’ Mita terlihat sedikit meringis.


“ Pelan-pelan …agak sesak ne rasanya… ”,


“ Wow… besar sekali punyamu, tapi nikmat banget ! ” ,


“ Terus …… ” sambil menggigit bibirnya,


Setelah masuk seluruhnya, saya genjot dia dengan posisi Man On Top sambil saya push-up mantep banget, rasanya dalem banget Kejantananku ini menusuknya. Mulutku tak mau kalah, mencium mengemut teteknya secara bergantian. Hampir 15 menit kami dalam posisi seperti ini, karena sedikit lelah sayapun berubah posisi. Saya cabut dengan cepet Kejantananku, serr sensasinya ruaar biasa.


Kemudian saya rebahkan ba ku disampingnya miring kekanan, saya angkat kaki kirinya ke atas kemudian dari samping saya masukkan Kejantananku lagi. Zleebbb… Kejantananku ini telah tenggelam lagi kedalam lubang surgawi, saya goyang pelan, sedikit bertenaga kenceng, sambil mulut ini beradu tangan kiriku meremas puting tetek sebelah kiri. Lagi asik-asiknya tiba-tiba anaknya terbangun.


“ Duh gawat ne? ” katsaya dalam hati.


Namun Mba’ Mita langsung mengelus anaknya mendekapnya agar tetap diam akirnya Fikarpun tertidur kembali sambil netek. Wah lengkap sudah yang Mba’ Mita rasakan, uda yang bawah diganjal ama Kejantananku, kedua teteknya ada yang ngenyot mulut juga bergantian saya lumat.


Erangannya semakin kuat hampir menuju puncaknya, sayapun merasakan ada sesuatu yang mau menyembur dari ujung Kejantananku. Semakin ku percepat gerakan Kejantananku ke dalam Memeknya, semakin liar juga kami berciuman semakin ganas tanganku meremas teteknya. Setelah hampir 20 menit dalam posisi tersebut tiba-tiba saya ngerasa uda hampir sampai.


“ Mba’ saya mau keluar ne… ”


“ Saya juga , bareng ya… ” pintanya,


Saya terus mnggoyangkan Kejantananku dengan makin cepat, 5 menit kemudian saya sudah tak tahan lagi.


“ Mba’….k…k….saya keluarrrrrrr ”


“ Saya juga dek…k…k… ”


“ Crot…Crot…Crot…Crot… “


Tumpahlah semua Spermsaya ke dalam Memeknya.ahhh,nikmat banget rasanya, sampai ke ubun-ubun rasa nikmat itu. Tapi walau uda keluar saya tetap membiarkan Kejantananku di dalam Memeknya. Kami masih saling berpagutan lembut menikmati tiap centi kenikmatan yang telah kami lewati., tanganku juga masih mengelus teteknya, anaknya juga masih mengenyot tetek yang satunya secara perlahan.


“ Makasih ya ….sensasi ini belum pernah saya dapatkan. ”


“ Sama sama Mba’, makasih juga uda diberi kehormatan mencicipi tubuh Mba’. ”


“ Udah lama saya pengen ama Mba’ setiap kulihat Mba’ neteki disini ”


“ Nakal kamu ya !! ”


“ Mba’ juga sengaja si ngeluarin tetek kok sampe dua duanya. Hehehehe ”


Saya cabut Kejantananku,


“ Pluppp… ” bunyinya.


Setelah itu saya bangun memakai semua bajuku, saya kenakan lagi celana dalam Mba’ Mita sambil saya berikan kecupan kecil di bibir Memeknya.


“ Ssss… ahhhh… uuuhh…ahhh… ” lenguh Mba’ Mita.


Diapun mengaitkan Branya tanpa memakai dulu karena Fikar masih netek. Kamipun masih berbincang, saya masih merasa pengen menghisap teteknya. Mba’ Mita mempersilahkan saya untuk tetap mencium teteknya. Sampai menjelang senja akhirnya kami-pun keluar dari Sekolah tersebut dengan Fikar yang mulai terbangun. Kami pun berjanji akan mengulangnya kembali. Sungguh sensasi yang luar biasa dari bersetubuh dengan seorang wanita yang menyusui. Demikian Sex saya dengan seorang ibu menyusui. Selesai.




Bagaimana para Pembaca Serukan para maniak seks, jangan lupa ya!!! Selalu ikuti cerita-cerita dewasa di web www.butuhsex.com.




Cerita Sex Model 2016, Cerita Sex Sedarah 2016, Cerita Sex Jilbab Terbaru, Cerita sex tante girang 2016, Cerita Dewasa Sex Threesome Terbaru, Cerita Dewasa Sex Perawan 2016, Cerita Dewasa Sex Pegawai Salon 2016, Cerita Dewasa Sex Sekretaris Terupdate 2016, Sekretaris, Cerita Sex Mahasiswa terbaru , Cerita Sex Mahasiswi 2016, Cerita Sex Perselingkuhan 2016, Cerita Sex SMA 2016, Cerita Mesum, Cerita Ngentot, Cerita Skandal Sex, Abg, Gangbang, Spg, Pramugari, Janda, Wanita kesepian, Tante kesepian, foto bugil, foto hot, Anak SMP, Anak Kuliah, Cerita sex terbaru terbaru 2016, Cerita hot terbaru 2016 dan banyak lagi Cerita Sex Terbaru 2016 lainya.




Agen Vimax Canada