Tampilkan postingan dengan label cerita Dewasa Sex Perkosaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerita Dewasa Sex Perkosaan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 24 Januari 2017

Cerita Dewasa Gangbang Bersama Briptu Lisa



VIMAX
http:http://pembesarpenisvimaxasli.com/


Butuh Sex Kategori : Cerita Dewasa Sex Perkosaan 2016 “Cerita Dewasa Gangbang Bersama Briptu Lisa“, Cerita Sex Suster 2016, Cerita Dewasa Sex Tante terbaru, Cerita Sex Bispak Terbaru, Cerita Sex Skandal 2016, Foto Cewek Bugil 2016, Foto Cewek Hot Terbaru, Cerita Sex Terbaru 2016,




Butuhsex kali ini mengisahka seorang Polwan Malang yang Diperkosa oleh 9 penjahat. Musibah ini berawal dari penagkapan kepala Gengster yang bernama Frengky oleh Briptu Lisa karena suatu kasus. Singkat cerita sampai pada waktu itu Frengky terlepas dari jeratan hukum dan berniat membalas dendam kepada Briptu Lisa. Sampai pada akhirnya dendam Frenky-pun terwujud dengan cara memperkosa Briptu Lisa bersama teman-temannya. Mau tahu kelanjutan ceritanya, Langsung aja yuk baca dan simak baik baik cerita dewasa ini.




Butuhsex.com | Cerita Dewasa Gangbang Bersama Briptu Lisa | Cerita Sex Suster 2016, Cerita Dewasa Sex Tante terbaru, Cerita Sex Bispak Terbaru, Cerita Sex Skandal 2016, Foto Cewek Bugil 2016, Foto Cewek Hot Terbaru, Cerita Sex Terbaru 2016,


Cerita Dewasa Gangbang Bersama Briptu Lisa




Sebut saja Alisa namanya, dia adalah seorang Polwan berpangkat Briptu dan umurnya baru 21 tahun. Polwan ini panggilan akrabnya adalah Lisa, sebagai polwan dia terBanguk polwan yang memiliki paras yang cantik. Selain cantik Briptu Lisa juga mempunyai postur tubuh yang proposional, berkulit putih. Bibirnya yang merah merona melengkapi tubuhnya Seky dan padat.




Teman-teman seprofesinya sering mengatakan bahwa dia mirip artis Claudia Cintia Bella mantan seorang artis muda terkenal itu. Teman-teman seprofesinya sebenarnya sangat menyayangkan kalau Lisa ini menjadi sebagai seorang Polwan, padahal dia lebih cocok menjadi seorang foto model atau seorang artis sinetron. Maklum saja mereka mengatakan seperti itu, karena memang Lisa ini Polwan yang memiliki perawakan yang cukup untuk seorang seorang foto model atau artis sinetron.




Dengan berat badan 60 kg, tinggi badan 180 cm terlihat sangat ideal sekali. Ditambah lagi dia mempunyai ukuran BH 34B, ukuran payudaranya menambah nilai plus untuk penampilannya. Lisa semakin menggeBangkan, ketika dia mengenakan seragam dinas Polwan dengan rok dan baju seragam khas Polri. Seragamnya yang berukuran ketat membuat garis CD (celana dalam) Lisa terlihat jelas dibalik rok yang menutupi pantat Lisa yang semok sekali. Dibalik rok ketatnya, ketika dia berjalan dijamin goyangan pantatnya bakal membuat kaum lelaki bakal ereksi.




Sampai ketika pada suatu malam, kira-kira sekitar jam 22.00 Lisa berjalan sendirian untuk pulang menuju Ke asrama polisi yang jarak tempuhnya hanya ½ Km dari kantor tempat dinas-nya. Ketika itu Lisa merasa tubuh-nya terasa letih karena hari ini bekerja lembur. Dia merasa sekujur tubuhnya terasa lengket karena keringat yang membasahi seragam dinas Polri-nya.




Tibalah Alisa pada jalan pintas menuju ke Asrama yang biasa dia lewati. Tetapi ketika dia ingin melangkahkan kakinya ke jalan pintas itu, dengan tiba-tiba sebuah mobil berkaca film gelap memotong dan berhenti berhenti di depannya. Belum s4 dia menenangkan diri akbat kaget, keluar lah 2 pemuda berbadan besar dari pintu mobil itu, kemudian 2 pemuda itu menyekap dan membawa Briptu Lisa kedalam mobil itu. Briptu Lisa yang ketika itu tidak berdaya hanya bisa meronta, Jangankan untuk melawan untuk berteriak saja tidak bisa.




Sampai pada akhirnya dia berada di dalam mobil tersebut, ternyata ada 4 orang Laki-laki. Briptu Lisa diancam untuk tidak berteriak dan bertindak macam-macam, sementara mobil itu terus melaju dengan kencangnya. Sesaat merasa heran dan shock kenapa dia tiba-tiba disekap oleh mereka, dan ketika itu Lisa duduk di Jok tengah dan dihimpit pleh 2 orang Laki-laki besar tadi.




Didalam mobil mereka berusaha melecehkan Polwan malang itu, dengan cara meraba-raba paha Lisa. Ke 2 lelaki tersebut mulai bergantian meraba-raba paha mulus Briptu Lisa. Karena Lisa adalah seorang Polwan tindakan pecehan itu-pun mulai dilawan oleh naluri Polwanya, dan Lisa kini-pun mencoba melakukan perlawanan kepada ke 2 laki- laki itu. Tapi percuma saja Lisa melakukan perlawanan, Karena saat dia mencoba melawan, lelaki yang duduk di belakang Lisa memukul bagian leher belakang lisa. Lisa-pun kemudian tidak sadarkan diri akibat pukulan tadi.




Ke 2 tangan Briptu Alisa diikat ke belakang dengan tali tambang hingga dadanya yang montok dan Bangih dilapisi seragam Polwan itu mencuat ke depan. Sementara itu selama dalam perjalanan Ke 2 orang Laki-laki yang menghimpitnya itu memanfaatkan kes4an dengan bernafsu menyingkap rok seragamnya Alisa sampai sepinggang. Setelah itu Ke 2 belah kakinya dibentangkan lebar-labar ke kiri dan kanan sampai akhirnya tangan-tangan nakal Ke 2 lelaki tersebut dengan leluasa bergerilia ke bagiam CD ( celana dalam ) Alisa, kemudian dengan bernafsu mengusap-ngusap Vagina Briptu Alisa.




Samapai pada akhirnya sampailah mereka di sebuah rumah besar yang sudah lama tidak dAdonpati di suatu daerah sepi. Mobil langsung Banguk ke dalam dan garasi langsung ditutup rapat-rapat. Kemudian Alisa yang Bangih pingsan itu langsung diangkat oleh 2 orang yang tadi menghimpitnya Banguk ke dalam rumah tersebut. Rumah tersebut kelihatan sekali tidak terawat dan kosong, Tetapi di tengah-tengahnya terdapat satu sofa besar yang telah lusuh.




Ternyata di sana sudah menunggu kurang lebih sekitar 5 orang Laki-laki lagi, jadi total di sana ada sekitar 9 orang lelaki. Mereka semua berperangai sangar, badan mereka rata-rata dipenuhi oleh tatto dan lusuh tidak terawat, sepertinya mereka jarang merawat diri. Briptu Alisa kemudian didudukkan di sebuah kursi sofa panjang di antara mereka.




“ Wow betapa cantiknya Polwan ini, ” guman beberapa lelaki yang menyambut kedatangan rombongan penculik itu sambil memandangi tubuh lunglai Alisa.




Tiba-tiba salah seorang dari mereka memberi perintah,




“ Gor.., ambilikan air, cepat… !!! ” ujar salah satu orang,




Seseorang bernama Tagor segera keluar ruangan dan tidak lama kemudian datang dengan seember air.




“ Ini Frenk.., ” ujar Tagor.




Frenk yang berbadan tegap dan berambut panjang terkuncir itu berdiri dan menyiramkan air pelan-pelan ke muka Briptu Alisa. Beberapa saat kemudian, ketika sadar Polwan cantik itu terlihat sangat terkejut melihat suasana di depannya,




“ Kamu… ” katanya seraya menggerakkan tubuhnya, dan dia sadar kalau tangannya terikat erat.




Kali ini Frenky tersenyum, dengan senyum kemenangan da n dendamnya,




“ Mau apa kamu..! ” Briptu Alisa bertanya setengah menghardik kepada Frenk.




“ Jangan macam-macam ya, saya anggota polisi..! ” lanjutnya lagi.




Frenk hanya tersenyum,




“ Silakan saja teriak, nggak bakal ada yang dengar kok. Ini rumah jauh dari mana-mana, ” kata Frenk.




“ Asal tau aja, begitu urusan Gue di Polda waktu itu beres, Lo udah jadi incaran pertama Gue waktu itu, ” sambungnya.




Sadar akan posisinya yang terjepit, keputusasaan pun mulai terlihat di muka Polwan itu, mukanya yang cantik sudah mulai terlihat memelas memohon iba. Tetapi kebencian di hati Frenk Bangih belum padam, terlebih-lebih dia Bangih ingat ketika Briptu Alisa membekuknya saat dia beraksi melakukan pencopetan di dalam sebuah pasar. Tetapi karena bukti yang kurang, saat diproses di Polda Frenk pun akhirnya dibebaskan. Hal inilah yang membuat Frenk mendendam dan bertindak nekat seperti ini.




Memang di kalangan dunia kriminal nama Frenk cukup terkenal. Laki-laki yang berusia 45 tahun itu sering keluar Banguk penjara lantaran berbagai tindak kriminal yang telah dibuatnya. Tindakannya seperti mencopet di pasar, merampok pengusaha, membunuh sesama penjahat. Kejahatan terakhir yang belum semat terlacak oleh polisi yang dia lsayakan beberapa hari yang lalu adalah merampok dan memperkosa korbannya, yaitu seorang ibu muda yang berusia sekitar 26 tahun, istri dari seorang pengusaha muda yang kaya raya. Ibu itu sendirian di rumahnya yang besar dan mewah karena ditinggal suaminya untuk urusan bisnis di Austalia.




“ Ampun Bang, maafkan saya, saya waktu itu terpaksa bersikap begitu, ” katanya seolah membela diri.




“ Ha.. ha.. ha… ” Frenk tertawa lepas dan serentak lelaki yang lainnya pun ikut tertawa sambil mengejek Briptu Alisa yang duduk terkulai lemas.



“ Hei Polwan goblok, Gue ini kepala preman sini tau! Lo nangkep Gue sama aja bunuh diri! ” ujar Frenk sambil mengelus-elus dagunya.



“ Sekarang Lo musti bayar mahal atas tindakan Lo itu, dan Gue mau kasih Lo pelajaran supaya Lo tau siapa Gue, ” sambungnya.




Briptu Alisa pun tertunduk lemas seolah dia menyesali tindakan yang telah diambilnya dulu, airmatanya pun mulai berlinang membasahi mukanya yang cantik itu. Tiba-tiba, “ BUKK., ” sebuah pukulan telak menghantam pipi kanannya, membuat tubuh Alisa terlontar ke belakang seraya menjerit. Seorang lelaki berkepala botak telah menghajar pipinya, dan “ BUKK ” sekali lagi sebuah pukulan dari si botak menghantam perut Alisa dan membuat badannya meringkuk menahan rasa sakit di perutnya.




“ Aduh.., ampun Bang.. ampunn.., ” ujar Alisa dengan suara melemah dan memelas.




Frenk sambil melepaskan baju yang dikenakannya berjalan mendekati Alisa, badannya yang hitam dan kekar itu semakin terlihat seram dengan banyaknya tatto yang menghiasi sekujur badannya.




“ Udah Ton, sekarang Gue mau action, ” ujar Frenk sambil mendorong Toni si kepala Botak yang menghajar Alisa tadi.




Tidak perduli dengan pembelaan diri Alisa, Frenk dengan kasarnya menyingkapkan rok seragam Polwan Alisa ke atas hingga Ke 2 paha mulus Alisa terlihat jelas, juga CD ( celana dalam ) putihnya. Alisa menatap Frenk dengan ketsayatan,




“ Jangan, jangan Bang… ” ucapnya memelas seakan tahu hal yang lebih buruk akan menimpa dirinya.




Kemudian, dengan kasar ditariknya CD ( celana dalam ) Alisa sehingga bagian bawah tubuh Alisa telanjang. Kini terlihat gundukan Vagina Alisa yang ditumbuhi bulu-bulu halus yang tidak begitu lebat, sementara itu Alisa menangis terisak-isak.




Para lelaki yang berada di sekitar Frenk itu pun pada terdiam mLongo melihat indahnya Vagina Polwan itu. Untuk sementara ini mereka hanya dapat melihat ketua mereka mengerjai sang Polwan itu untuk melampiaskan dendamnya.




Kini Frenk memposisikan kepalanya tepat di hadapan selangkangan Alisa yang nampak mengeliat-geliat ketsayatan. Tanpa membuang waktu, direntangkannya Ke 2 kaki Alisa hingga selangkangannya agak sedikit terbuka, dan setelah itu dilumatnya Vagina Alisa dengan bibir Frenk.




Dengan rsayas bibir dan lidah Frenk mengulum, menjilat-jilat lubang vagina Alisa. Badan Alisa pun menggeliat-geliat kerenanya, matanya terpejam, keringat mulai banjir membasahi baju seragam Polwannya, dan desahan-dedahan Lisa-pun mulai keluar dari bibirnya akibat ganasnya serangan bibir Frenk di bagian Vaginanya,




“ Euhhh… Ssss.. Ahhhh… ”




Tidak tahan melihat itu, Tagor dan seorang yang bernama Teguh yang berdiri di samping langsung meremas-meremas payudara Alisa yang Bangih terbungkus seragam itu. Briptu Alisa sesekali nampak berusaha meronta, Tetapi hal itu semakin meningkatkan nafsu Frenk.




Jari-jari Frenk juga meraba secara liar daerah liang Vagina yang telah banjir oleh cairan kewanitaannya dan air liur Frenk. Jari telunjuknya mengorek dan berputar-putar dengan lincah dan sekali-sekali mencoba menusuk-nusuk.




“ Aakkh.. Ooughh… ” Briptu Alisa semakin keras mengerang-ngerang.




Setelah puas dengan selangkangan Alisa, kini Frenk bergeser ke atas ke arah muka Alisa. Dan kini giliran bibir merah Alisa yang dilumat oleh bibir Frenk. Sama ketika melumat Vagina Alisa, kini bibir Alisa pun dilumat dengan rsayasnya, dicium, dikulum dan memainkan lidahnya di dalam rongga mulut Alisa.




“ Hmmph.. mmph.. hhmmp., ” Alisa hanya dapat memejamkan mata dan mendesah-desah karena mulutnya terus diserbu oleh bibir Frenk.




Bunyi decakan dan kecupan semakin keras terdengar, air liur mereka pun meleleh menetes-netes. Sesekali Frenk menjilat-jilat dan menghisap-hisap leher jenjang Alisa.




“ Ini waktunya bro…” teriak Frenk yang disambut oleh kegembiraan teman-temannya.



Kini Frenk yang telah puas berciuman berdiri di hadapan Briptu Alisa yang napasnya terengah-engah akibat gempuran Frenk tadi, matanya Bangih terpejam dan kepalanya menoleh ke kiri seolah membuang muka dari pandangan Frenk. Frenk pun membuka celana jeans lusuhnya hingga akhirnya telanjang bulat. Vaginanya yang berukuran



besar telah berdiri tegak mengacung siap menelan mangsa.




Kini Frenk meluruskan posisi tubuh Alisa dan merentangkan kembali Ke 2 kakinya hingga selangkangannya terkuak sedikit kemudian mengangkat Ke 2 kaki itu serta menekuk hingga bagian paha Ke 2 kaki itu menempel di dada Alisa. Hingga Vagina Alisa yang berwarna kemerahan itu kini menganga seolah siap menerima serangan.




Tangis Alisa semakin keras, badannya terasa gemetaran, dia tahu akan apa-apa yang segera terjadi pada dirinya. Frenk pun mulai menindih tubuh Alisa, tangan kanannya menahan kaki Alisa, sementara tangan kirinya memegangi Penisnya membimbing mengarahkan ke lubang vagina Alisa yang telah menganga.




“ Ouuhh.. aah.. ampuunn.. Bangs..! ” rintih Alisa.




Badan Alisa menegang keras saat dirasakan olehnya sebuah benda keras dan tumpul berusaha melesak Banguk ke dalam lubang vaginanya.




“ Aaakkh..! ” Alisa mejerit keras,




Dengan matanya yang mendelik, badannya mengejang keras saat Frenk dengan kasarnya menghujamkan Penisnya ke dalam lubang vagina Alisa dan melesakkan secara perlahan ke dalam lubang vagina Alisa yang Bangih kencang dan rapat itu.



Keringat pun kembali membasahi seragam Polwan yang Bangih dikenakannya itu. Badannya semakin menegang dan mengejan keras disertai lolongan ketika Vagina Frenk berhasil menembus selaput dara yang menjadi kehormatan para gadis itu.




Setelah berhasil menanamkan seluruh Penisnya di dalam lubang vagina Alisa, Frenk mulai menggenjotnya mulai dengan irama perlahan-lahan hingga cepat. Darah segar pun mulai mengalir dari sela-sela Vagina Alisa yang sedang disusupi Vagina Frenk itu. Dengan irama cepat Frenk mulai menggenjot tubuh Alisa, rintihan Alisa pun semakin teratur dan berirama mengikuti irama gerakan Frenk.




“ Ooh.. oh.. oohh..! ” badannya terguncang-guncang keras dan terbanting-banting akibat kerasnya genjotan Frenk yang semakin bernafsu.




Setelah beberapa menit kemudian badan Frenk menegang, Ke 2 tangannya semakin erat mencengkram kepala Alisa, dan akhirnya disertai erangan kenikmatan Frenk berejsayalasi di rahim Briptu Alisa. Sperma yang dikeluarkannya cukup banyak hingga meluber keluar.




Briptu Lisa hanya dapat pasrah dengan menatap muka Frenk saja. Kemudian Lisa kembali memejamkan mata disaat Frenk bergidik untuk menyemburkan sisa spermanya sebelum akhirnya terkulai lemas di atas tubuh Alisa. Tangis Alisa pun kembali merebak, dia nampak sangat shock. Badan Frenk yang terkulai di atas tubuh Alisa pun terguncang-guncang jadinya karena isakan tangisan dari Alisa.




“ Gimana rasanya Bebs..? Nikmat kan..? ” ujar Frenk sambil membelai-belai rambut Alisa.




Beberapa saat lamanya Frenk menikmati kecantikan muka Alisa sambil membelai-belai rambut dan muka Alisa yang Bangih merintih-rintih dan menangis itu, sementara Vaginanya Bangih tertancap di dalam lubang vagina Alisa.




“ Makanya jangan main-main sama Gue lagi ya Bebs..! ” sambung Frenk sambil bangkit dan mencabut Vaginanya dari vagina Alisa.




“ Ayo siapa yang mau maju, sekarang gil… ” ujar Frenk kapada teman-temannya.




Belum lagi Frenk selesai bicara, Teguh sedari tadi di sampingnya sudah langsung mengambil posisi di depan Alisa yang Bangih lemas terkulai di kursi sofa. Beberapa orang yang tadinya maju kini mereka mundur lagi, karena memang Teguh adalah orang Ke 2 dalam geng ini.




Teguh yang berumur 35 tahun dan berperawakan sedang ini segera melepaskan celana jeans kumalnya, dan kemudian naik ke atas sofa serta berlutut tepat di atas dada Alisa. Vaginanya yang telah membesar dan tidak kalah gaharnya dengan Vagina Frenk kini tepat mengarah di depan muka Alisa. Alisa pun kembali membuang muka sambil memejamkan matanya. Teguh mulai memaksa Alisa untuk mengoral batang Penisnya. Tangannya yang keras segera meraih kepala Alisa dan menghadapkan mukanya ke depan Vaginanya.




Setelah itu kemudian Teguh memaksakan batang Penisnya Banguk ke dalam mulut Alisa hingga Banguk sampai pangkal penis dan sepasang buah zakar bergelantungan di depan bibir Alisa, yang kelagapan karena mulutnya kini disumpal oleh Vagina Teguh yang besar itu. Teguh mulai mengocokkan batang penisnya di dalam mulut Alisa yang megap-megap karena kekurangan oksigen. Dipompanya Vaginanya keluar Banguk dangan cepat hingga buah zakarnya memukul-mukul dagu Alisa.




Bunyi berkecipak karena gesekan bibir Alisa dan batang penis yang sedang dikulumnya tidak dapat dihindarkan lagi. Hal ini membuat Teguh yang sedang mengerjainya makin bernafsu dan makin mempercepat gerakan pinggulnya yang tepat berada di depan muka Alisa. Batang penisnya juga semakin cepat keluar Banguk di mulut Alisa, dan sesekali membuat Alisa tersedak dan ingin muntah.




5 menit lamanya batang penis Teguh sudah dikulumnya dan membuat Alisa makin lemas dan pucat. Akhirnya tubuh Teguh pun mengejan keras dan Teguh menumpahkan spermanya di rongga mulut Alisa. Hal ini membuat Alisa tersetak dan kaget, ingin memuntahkannya keluar Tetapi pegangan tangan Teguh di kepalanya sangat keras sekali, sehingga dengan terpaksa Alisa menelan sebagian besar sperma itu.




“ Aaah.., ” Teguh pun mendesah lega sambil merebahkan badannya ke samping tubuh Alisa.




Segera Alisa meludah dan mencoba memuntahkan sperma dari rongga mulutnya yang nampak dipenuhi oleh cairan lendir putih itu. Belum lagi menumpahkan semuanya, tiba-tiba badannya sudah ditindih oleh Toni yang dari tadi juga berada di samping.




“ Ouuh.., ” Alisa mendesah akibat ditimpa oleh tubuh Toni yang ternyata telah telanjang bulat itu.




Kini dengan kasarnya Toni melucuti baju seragam Polwan yang Bangih dikenakan Alisa itu. Tetapi karena Ke 2 tangan Alisa Bangih diikat ke belakang, maka yang terbuka hanya bagian dadanya saja.Setelah itu dengan kasarnya Toni menarik BH yang dikenakan Alisa dan menyembullah Ke 2 buah payudara indah milik Alisa itu. Pemandangan itu segera saja mengundang decak kagum dari para lelaki itu.




“ Aah.. udah Bangs.. ampuunn..! ” dengan suara yang lemah dan lirih Alisa mencoba untuk meminta belas kasihan dari para pemerkosanya.




Rupanya hal ini tidak membuahkan hasil sama sekali, terbukti Toni dengan rsayasnya langsung melahap Ke 2 bukit kembar payudara Alisa yang montok itu. Diremas-remas, dikulum dan dihisap-hisapnya Ke 2 payudara indah itu hingga warnanya berubah menjadi kemerah-merahan dan mulai membengkak. Setelah puas mengerjai bagian payudara itu, kini Toni mulai akan menyetubuhi Alisa.




“ Aaakkhh… ” kembali terdengar rintihan Lisa,




Dimana ketika itu Toni telah memasukkan Penisnya di dalam vagina Alisa. Mata Alisa kembali terbelalak, tubuhnya kembali menegang dan mengeras merasakan lubang Vaginanya kembali disumpal oleh batang Penis lelaki pemerkosanya. Tanpa membuang waktu lagi, Toni langsung menggenjot memompakan Vaginanya di dalam Vagina Alisa. Kembali Alisa hanya dapat merintih-rintih seiring dengan irama gerakan persetubuhan itu.




“ Aaahh.. aahh.. oohh.. ahh.. ohh..! ”




Selang beberapa menit kemudian Toni pun akhirnya berejsayalasi di rahim Alisa. Toni pun juga tumbang menyusul Frenk dan Teguh setelah merasakan kenikmatan berejsayalasi di rahim Alisa. Kini giliran seseorang yang juga tidak kalah bermuka garang, seseorang yang bernama Alex, badannya tegap dan besar serta berotot, kepalanya plontos, kulitnya gelap, penampilannya khas dari daerah timur Indonesia. Usianya sekitar 35 tahun.




Nampak Alex yang agak santai mulai mencopot bajunya satu persatu hingga telanjang bulat, Vaginanya yang belum disunat itu pun sudah mengacung besar sekali. Alisa yang Bangih kepayahan hanya dapat menatap dengan muka yang sendu, seolah airmatanya telah habis terkuras. Kini hanya tinggal senggukan-senggukan kecil yang keluar dari mulutnya, nafasnya Bangih terengah-engah gara-gara digenjot oleh Toni tadi.




Setelah itu dia mendekati Alisa dan menarik tubuhnya dari sofa sampai terjatuh ke lantai. Cengkraman tangannya kuat sekali. Kini dia membalikkan tubuh Alisa hingga telungkup, setelah itu Ke 2 tangan kekarnya memegang pinggul Alisa dan menariknya hingga posisi Alisa kini menungging. Jantung Alisa pun berdebar-debar menanti akan apa yang akan terjadi pada dirinya.




“ Aakkhh.. ja.. jangan di situu.., ough..! ” tiba-tiba Alisa menjerit keras, matanya terbelalak dan badannya kembali menegang keras.




Ternyata Alex berusaha menanamkan batang Penisnya di lubang anus Alisa. Alex dengan santainya mencoba melesakkan Penisnya perlahan-lahan ke dalam lubang anus Alisa.




“ Aaakh.. aahh.. sakit.. ahh..! ” Alisa meraung-raung kesakitan, badannya semakin mengejang.




Dan akhirnya Alex bernapas lega disaat seluruh Vaginanya berhasil tertanam di lubang anus Alisa. Kini mulailah dia menyodomi Alisa dengan Ke 2 tangan memeganggi pinggul Alisa. Dia mulai memaju-mundurkan Vaginanya mulai dari irama pelan kemudian kencang sehingga membuat tubuh Alisa tersodok-sodok dengan kencangnya.




“ Aahh.. aahh.. aah.. oohh.. sudah… oohh.. ampun.. saakiit.. ooh..! ” desah Lisa,




Begitulah rintihan Alisa sampai akhirnya Alex berejsayalasi dan menyemburkan spermanya ke dalam lubang dubur Alisa yang juga telah mengalami pendarahan itu. Akan tetapi belum lagi habis sperma yang dikeluarkan oleh Alex di lubang dubur Alisa, dengan gerakan cepat Alex membalikkan tubuh Alisa yang Bangih mengejan kesakitan hingga telentang. Alex rupanya belum merasakan kepuasan, dan dia tanamkan lagi kejantannya ke dalam lubang vagina Alisa.




“ Oouuff.., aahh..! ” Alisa kembali merintih saat Vagina Alex menusuk dengan keras lubang vaginanya.




Langsung Alex kembali menggenjot tubuh lemah itu dengan keras dan kasar sampai-sampai membanting-banting tubuh Alisa membentur-bentur lantai.




“ Ouh.. oohh.. ohh..! ” Alisa merintih-rintih dengan mata terpejam.




Pada khirnya beberapa menit kemudian Alex berejsayalasi kembali, yang kali ini di rongga vagina Alisa. Begitu tubuh Alex ambruk, kini giliran seseorang lagi yang telah antri di belakang untuk menikmati tubuh Polwan yang malang ini.




“ Giliran Gue bro, Gue dendam sama yang namanya polisi..! ” ujar Adon.




Adon, begitulah orang ini sering dipangil, dia adalah residivis keluaran baru yang baru berusia 19 tahun, Tetapi tidaklah kalah sangar dengan Frenk atau yang lainnya yang telah berusia 32 sampai 45-an tahun itu. Kejahatannya juga tidak kalah seram, terakhir dia sendirian merampok seorang mahasisiwi yang baru pulang kuliah malam dan kemudian memperkosanya.




Adon memungut topi pet Polwan milik Alisa dan mengenakan ke kepala Alisa yang kini seluruh tubuh lemasnya mulai gemetaran akibat menahan rasa sakit dan pedih di selangkangannya itu. Setelah itu tanpa ragu-ragu Adon meBangukkan penisnya langsung menembus vagina Alisa, Tetapi Alisa hanya merintih kecil karena terlalu banyak rasa sakit yang dideritanya. Dan kini seolah semua rasa sakit itu hilang.




Beberapa menit lamanya Adon memompa tubuh Alisa yang lemah itu. Badan Alisa hanya tersentak-sentak lemah seperti seonggokan daging tanpa tulang. Akhirnya kembali rahim Alisa yang nampak kepayahan itu dibanjiri lagi oleh sperma. Setelah Adon sebagai orang ke 5 yang memperkosa Alisa tadi, kini 4 orang yang lainnya mulai mendekat.




Mereka adalah anggota muda dari geng ini, usia mereka juga Bangih muda. Ada yang baru berusia 16 tahun dan ada pula yang berusia 18 tahun. Tetapi penampilan mereka tidak kalah seram dengan para seniornya, aksi mereka ber 4 beberapa hari yang lalu adalah memperkosa seorang gadis cantik berusia 16 tahun, siswi SMK yang baru pulang sekolah.




Gadis cantik yang juga berprofesi sebagai foto model pada sebuah majalah remaja itu mereka culik dan mereka gilir ramai-ramai di sebuah rumah kosong sampai pingsan. Tidak lupa setelah mereka puas, mereka pun menjarah dompet, HP, jam tangan serta kalung milik sang gadis malang tadi.




Rata-rata dari mereka yang dari tadi hanya menjadi penonton sudah tidak dapat menahan nafsu, dan mulailah mereka menyetubuhi Alisa satu persatu. Dibuatnya tubuh Polwan itu menjadi mainan mereka. Orang keenam yang menyetubuhi Alisa berejsayalasi di rahim Alisa. Tetapi pada saat orang ke tujuh yang memilih untuk menyodomi Alisa, tiba-tiba Alisa yang telah kepayahan tadi pingsan.




Setelah orang ketujuh tadi berejsayalasi di lubang dubur Alisa, kini orang ke delapan dan ke 9 berpesta di tubuh Alisa yang telah pingsan itu, mereka Banging-Banging menyemprotkan sperma mereka di rahim dan muka Alisa serta ada juga yang berejsayalasi di mulut Alisa.




Setelah ke 4 orang tadi puas, rupanya penderitan Alisa belumlah usai. Frenk dan Alex kembali bangkit dan mereka satu persatu kembali meyetubuhi tubuh Alisa dan sperma mereka ber 2 kembali tumpah di rahimnya. Kini semuanya telah menikmati tubuh Briptu Alisa sang Polwan yang cantik itu.




Tidak terasa waktu telah menunjukkan pukul 4 pagi, para anggota muda itu diperintah Frenk untuk melepas tali yang dari tadi mengikat tangan Alisa. Kemudian mereka disuruh mengenakan dan merapikan seluruh seragam Polwan ke tubuh Alisa, hingga akhirnya Alisa komplit kembali mengenakan seragam Polwannya walau dalam keadaan pingsan.




Setelah itu Frenk, Alex dan Toni menggotong tubuh Alisa ke mobil yang digunakan untuk menculik alisa tadi. Mereka membawa tubuh Alisa kembali ke tempat diambil tadi malam. Tetapi selama dalam perjalanan, tiba-tiba nafsu Toni kembali bangkit, dia pun mengambil kes4an terakhir ini untuk kembali memperkosa tubuh Alisa sebanyak 2 kali. Dia akhirnya berejsayalasi di mulut dan di rahim Alisa beberapa meter sebelum sampai pada tujuan. Frenk dan Alex yang duduk di depan hanya dapat memaklumi, karena nafsu Sek Toni memang besar sekali.




Setelah baju seragam Polwan Alisa dirapikan kembali, tubuh lunglai Briptu Alisa dicampakkan begitu saja di pinggir jalan yang sepi di tempat dimana Alisa tadi diciduk. Tanpa diketahui oleh Frenk dan Alex, Toni diam-diam rupanya menyimpan CD ( celana dalam ) berwarna putih milik Alisa, dan menjadikannya sebagai kenang-kenangan.




Setelah itu mereka pun meluncur ke rumah kosong tadi untuk menjemput kawanan geng mereka yang berada di sana. Kemudian mereka semua langsung meluncur menuju ke pelabuhan guna menumpang sebuah kapal barang untuk melakukan perjalanan jauh. Mereka pun berharap pada saat polisi mulai melacak keberadaan mereka, mereka sudah tenang dalam pelayaran menuju ke suatu pulau di wilayah timur Indonesia. Sungguh malang sekali Powan Alisa. Mungkin untuk menegakan kebenaran butuh pengorbanan. Selesai.




Bagaimana para Pembaca Serukan para maniak seks, jangan lupa ya!!! Selalu ikuti cerita-cerita dewasa di web www.butuhsex.com.




Cerita Sex Model 2016, Cerita Sex Sedarah 2016, Cerita Sex Jilbab Terbaru, Cerita sex tante girang 2016, Cerita Dewasa Sex Threesome Terbaru, Cerita Dewasa Sex Perawan 2016, Cerita Dewasa Sex Pegawai Salon 2016, Cerita Dewasa Sex Sekretaris Terupdate 2016, Sekretaris, Cerita Sex Mahasiswa terbaru 2016, Cerita Sex Mahasiswi terbaru 2016, Cerita Sex Perselingkuhan 2016, Cerita Sex SMA 2016, Cerita Mesum, Cerita Ngentot, Cerita Skandal Sex, Abg, Gangbang, Spg, Pramugari, Janda, Wanita kesepian, Tante kesepian, foto bugil, foto hot, Anak SMP, Anak Kuliah, Cerita sex terbaru terbaru 2016, cerita hot terbaru 2016 dan banyak lagi Cerita Sex Terbaru 2016 lainya.



Agen Vimax Canada


Cerita Dewasa Bonus Sex Dari Perpustakaan



VIMAX
http:http://pembesarpenisvimaxasli.com/


Butuh Sex Kategori : Cerita Dewasa Sex Perkosaan 2016 “Cerita Dewasa Bonus Sex Dari Perpustakaan“ Cerita Sex Suster 2016, Cerita Dewasa ABG, Cerita Sex Bispak Terbaru, Cerita Sex Skandal 2016, Foto Cewek Bugil 2016, Foto Cewek Hot Terbaru, Cerita Sex Terbaru 2016,




Butuhsex kali ini menceritakan pengalaman Sex dari seorang Mahasiswa bernama Joni. Dimana Joni ini adlah salah satu mahasiswa yang tergolong sangat malas. Sampai pada suatu hari Joni berniat pergi keperpustakaan untuk tidur. Tapi sesampainya di perpustakaan niat Joni berubah begitu saja ketika melihat Wani cantik yang ada didepannya. Singkat cerita akhirnya Joni-pun memaksa wanita itu untuk melakukan hubungan Sex dengan Joni. Mau tahu kelanjutan ceritanya, Langsung aja yuk baca dan simak baik baik cerita dewasa ini.




Butuhsex.com | Cerita Dewasa Bonus  Sex Dari Perpustakaan | Cerita Sex Suster 2016, Cerita Dewasa ABG, Cerita Sex Bispak Terbaru, Cerita Sex Skandal 2016, Foto Cewek Bugil 2016, Foto Cewek Hot Terbaru, Cerita Sex Terbaru 2016,


Cerita Dewasa Bonus Sex Dari Perpustakaan




Awal mula kisah Sex ini bermula saat Joni iseng-iseng untuk pergi keperpustakaan. Sebelumnya memang joni sama sekali tidak pernah ke perpustakaan, memang hal yang aneh bagi joni sih, untuk pergi ke perpustakaan. Jangankan untuk ke perpustakaan untuk kuliah saja dia sangat jarang mengikuti perkuliahan. Sampai akhirnya Joni telah berada di dalam perpustakaan.




Eh… ternyata benar memang niat Joni tidak seperti umumnya Mahasiswa lainya yang datang untuk membaca, melainkan dia datang bermaksud untuk tidur. Perpustakaan kampus biasaya jam segitu sangat sepi. Joni kemudian bergegas mengambil beberapa buku tebal dan besar, kemudian posisi meja paling ujung untuk tidur. Namun ketika Joni hendak memejamkan mata, tiba-tiba pandangan matanya terganggu oleh sebuah pemandangan.




Rupanya di meja depan Joni, duduk-lah seorang wanita manis yang membuat rasa ngantuk joni sekilas menghilang. Walaupun wanita itu kakinya terlilit kain celana jeans, tapi itu tidak menghilangkan bentuk kaki indah wanita itu. Ditambah lagi wanita itu mempunyai pantat yang terlihat kenyal, rambut panjang terurai, berkulit putih, bibir menggemaskan, dan ukuran payudara yang cukup besar. Hal itulah yang membuat joni tiba-tiba tidak mengantuk.




Naluri lelaki Joni-pun kemudian keluar begitu saja dengan disusulnya penis Joni yang langsung Ereksi ketika melihat wanita yang di depannya itu. Wanita itu adalah mahasiswi tingkat pertama yang beberapa bulan lalu masuk kuliah. Ketika itu wanita ini begitu asyik dengan membaca buku di perpustakaan, sehingga dia tidak mengetahui dari tadi Joni memperhatikanya dengan penuh birahi. Beberapa waktu kemudian wanita itu-pun beranjak untuk menuju Toilet wanita.




Ditengah wanita itu menuju ke toilet Joni-pun bergegas mengawasi sekitar lokasi, ternyata lokasi aman. Kemudian Joni-pun membututi wanita itu ke Toilet, sesampainya Joni di didepan pintu Toilet, dengan perlahan Joni membuka pintu Toilet. Dengan wajah penuh birahi, Joni melihat wanita itu sedang bercermin, sembari membasuh wajahnya dengan air kran. Dengan cepatnya Joni kemudian menyekap wanita itu dari belakang sembari menutup mulutnya dengan tangan kananya.




Kemudian aksinya diteruskan dengan menyeret wanita itu ke salah satu ruang Toilet, lalu dia mengunci pintunya, dan mendorong wanita itu ke arah dinding Toilet. Badannya yang kekar dan tenanganya yang besar membuat wanita itu tidak bisa bergerak sama sekali. Sesaat wanita itu mencoba berteriak untuk minta tolong, tapi percuma saja dia berteriak, karena mulutnya tertutup oleh tangan Joni,




“ Heh… jangan teriak, coba aja kalau berani teriak sekali lagi, bakal nyesel Lo seumur hidup !!! ” bisik Joni di telinga wanita itu,




Perlahan Joni melepas bekapannya, wanita itu kelihatan takut dan terpaku, tangan Joni perlahan meremas pantat wanita itu yang padat. Wanita itu hendak menjerit namun Karena takut ancaman Joni ,Dia kembali terdiam. Wanita itu mulai menangis, tapi tangisan itu membuat kemanisan wanita itu makin terlihat ,Dia tidak melawan saat pantatnya diremas remas Joni.




Namun saat Joni hendak menarik lepas sweaternya, Dia berontak. Tapi walaupun akhirnya Joni berhasil melepas sweater pink itu. ternyata wanita itu dibalik sweater pink itu hanya memakai kaos putih ketat, payudaranya terlihat menonjol sempurna, apalagi ternyata Dia tidak memakai bra, sehingga putingnya mencuat menggairahkan di balik kaos. pemandangan yang membuat Joni tersenyum, what a seksi body. Wanita itu menyilangkan tangannya di dada, sadar jika payudaranya terlihat.




“ tolong… jangan… saya masih perawan… ” wanita itu memohon




“ Siapa nama kamu … manis, ? ”




“ Lita… tolong lepasin saya… saya kasih apa aja… asal lepasin saya… . ”




“ Nama yang indah ” ucap Joni sembari meremas payudara Lita, sempat berontak kemudian Joni mengancam Lita,




“ Diam… atau Gue harus iket tangan Lo, ato Gue bakal panggil temen temen Gue…



jangan melawan, Lo cuman layaninn Gue doang. ”




Perlawanannya perlahan melemah, membuat Joni bebas meremas dan memainkan puting Lita yang masih terbalut kaus ketat. sambil tetap meremas payudara Lita, satu tangan Joni membuka kancing jeans Lita,menurunkan seletingnya,dan menurunkan perlahan jeans tersebut. Dia lihat kebawah, Dia lihat Lita memakai celana dalam putih yang sangat seksi. Dia dengan segera melucuti kaos ketat Lita, dan menarik lepas celana dalam Lita.




Dia memandangi tubuh Lita yang indah tanpa selembar benangpun, ikat rambutnya Joni buka sehingga rambutnya hitam teruarai menambah keseksian Lita. Joni lantas menyuruh Lita membuka satu persatu pakaDian Joni. Begitu celana terakhri Joni terlepas, Dia menyuruh Lita berlutut dan mengulum Penisnya yang besar.




Lita menolak, meski Penis Joni terus dipaksakan masuk, Lita tetap tak mau mebuka mulut, sehingga Joni harus memijit hidung Lita dengan keras ,sehingga mulutnya terbuka, sekejap pula Dia memasukan Penisnya ke dalam mulut Lita.




Dengan paksa Joni mengerak gerkan kepala Lita maju mundur, awalnya Lita tidak melakukan apapun, namun akhirnya dia mulai memainkan lidahnya, Penis Joni Dia jilati, dan kadang dia sedot dengan kuat, membuat Joni mendesisi keenakan.



sampai akirnya ketika Joni keluar, Lita terpaksa menelen sperma Joni. Ketika giliran Joni menyentuh vagina Lita dia merasakan vagina tersebut sudah basah.




“ Oohhmm… kamu suka juga kan ternyata… dasar muna Lo… ”




Wajah Lita terlihat memerah menahan malu. kini giliran Joni yang berlutut di depan Lita dan menjilati vagina Lita. Permainan lidah Joni di vaginanya membuat Lita merintih, mendesah, dan mengerang. Apalagi payudaranya kembali di remas oleh Joni. Setelah dirasa cukup basah, Joni mebaringkan Lita di lantai wc yang dingin, tanpa basa basi.




Dengan cepat Joni-pun menancapkankan Penisnya ke vagina Lita, ternyata masih sempit dan memang Lita masih virgin. Butuh usaha keras bagi Penis Joni untuk menembusnya, hingga akhirnya seiring jeritan Lita, darah perawan mengalir. Joni terus mendorong, cepat dan makin cepat, teriakan tangangisan, erangan dan rintihan Lita menjadi stimulus untuknya.




hingga akhirnya Lita menjerit tanda klimaks, membuat Joni makin semangat, payudara Lita bergo yang seirama dengan gerakan maju mundur Joni. Begitu klimaks, Joni sembari meremas kencang payudara Lita, sehingga Lita menjerit kesakitan. Joni tertawa puas, siapa bilang ke perpustakaan tak ada gunanya. Ternyata perpustakaan memberikan suatu bonus ngesex dengan salah satu mahasiswi yang cantik.hhe. Selesai.




Bagaimana para Pembaca Serukan para maniak seks, jangan lupa ya!!! Selalu ikuti cerita-cerita dewasa di web www.butuhsex.com.




Cerita Sex Model 2016, Cerita Sex Sedarah 2016, Cerita Sex Jilbab Terbaru, Cerita sex tante girang 2016, Cerita Dewasa Sex Threesome Terbaru, Cerita Dewasa Sex Perawan 2016, Cerita Dewasa Sex Pegawai Salon 2016, Cerita Dewasa Sex Sekretaris Terupdate 2016, Sekretaris, Cerita Sex Mahasiswa terbaru 2016, Cerita Sex Mahasiswi terbaru 2016, Cerita Sex Perselingkuhan 2016, Cerita Sex SMA 2016, Cerita Mesum, Cerita Ngentot, Cerita Skandal Sex, Abg, Gangbang, Spg, Pramugari, Janda, Wanita kesepian, Tante kesepian, foto bugil, foto hot, Anak SMP, Anak Kuliah, Cerita sex terbaru terbaru 2016, cerita hot terbaru 2016 dan banyak lagi Cerita Sex Terbaru 2016 lainya.





Agen Vimax Canada


Cerita Dewasa Puluhan Kuli Memperkosa Mirna



VIMAX
http:http://pembesarpenisvimaxasli.com/


Butuh Sex Kategori : Cerita Dewasa Sex Perkosaan 2016 “Cerita Dewasa Puluhan Kuli Memperkosa Mirna“ Cerita Sex ABG 2016, Cerita Dewasa ABG Terbaru, Cerita Sex Bispak Terbaru, Cerita Sex Tante 2016, Cerita Sex Skandal 2016, Foto Cewek Bugil 2016, Foto Cewek Hot Terbaru, Cerita Sex Terbaru 2016,




Butuhsex kali ini menceritakan pengalaman Sex Perkosaan yang dialami oleh wanita malang yang bernama Mirna oleh puluhan kuli bangunan. Nasib malang ini dialami Mirna yang saat itu baru duduk dibangku kelas 1 SMA. Kisah ini berawal dari Mirna yang sedang menunggu Bus didepan proyek yang biasa ditumpanginya.




Singkat cerita karena bus tidak kunjung datang dan hujan mulai turun, Mirna-pun berteduh didalam proyek. Siapa sangka ketika Mirna berteduh, dia mendapat nasib sial karena berakhir diperkosa oleh puluhan kuli. Mau tahu kelanjutan ceritanya, Langsung aja yuk baca dan simak baik baik cerita dewasa ini.




Cerita Dewasa Puluhan Kuli Memperkosa Mirna, Cerita Sex ABG 2016, Cerita Dewasa ABG Terbaru, Cerita Sex Bispak Terbaru, Cerita Sex Tante 2016, Cerita Sex Skandal 2016, Foto Cewek Bugil 2016, Foto Cewek Hot Terbaru, Cerita Sex Terbaru 2016,


Cerita Dewasa Puluhan Kuli Memperkosa Mirna




Ini adalah Cerita Sex nyata yang dialami oleh seorang wanita yang terbilang masih belum cukup umur untuk mendapatkan perlakuan sex. Cerita ini berawal ketika kurang lebih sudah 1 1/2 jam seorang wanita bernama Mirna sedang menunggu bus yang biasanya ditumpanginya untuk pergi dan pulang sekolah. Kebetulan hanya ada 1 bus umum itu sebagai sarana transportasi Mirna untuk pergi ke SMA N favorit tempatnya bersekolah. Ternyata setelah dia menunggu sekian jam, bus yang ditungunya belum datang juga. Sampai-sampai kaki Mirna kesemutan karena dia terus menuggu Bus sembari berdiri di depan proyek yang sedang dibangun.




Pada saat itu Mirna masih kelas 1 SMA dan baru 2 bulan menjalani sekolahnya. Karena Bus yang ditunggunya tak kunjung datang, maka Mirna melihat jam tangannya. Ternyata jam sudah menunjukan Pukul 16.00. Wanita berusia 15 tahun bertubuh sintal, imut dan tampak subur itu nampak semakin gelisah, ditambah lagi cuaca ketika itu sangat mendung diikuti dengan kilat yang nampak dilangit.




Tidak lama kemudian angin-pun bertiup kencang seakan angin itu meniup rambut panjang terurai milik mirna. Hembusan angin itu membuat wanita yang memiliki kulit putih, dan berwajah menggoda itu itu memeluk tas-nya erat-erat karena kedinginan. jalur yang ditunggu-tunggunya tak kunjung datang juga.




Sejenak Mirna menghela nafasnya sambil menebarkan pandangannya ke seluruh calon penumpang yang berjejalan senasib dengannya. Lalu menengok ke belakang, memperhatikan pagar seng bergelombang yang membatasi dengan lokasi pembangunan proyek tersebut. Tampak puluhan pekerja kuli proyek tengah meneruskan kegiatan, walaupun cuaca telah mendung dan hampir hujan.




Ditengah kegelisahan dan kedinginan Mirna, tidak lama hujan-pun turun dengan derasnya. Spontan saja, Mirna dan tiga orang calon penumpang bus kota yang di lainya secara bersamaan berteduh masuk ke lokasi proyek. Kebetulan pintu Proyek memang terbuka dan di sana terdapat bangku kayu dan bahan matrial yang menumpuk. Sedangkan belasan orang lainnya memilih berteduh di depan toko foto copy yang berada di sebelah bangunan proyek itu.




“ Numpang berteduh ya, Pak! ” ucap gadis itu meminta ijin para lelaki dewasa yang berada disitu,




“ Iya silahkan…”, Sahut dari beberapa kuli bangunan yang turut pula menghentikan kerjanya lalu berteduh di dalam bangunan proyek.




Tapi dalam beberapa menit saja, bapak tua itu telah berlari keluar sambil berterima kasih pada para kuli bangunan setelah melihat bus kota yang ditunggunya lewat. Kini Mirna sendirian duduk menggigil kedinginan.




“ Aduh..! ” kaget Mirna yang tersadar dari lamunannya itu tatkala sebuah bus yang ditunggunya lewat dan berlalu kencang. Tampak wajah geMirnah dan menyesalnya karena melamun.




“ Mau pakai 5C , ya Dik ? ” tanya seorang kuli yang masih muda belia telah berdiri di sampingnya Mirna yang tengah mondar-mandir di depan bangku.




Mirna sempat kaget, lalu tersenyum manis sekali,




“ Iya Mas. Duh, busnya malah bablas. Gimana nih?! ”




“ Tenang saja, jalur 5C-kan sampai jam tujuh malam. Tunggu saja di sini, ya! ” ujarnya sambil masuk ke dalam.




Mirna hanya mengangguk ramah, lalu duduk kembali di bangkunya, yang sesekali waktu dia menengok ke arah timur, kalau-kalau terlihat bus jalur 5c lewat. Setengah jam lewat. Tak ada tanda-tanda bus itu lewat. Mirna melihat ke dalam gedung yang gelap itu, tampak sekitar lima puluh kuli sedang istirahat. Sebagian asyik ngobrol, lainnya merokok atau mandi di bawah siraman air hujan. Lainnya terlihat terus-menerus memperhatikan Mirna. Perasaan tak enak mulai menyelimuti hatinya.




Belum sempat otaknya berpikir keras untuk dapat keluar dari lokasi proyek, mendadak sepasang tangan yang kuat dan kokoh telah menSMA Nap mulut dan memiting lehernya. Mirna kaget dan berontak. Tapi tenaga kuli kasar itu sangatlah kuat, apalagi kuli lainnya mengangkat kedua kaki Mirna untuk segera dibawanya masuk ke dalam bangunan proyek.





“ Diam anak manis! Atau kami gorok lehermu ini, hmm! ” ancam salah satu kuli yang telanjang dada yang menyekapnya itu sambil menempelkan sebilah belati tajam di lehernya.




Sedangkan puluhan kuli lainnya tertawa-tawa senang penuh nafsu birahi memandangi kemolekan tubuh Mirna yang sintal padat berisi itu. Mirna hanya mengagguk-angguk diam penuh suasana tsayat yang mencekam. Tak berapa lama wanita cantik itu sesenggukan. Tapi apalah daya, suara hujan deras telah meredam tangis sesenggukannya. Sedangkan tawa-tawa lima puluh enam kuli usia 16 sampai yang tertua 45 tahun itu kian girang dan bergema sembari mereka melepaskan pakaiannya masing-masing. Mirna melotot melihatnya.




“ Jangan macam-macam kamu, ya. Hih! ” ancamnya lagi sambil membanting tubuh Mirna di atas hamparan tenda SMA Nlit oranye yang sengaja digelar untuk Mirna.




Tas sekolahnya diserobot dan dilempar ke pojok. Mirna tampak menggigil ketsayatan. Wajahnya pucat pasi menyaksikan puluhan kuli itu berdiri mengelilingi dirinya membentuk formasi lingkaran yang rapat.




“ Tolong… tolong ampuni saya Pak, jangan sakiti saya. Kumohon pak toloong, jangan sakiti saya.. ” Ucap memelas Mirna merengek-rengek histeris sambil berlutut didepan mereka.




Tapi puluhan kuli itu hanya tertawa ngakak sambil menuding-nuding ke arah Mirna, sedangkan lainnya mulai menyocok-ngocok batang Penis masing-masing.




“ Buka semua bajumu, anak manis! Ayo buka semua dan menarilah dengan erotisnya. Ayo lakukan, cepaat! ” perintah yang berbadan paling kekar dan usia sekitar 32 tahun itu yang tampaknya adalah kepala kulinya sambil mencambuk tubuh Mirna dengan ikat pinggang kulitnya.




“ Cetar… ”




“ Aowww…. Aduh… Sakit, Pak.. aoww… ” jerit kesakitan Mirna karena punggungnya terkena cambukan sabuk.




Tiga kali lagi kepala kuli itu mencabuk dada, paha dan betisnya. Sakit sungguh minta ampun. Mirna menjerit-jerit sejadinya sambil meraung-raung minta ampun dan menangis keras. Tapi toh suaranya tak dapat mengalahkan suara hujan.




“ Cepat lakukan perintahku, dasar anak manja… ” ucap kepala kuli, sembari melecutkan sabuknya lagi ke arah dada Mirna.




“ Iii… i… iya pak… tolong, jangan dicambuki.. sakiit.. huuu… uuu…uuu.. ” ucap Mirna yang telah basah wajahnya dengan air mata,




Ucapannya itu disahuti oleh gelak tawa para kuli yang sudah tak sabar lagi ingin menikmati makan sore mereka.




“ Aduuh, udah ngaceng nih, buruan deh lepas bajunya. ”




“ Iya, nggak tahan lagi nih, mau kumuntahkan kemananya ya? ”




Perlahan Mirna beranjak berdiri dengan isak tangisnya,




“ Sambil menari, ayo cepat.. atau kucambuk lagi? ” gertak kepala kuli.




Mirna hanya mengangguk sambil menyadari bahwa batang-batang buah zakar mereka telah ereksi semua dengan kencangnya. Mirna perlahan mulai menari sekenanya sambil satu persatu memreteli kancing seragam SMA N-nya, sedangkan para kuli memberikan ilustrasi musik lewat mulut dan memukul-mukulkan ember atau besi. Riuh tapi berirama dangdut.




Sorak-sorai mewarnai jatuhnya baju Mirna yang di ikuti kian pucat. Kini wanita itu mulai melepas rok birunya. Kain itu pun jatuh ke bawah dengan sendirinya. Kini Mirna tinggal hanya memakai bra dan celana dalam serta sepatu. Sepatu dilepas, ketika itu Mirna lama sekali tidak segera melepas bra dan celana dalam-nya. Dengan galak, kepala kuli mencabuk punggungnya.




“ Cetar….. !!!! ”




“ Aowww… ouhhh… Sakit… ” jerit Mirna melepas Bra dan celana dalam-nya dengan terburu-buru.




Tentu saja dia melakukannya dengan menari erotis sekenanya. Terlihat jelas bahwa Mirna belum memiliki rambut kemaluan. Masih halus mulus serta rapat. Tepuk tangan riuh sekali memberikan aplaus. Tidak lama kemudian, rambut Mirna dijambak untuk dipaksa berlutut di depan kepala kuli. Mirna nurut saja.




“ Ayo dikulum, dilumat-lumat di disedoot, kencang sekali, lakukan! ” perintahnya menyodorkan batang Penis ke arah mulut Mirna.




Mirna dengan muka memelas dan jijik melakukan perintah yang dilakukan dengan paksa,




“ Asyik.. terus, lebih kuat dan kencang..! ” perintahnya mengajari Mirna untuk mengocok-ngocok batang Penis kepala kuli.




Mirna dengan lahap terus menerus menyedot-nyedot batang Penis kepala kuli yang sangat keasyikan. Seketika buah zakar itu memang kian ereksi tegangnya. Bahkan kepala kuli menyodok-nyodokkan batang Penis ke dalam mulut Mirna hingga wanita itu nyaris muntah-muntah.




Buah zakar itu hampir masuk sampai ke kerongkongannya, sedangkan di belakang Mirna dua kuli menSMA Nat sambil jongkok dan masing-masing meremas-remas kedua belah buah dadanya Mirna sembari pula mempintir-plintir dan menarik-narik kencang puting-puting susunya itu.




“ Ouhhh….. Sssss… ahhhh… ” desahan mirna sembari mulut Mirna mengkulum dan menyedot buah zakar kepala kuli.




Tak berapa lama air maninya muncrat di dalam mulut Mirna.




“ Croot… Croot… Croot… ”




“ Telan semua air maninya, bersihkan buah zakarku sampai tak tersisa! ” perintah kepala kuli sambil menjambak rambut Mirna.




Wanita itu menurut pasrah. Air mani ditelannya habis sambil menjilati lepotan air mani itu di ukung buah zakar kepala kuli sampai bersih. Kepala kuli mundur. Kini Mirna kembali melakukan oral seks terhadap buah zakar kuli kedua. Dalam sejam Mirna telah menelan air mani 15 kuli. Tampak sekali Mirna yang kekenyangkan air mani itu muntah-muntah sejadinya.




Tapi dengan galak kepala kuli kembali mencambuknya. Tubuh bugil Mirna berguling-guling di atas SMA Nlit sambil dicambuki okepala kuli. Kini dengan ganas, mereka mulai menusuk-nusukkan buah zakarnya ke dalam Memek sempit Mirna. Wanita itu terlihat menjerit-jerit kesakitan saat tubuhnya digilir untuk diperkosa bergantian.




Air Mani berlepotan di Memek dan anusnya yang oleh sebagian mereka juga melakukan sodomi dan selebihnya membuang air maninya di sekujur tubuhnya Mirna. Mirna benar-benar tak tahan lagi. Tiga jam kemudian wanita itu pingsan. Dasar kuli rsayas, mereka masih menggagahinya. Rata-rata memang melakukan persetubuhan itu sebanyak 2 kali. Darah-pun mengucur deras dari Memek wanita malang bernama Mirna itu. Selesai.




Bagaimana para Pembaca Serukan para maniak seks, jangan lupa ya!!! Selalu ikuti cerita-cerita dewasa di web www.butuhsex.com.




Cerita Sex Model 2016, Cerita Sex Sedarah 2016, Cerita Sex Jilbab Terbaru, Cerita sex tante girang 2016, Cerita Dewasa Sex Threesome Terbaru, Cerita Dewasa Sex Perawan 2016, Cerita Dewasa Sex Pegawai Salon 2016, Cerita Dewasa Sex Sekretaris Terupdate 2016, Sekretaris, Cerita Sex Mahasiswa terbaru 2016, Cerita Sex Mahasiswi terbaru 2016, Cerita Sex Perselingkuhan 2016, Cerita Sex SMA 2016, Cerita Mesum, Cerita Ngentot, Cerita Skandal Sex, Abg, Gangbang, Spg, Pramugari, Janda, Wanita kesepian, Tante kesepian, foto bugil, foto hot, Anak SMP, Anak Kuliah, Cerita sex terbaru terbaru 2016, cerita hot terbaru 2016 dan banyak lagi Cerita Sex Terbaru 2016 lainya.





Agen Vimax Canada


Cerita Dewasa 3 Wanita Buas Memperkosaku



VIMAX
http:http://pembesarpenisvimaxasli.com/


Butuh Sex Kategori : Cerita Dewasa Sex Perkosaan 2016 “ Cerita Dewasa 3 Wanita Buas Memperkosaku ” Cerita Sex ABG 2016, Cerita Dewasa Gangbang, Cerita Sex Threesome Terbaru, Cerita Sex Skandal 2016, Foto Cewek Bugil 2016, Foto Cewek Hot Terbaru, Cerita Sex Terbaru 2016,




Butuhsex kali ini menceritakan pengalamaan Sex yang pahit tetapi nikmat dari seorang Pria yang benama Miko. Ini bisa dikatakan keberuntungan dan bisa juga dikatakan musibah. Kenapa bisa begitu ? suatu keberuntungan bahwa Miko bisa berhubungan intim dengan 3 wanita sekaligus. Dikatakan musibah, karena Miko ini diperkosa, diikat dan ditahan selam 3 hari untuk melayani kebutuhan sex oleh 3 gadis yang mempekosanya itu. Mau tahu kelanjutan ceritanya, Langsung aja yuk baca dan simak baik baik cerita dewasa ini.




Cerita Dewasa 3 Wanita Buas Memperkosaku | Cerita Sex ABG 2016, Cerita Dewasa Gangbang, Cerita Sex Threesome Terbaru, Cerita Sex Skandal 2016, Foto Cewek Bugil 2016, Foto Cewek Hot Terbaru, Cerita Sex Terbaru 2016,


Cerita Dewasa 3 Wanita Buas Memperkosaku




Panggil saja namaku Miko, Aku tidaklah laki-laki yang begitu sempurna, kalau dilihat dari wajahku aku juga tidak terlalu ganteng, sedangkan tinggi badan dan bentuk tubuhku juga biasa-biasa saja. Sebenarnya tidak ada yang istimewa dari diriku. Aku sendiri sampai saat ini masih bingung mengapa banyak wanita yang tertarik padaku. Tidak sedikit wanita yang terang-terangan mengajaku kencan.




Pada saat itu aku masih duduk di bangku SMA, terus terang saja dulu aku belum punya fikiran untuk menjalin hubungan dengan seorang wanita. Para pembaca jangan berfikir kalau aku lelaki yang tidak mormal, sumpah saya adalah laki-laki normal. Memang sih di usiaku saat itu harusnya sudah mempunyai teman spesial, tapi mau dikata apa, saya belum berminat.




Sampai pada saat itu, tepatnya hari minggu pagi hari, aku tiba-tiba ingin lari pagi. Padahal aku tipe orang yang malas berolahraga. Tapi entah kenapa, pada hari itu ingin sekali berolahraga. Ketika itu aku dari rumah sengaja berjalan kaki, sesekali aku berlari kecil layaknya orang joging pada hari. Tidak terasa ternyata aku sudah cukup jauh melakukan joging dari rumahku.




Kakiku-pun sudah mulai terasa lelah, karena merasa lelah aku-pun duduk dan beristirahat di bangku taman sembari memandangi orang-orang yang masih berolah raga. Belum lama aku duduk untuk beristirahat, tiba-tiba datanglah seorang wanita dan langsung duduk di sebelah bangku tempatku beristirahat.




Saat itu juga mataku otomatis tertuju kepada wanita itu, setelah aku sejenak melihatnya, ternyata wanita itu cantik dan menawan sekali.Waita itu saat itu memakai kaos ketat tanpa lengan, dengan potongan leher yang lebar dan rendah, sehingga terlihatlah kulit bahu serta sebagian punggung dan belahan payudaranya yang menonjol dalam ukuran kira-kira 34B.




Sungguh mengagumkan, kulitnya terlihat putih dan mulus. Ditambah lagi dia mengenakan celana olahraga pendek dan ketat, sehingga terlihalah pahanya yang putih, mulus dan kencang itu. Aku cukup puas memandangi bagian tubuh dan pahanya itu. Ketika aku sedang asik memandanginya tiba-tiba saja dia berpaling dan menatapku kearahku. Otomatis aku berpura-pura memalingkan pandanganku ke arah lain dan berpura-pura tidak menghiraukanya.




Tidak lama, akupun memberanikan berpaling dan menatap wajahnya yang terlihat segar dan memukau itu. Sungguh wanita ini bukan hanya memiliki wajah yang cukup cantik tapi juga punya bentuk tubuh yang bisa membuat mata lelaki tidak berkedip memandangnya. Apalagi pinggulnya yang bulat dan padat berisi. Bentuk kakinya juga indah. Entah kenapa aku jadi tertarik memperhatikannya. Padahal biasanya aku tidak pernah memperhatikan wanita sampai sejauh itu.




Tanpa menunggu jawaban lagi, dia langsung mengayunkan kakinya dengan gerakan yang indah dan gemulai. Bergegas aku mengikuti dan mensejajarkan ayunan langkah kaki di samping sebelah kirinya. Beberapa saat tidak ada yang bicara. Namun tiba-tiba saja aku jadi tersentak kaget, karena tanpa diduga sama sekali, wanita itu menggandeng tanganku. Bahkan sikapnya begitu mesra sekali. Padahal baru beberapa detik bertemu. Dan akujuga belum kenal namanya.




Dadaku seketika jadi berdebar menggemuruh tidak menentu. Kulihat tangannya begitu halus dan lembut sekali. Dia bukan hanya menggandeng tanganku, tapi malah mengge1ayutinya. Bahkan sesekali merebahkan kepalanya dibahuku yang cukup tegap. Aku hanya tersenyum saja. Memang kalau tidak pakai seragam Sekolah, aku kelihatan jauh lebih dewasa. Padahal umurku saja baru tujuh belas lewat beberapa bulan.




Aku memperkirakan kalau wanita ini pasti seorang mahasiswi, atau karyawati yang sedang mengisi hari libur dengan berolah raga pagi. Atau hanya sekedar berjalan-jalan sambil mencari kenalan baru. Kami langsung menikmati bubur ayam yang memang rasanya nikmat sekali. Apa lagi perutku memang lagi lapar. Sambil makan, Monik banyak bercerita. Sikapnya begitu Monik ng sekali, membuatku jadi senang dan seperti sudah lama mengenalnya.




Monik ini memang pandai membuat suasana jadi akrab. Selesai makan bubur ayam, aku dan wanita itu kembali berjalan-jalan. Sementara matahari sudah naik cukup tinggi. Sudah tidak enak lagi berjalan di bawah siraman teriknya mentari. Aku bermaksud mau pulang. Tanpa diduga sama sekali, justru Monik yang mengajak pulang lebih dulu.




Belum juga aku menjawab, Monik sudah menarik tanganku dan menggandeng aku menuju ke mobilnya.




Sebuah mobil starlet warna biru muda masih mulus, dan tampaknya masih cukup baru. Monik malah meminta aku yang mengemudi. Untungnya aku sering pinjam mobil Papa, jadi tidak canggung lagi membawa mobil. Monik langsung menyebutkan alamat rumahnya. Dan tanpa banyak tanya lagi, aku langsung mengantarkan wanita itu sampai ke rumahnya yang berada di lingkungan komplek perumahan elite. sebenarnya aku mau langsung pulang. Tapi Monik menahan dan memaksaku untuk singgah.




“ Ayo.. ” , ajakannya sambil menarik tanganku,




Saat itu Monik memaksa dan membawaku masuk ke dalam rumahnya. Bahkan dia langsung menarikku ke lantai atas. Aku jadi heran juga dengan sikapnya yang begitu berani membawa laki-laki yang baru dikenalnya ke dalam kamar.




“ Tunggu sebentar ya.. ” , kata Monik setelah membawaku ke dalam sebuah kamar.




Dan aku yakin kalau ini pasti kamar Monik . Sementara wanita itu meninggalkanku seorang diri, entah ke mana perginya. Tapi tidak lama dia sudah datang lagi. Dia tidak sendiri, tapi bersama dua orang wanita lain yang sebaya dengannya. Dan wanita-wanita itu juga memiliki wajah cantik serta tubuh yang ramping, padat dan berisi.




Aku jadi tertegun, karena mereka langsung saja menyeretku ke pembaringan. Bahkan salah seorang langsung mengikat tanganku hingga terbaring menelentang di ranjang. Kedua kakiku juga direntangkan dan diikat dengan tali kulit yang kuat. Aku benar-benar terkejut, tapi tidak bisa berbuat apa-apa. Karena kejadiannya begitu cepat dan tiba-tiba sekali, hingga aku tidak sempat lagi menyadari.




“ Aku dulu.., Aku kan yang menemukan dan membawanya ke sini ” , kata Monik tiba-tiba sambil melepaskan kaosnya.




Kedua bola mataku jadi terbeliak lebar. Monik bukan hanya menanggalkan bajunya, tapi dia melucuti seluruh penutup tubuhnya. Sekujur tubuhku jadi menggigil, dadaku berdebar, dan kedua bola mataku jadi membelalak lebar saat Monik mulai melepaskan pakaian yang dikenakannya satu persatu sampai polos sama sekali. Sungguh tubuhnya luar biasa indahnya.




Baru kali ini aku melihat payudara seorang wanita secara dekat, payudaranya besar dan padat. Bentuk pinggulnya ramping dan membentuk bagai gitar yang siap dipetik, Bulu-bulu kewanitaannya tumbuh lebat di sekitar kemaluannya. Sesaat kemudian Monik menghampiriku, dan merenggut semua pakaian yang menutupi tubuhku, hingga aku henar-benar polos dalam keadaan tidak berdaya. Bukan hanya Monik yang mendekatiku, tapi kedua wanita lainnya juga ikut mendekati sambil menanggalkan penutup tubuhnya.




Tapi tidak ada yang menjawab. Monik sudah menciumi wajah serta leherku dengan hembusan napasnya yang keras dan memburu. Aku menggelinjang dan berusaha meronta. Tapi dengan kedua tangan terikat dan kakiku juga terentang diikat, tidak mudah bagiku untuk melepaskan diri. Sementara itu bukan hanya Monik saja yang menciumi wajah dan sekujur tubuhku, tapi kedua wanita lainnya juga melakukan hal yang sama.




Sekujur tubuhku jadi menggeletar hebat Seperti tersengat listrik, ketika merasakan jari-jari tangan Monik yang lentik dan halus menyambar dan langsung meremas-remas bagian batang kejantananku. Seketika itu juga batang kejantananku tiba-tiba menggeliat-geliat dan mengeras secara sempurna, aku tidak mampu melawan rasa kenikmatan yang kurasakan akibat kejantananku di kocok-kocok dengan bergairah oleh Monik . Aku hanya bisa merasakan seluruh batangan kejantananku berdenyut-denyut nikmat.




Aku benar-benar kewalahan dikeroyok tiga orang wanita yang sudah seperti kerasukan setan. Gairahku memang terangsang seketika itu juga. Tapi aku juga ketakutan setengah mati. Berbagai macam perasaan berkecamuk menjadi satu. Aku ingin meronta dan mencoba melepaskan diri, tapi aku juga merasakan suatu kenikmatan yang biasanya hanya ada di dalam hayalan dan mimpi-mimpiku.




Aku benar-benar tidak berdaya ketika Monik duduk di atas perutku, dan menjepit pinggangku dengan sepasang pahanya yang padat. Sementara dua orang wanita lainnya yang kutahu bernama Andin dan Evi terus menerus menciumi wajah, leher dan sekujur tubuhku. Bahkan mereka melakukan sesuatu yang hampir saja membuatku tidak percaya, kalau tidak menyaksikan dengan mata kepala sendiri.




Saat itu juga aku langsung menyadari kalau wanita-wanita ini bukan hanya menderita penyakit hiperseks, tapi juga biseks. Mereka bisa melakukan dan mencapai kepuasan dengan lawan jenisnya, dan juga dengan sejenisnya. Bahkan mereka juga menggunakan alat-alat untuk mencapai kepuasan seksual. Aku jadi ngeri dan takut membayangkannya.




Sementara itu Monik semakin asyik menggerak-gerakkan tubuhnya di atas tubuhku. Meskipun ada rasa takut dalam diriku, tetapi aku benar-benar merasakan kenikmatan yang amat sangat, baru kali ini kejantananku merasakan kelembutan dan hangatnya lubang kewanitaan seorang wanita, lembut, rapat dan sedikit basah, Monik pun merasakan kenikmatan yang sama, bahkan sesekali aku mendengar dia merintih tertahan. Monik terus menggenjot tubuhnya dengan gerakan-gerakan yang luar biasa cepatnya, hal itu membuatku benar-benar tidak kuasa lagi menerima kenikmatan itu.




Monik yang mendengarkan teriakanku ini tiba-tiba mencabut kewanitaannya dan secara cepat tangannya meraih dan menggenggam batang kejantananku. Kemudian dia-pun melakukan gerakan-gerakan mengocok yang cepat, hingga tidak lebih dari beberapa detik kemudian aku merasakan puncak kenikmatan yang luar biasa berbarengan dengan air maniku yang menyemprot dengan derasnya.




Monik terus mengocok-ngocok kejantananku sampai air maniku habis dan tidak bisa menyemprot lagi tubuhku merasa ngilu dan mengejang. Tetapi Monik rupanya tidak berhenti sampai disitu, kemudian dengan cepat dia dibantu dengan kedua temannya menyedot seluruh air maniku yang bertebaran sampai bersih dan memulai kembali menggenggam batang kejantananku erat-erat dengan genggaman tangannya sambil mulutnya juga tidak lepas mengulum kepala kejantananku.




Perlakuannya ini membuat kejantananku yang biasanya setelah orgasme menjadi lemas kini menjadi dipaksa untuk tetap keras dan upaya Monik sekarang benar-benar berhasil. Kejantananku tetap dalam keadaan keras bahkan semakin sempurna dan Monik kembali memasukkan batangan kejantananku ke dalam kewanitaannya kembali dan dengan cepatnya Monik menggenjot kembali kewanitaannya yang sudah berisikan batangan kejantananku.




Aku merasakan agak lain pada permainan yang kedua ini. Kejantananku terasa lebih kokoh, stabil dan lebih mampu meredam kenikmatan yang kudapat. Tidak lebih dari sepuluh menit Monik memperkosaku, tiba-tiba dia menjerit dengan tertahan dan Monik tiba-tiba menghentikan genjotannya, matanya terpejam menahan sesuatu, aku bisa merasakan kewanitaan Monik berdenyut-denyut dan menyedot-nyedot kejantananku.




Sampai pada akhirnya Monik melepaskan teriakannya saat dia merasakan puncak kenikmatannya. Aku merasakan kewanitaan Monik tiba-tiba lebih merapat dan memanas, dan aku merasakan kepala kejantananku seperti tersiram cairan hangat yang keluar dari kewanitaan Monik . Saat Monik mencabut kewanitaannya kulihat cairan hangat mengalir dengan lumayan banyak di batangan kejantananku.




Setelah Monik Baru saja mendapatkan orgasme, Monik menggelimpang di sebelah tubuhku. Setelah mencapai kepuasan yang diinginkannya, melihat itu Evi langsung menggantikan posisinya. Wanita ini tidak kalah liarnya. Bahkan jauh lebih buas lagi daripada Monik . Membuat batanganku menjadi sedikit sakit dan nyeri. Hanya dalam tidak sampai satu jam, aku digilir tiga orang wanita liar.




Mereka bergelinjang kenikmatan dengan dalam keadaan tubuh polos di sekitarku, setelah masing-masing mencapai kepuasan yang diinginkannya. Sementara aku hanya bisa merenung tanpa dapat berbuat apa-apa. Bagaimana mungkin aku bisa melakukan sesuatu dengan kedua tangan dan kaki terikat seperti ini. Aku hanya bisa berharap mereka cepat-cepat melepaskan aku sehingga aku bisa pulang dan melupakan semuanya.




Tapi harapanku hanya tinggal angan-angan belaka. Mereka tidak melepaskanku, hanya menutupi tubuhku dengan selimut. Aku malah ditinggal seorang diri di dalam kamar ini, masih dalam keadaan telentang dengan tangan dan kaki terikat tali kulit. Aku sudah berusaha untuk melepaskan diri. Tapi justru membuat pergelangan tangan dan kakiku jadi sakit. Aku hanya bisa mengeluh dan berharap wanita-wanita itu akan melepaskanku. Sungguh aku tidak menyangka sama sekali.




Ternyata ketiga wanita itli tidak mau melepaskanku. Bahkan mereka mengurung dan menyekapku di dalam kamar ini. Setiap saat mereka datang dan memuaskan nafsu birahinya dengan cara memaksa. Bahkan mereka menggunakan obat-obatan untuk merangsang gairahku. Sehingga aku sering kali tidak menyadari apa yang telah kulakukan pada ketiga wanita itu. Dalam pengaruh obat perangsang, mereka melepaskan tangan dan kakiku.




Tapi setelah mereka mencapai kepuasan, kembali mengikatku di ranjang ini. Sehingga aku tidak bisa meninggalkan ranjang dan kamar ini. Dan secara bergantian mereka mengurus makanku. Mereka memandikanku juga di ranjang ini dengan menggunakan handuk basah, sehingga tubuhku tetap bersih. Meskipun mereka merawat dan memperhatikanku dengan baik, tapi dalam keadaan terbelenggu seperti ini siapa yang suka? Berulang kali aku meminta untuk dilepaskan.




Tapi mereka tidak pernah menggubris permintaanku itu. Bahkan mereka mengancam akan membunuhku kalau berani berbuat macam-macam. Aku membayangkan kalau orang tua dan saudara-saudara serta semua temanku pasti kebingungan mencariku. Karena sudah tiga hari aku tidak pulang akibat disekap wanita-wanita binal dan liar ini. Meskipun mereka selalu memberiku makanan yang lezat dan bergizi, tapi hanya dalam waktu tiga hari saja tubuhku sudah mulai kelihatan kurus. Dan aku sama sekali tidak punya tenaga lagi. Selesai.




Bagaimana para Pembaca Serukan para maniak seks, jangan lupa ya!!! Selalu ikuti cerita-cerita dewasa di web www.butuhsex.com.




Cerita Sex Model 2016, Cerita Sex Sedarah 2016, Cerita Sex Jilbab Terbaru, Cerita sex tante girang 2016, Cerita Dewasa Sex Threesome Terbaru, Cerita Dewasa Sex Perawan 2016, Cerita Dewasa Sex Pegawai Salon 2016, Cerita Dewasa Sex Sekretaris Terupdate 2016, Sekretaris, Cerita Sex Mahasiswa terbaru 2016, Cerita Sex Mahasiswi terbaru 2016, Cerita Sex Perselingkuhan 2016, Cerita Sex SMA 2016, Cerita Mesum, Cerita Ngentot, Cerita Skandal Sex, Abg, Gangbang, Spg, Pramugari, Janda, Wanita kesepian, Tante kesepian, foto bugil, foto hot, Anak SMP, Anak Kuliah, Cerita sex terbaru terbaru 2016, cerita hot terbaru 2016 dan banyak lagi Cerita Sex Terbaru 2016 lainya.





Agen Vimax Canada


Senin, 23 Januari 2017

Cerita Dewasa Malangnya Nasib SPG Sombong



VIMAX
http:http://pembesarpenisvimaxasli.com/


Butuh Sex Kategori : Cerita Dewasa Sex Perkosaan 2016 “Cerita Dewasa Malangnya Nasib SPG Sombong” Cerita Sex Gangbang 2016, Cerita Dewasa Threesome Terbaru, Cerita Sex Model Terbaru, Cerita Sex Mahasiwi 2016, Foto Cewek Bugil 2016, Foto Cewek Hot Terbaru, Cerita Sex Terbaru 2016,




Butuhsex kali ini menceritakan pengalaman Sex dari Ketiga Pria Yang memperkosa dan menyiksa SPG yang bersifat Sombong dan semena-mena kepada seseorang. Berawal dari perkataan SPG kepada ketiga Pria dipameran Otomotif itu, pada Akhirnya SPG itu diculik dan diperkosa oleh ketiga pria itu. Mau tahu kelanjutan ceritanya, Langsung aja yuk baca dan simak baik baik cerita dewasa ini.




Cerita Dewasa Malangnya Nasib SPG Sombong | Cerita Sex Gangbang 2016, Cerita Dewasa Threesome Terbaru, Cerita Sex Model Terbaru, Cerita Sex Mahasiswi 2016, Foto Cewek Bugil 2016, Foto Cewek Hot Terbaru, Cerita Sex Terbaru 2016,


Cerita Dewasa Malangnya Nasib SPG Sombong




Kisah sex saya ini bermula pada pameran otomotif , ketika itu aku dan teman-temanku sedang berjalan-jalan di salah satu Mall di kota kami. Ditengah kami berjalan-jalan, saat itu kami melihat ada sebuah pameran mobil. Pada saat kami mendekat di Pameran itu, ada salah satu sales promotion girl yang menjaga pameran otomotif itu terlihat sangat angku sekali. Kemudian kami-pun berbasa-basi untuk melihat mobil-mobil yang memang mewah itu.




Kami tidak perduli dengan penampilan kami yang sederhana, walaupun penampilan kami tidak seperti pengunjung-pengunjung lainnya yang rapi dan parlente itu. Kami melihat sales promotion girl-nya yang cantik, sexy, putih mulus dan Menggemaskan sekali kawan. Lumayanlah bisa cuci mata hhe. Ditambah lagi busana yang mereka yang pada saat itu serba ketat dan mini, lama-lama si Otong nggak nahan juga nih.hha.




Dengan mengenakan busana yang serba mini dan ketat itu, mereka terlihat benar-benar sexy dan menggugah gairah. Postur tubuh mereka yang langsing dan tinggi, ditambah dengan kaki mereka yang jenjang, hal itu membuat mereka enak dipandang. Busana yang mereka kenakan sangatlah kompak, dari ujung kaki sampai paha terbalut rok mini ketat berwarna merah.




Wajah mereka bila saya lihat, rata-rata wajah-wajah mereka blesteran layaknya bintang Film papan atas. Dengan wajah mereka yang seperti itu, mereka sangat-lah cocok untuk mendampingi mobil-mobil mewah yang sedang dipamerkan. Lalu sembaril melihat, aku mencoba membuka dan metutup salah satu pintunya dan ketika saya memegang mobil yang di pamerkan itu, tiba-tiba…




“ Heh… Mas… tolong kalau mau lihat ya dilihat saja, jangan dipegang-pegang gitu, saya nanti capek kalau harus membersihkan lagi, ” ucapnya menegur seseorang,




Saya saat itu tidak sadar jika sedang ditegur. Setelah tersadar, ternyata teguran tersebut berasal dari salah seorang sales promotion gilr yang tertuju padaku. ketika itu aku sempat tertegun melihat paras dan body sales promotion girl yang satu ini, walaupun sebenarnya aku tersinggung, Wajah sales promotion girl yang menegurku ini, wajah seperti blesteran Indo-Belanda.




Belum semapat saya merespon, sales promotion girl itu ngomong lagi kepadaku,




“ Oh iya, maaf sebelumnya Mas, tolong minggir dulu ya, soalnya ini ada pembeli yang mau lihat mobilnya ” ucapnya,




Kemudian dengan spontan aku menoleh ke sekitar, dalam hatiku berkata ( Mana pembelinya ), ternyata yang ada hanya orang yang lihat-lihat mobil di sebelah saya. Sudah habis kesabaranku kali ini, aku benar-benar dilecehkan oleh sales promotion girl itu. Dalam hatiku berkata ( benar-benar keterlaluan sekali wanita satu ini, padahal kan dia cuma sebagai penjaga, belum tentu juga dia bisa beli mobil itu ).




Sembari berfikir, tak terasa aku bertatap pandang dengan wanita sales promotion girl itu. Yang lebih mengesalkan lagi wajahnya seakan-akan melihatku sebagai makhluk yang tidak pantas dan hina jika berdiri di situ. Ditambah lagi ketika dia tersenyum, senyumannya sungguh benar-benar menyebalkan, seolah-olah dia meremehkanku. Sembari balik tersenyum kesal, akupun menyingkir dari pameran mobil itu.




“ Udah yok cabut aja bro, !!! ” ajakku kepada teman-temanku dengan nada yang kesal karena pelecehan sales promotion girl tadi.




Kemudian aku langsung saja mengarahkan mereka ke tempat parkir dengan memasang wajah kesalku. Dengan mengendarai mobil MPV, kami-pun pergi dari Mall itu. Dalam sepanjang perjalanan kami, yang ada hanya kesunyian karena kami semua terdiam. Teman-temanku tidak berani mengajak aku berbicara, karena mereka tahu tahu aku masih kesal.




Setelah beberapa saat temanku yang menyetir mobil mencoba memecah kesunyian dan kekesalanku.




“ Loe kenapa dari tadi diem aja, Loe masih kesal ya sama sales promotion girl tadi ? ” tanyanya kepadaku.




Belum sempat aku aku menjawab, Dimas berkata,




“ Ah Loe tadi begok sih, harusnya tadi Loe remas saja tu pantatnya, biar tau rasa tu cewek..hha… ” ucapnya.




Kemudian perkataan Dimas disusul oleh tawa teman-temanku, dalam gemuruh tawa teman-temanku, aku tetap saja masih terdiam. Karena melihat wajahku yang masih kesal, teman-temanku kemudian tediam. Lalu salah satu temanku yang bernama Aden, tiba-tiba mencetuskan ide gila,




“ Udah dong Ded, dibawa slow aja, gimana kalau kita culik aja tuh cewek biar tahu rasa ?? ” ucap Aden, Hatiku yang sedang kesal ini bagaikan mendapat siraman rohani yang menenangkan hati.



Dalam hatiku berkata boleh juga tuh idenya, Biar dia ngerasain akibatnya setealh melecehkanku. Kemudian aku-pun tersenyum sembari melihat ke arah Aden. Kemudian kami-pun langsung memutar mobil ke arah Mall itu lagi bertujuan untuk melaksanakan rencana kami untuk menculik Sales Promotion Girl itu. Pada waktu itu Jam menunjukkan pukul 21.30.




Pada jam segitu mulailah terlihat pegawai-pegawai dari Mall tersebut keluar untuk pulang. Kami dengan sabar menunggu di depan Mall itu sambil mengawasi orang-orang yang keluar. Lalu dimas-pun mulai menyusun langkah awal untuk rencana yang kami rencanakan tadi.




“ Kita standbay di samping toko aja bro, barangkali dia nanti keluar dari samping pertokoan? ” usul Dimas.




“ Terserah loe aja deh Dim, Gue ikut rencan Loe aja ” sahutku denga cepat.




Baru beberaapa detik kami berbicara tiba-tiba Sales Promotion Girl itu muncul,




“ Ulam dicinta, pucuk-pun tiba, tuh anaknya nongol, ” ucap Aden setengah berteriak menunjuk ke arah wanita itu.




Secara bersamaan mata kami semua-pun langsung menuju ke arah yang ditunjuk Aden. Pada saat itu setelah wanita itu keluar, si sales promotion girl itu menuju tempat pangkalan taxi untuk mencari Taxi. Aku melihat dia bersama seorang temannya yang kelihatannya sales promotion girl juga. Ketika itu mereka sudah mengenakan sehelai kain untuk menutup roknya yang mini.




Kemudian mereka berjalan menelusuri trotoar, rupanya rute angkutannya bukan di jalan ini. Kami segera membuntutinya pelan-pelan sampai mereka berhenti di perempatan yang sudah dikuasai oleh banyak angkota. Mereka langsung masuk ke salah satu Taxi yang ada, begitu Taxi tersebut berangkat, kami-pun langsung membututinya.




Sampai pada akhirnya mereka-pun di sebuah jalan yang kebetulan pada saat itu sepi, sehingga suasana itu sangat mendukung operasi kami ini, si sales promotion girl turun. Tidak sedikit pun dia menaruh curiga bahwa sebuah mobil telah mengikuti angkutannya sejak tadi. Setelah Taxi tersebut meninggalkannya cukup jauh, kami mulai mendekati sales promotion girl itu.




Dan nampaknya dia masih harus berjalan kaki untuk mencapai rumahnya. Tanpa buang-buang waktu Dimas mensejajarkan mobil kami di samping sales promotion girl itu dan Aden langsung membuka pintu samping mobil. Setelah pintu moil kami terbuka kulihat sales promotion girl itu terkejut melihat ada mobil yang sangat dekat dengan dirinya. Krtika itu tanpa disadari, tangan Aden sudah merenggut tangan dan menarik tubuhnya ke dalam mobil. Lalu pintu samping kami ditutup oleh Aden kembali, dan mobil kami-pun langsung ditancap gasnya oleh dimas.




Sementara si sales promotion girl masih kebingungan, nampaknya dia mencoba melakukan perlawan dengan cara akan berteriak, tetapi dengan sigap Aden langsung menutup mulutnya sehingga yang terdengar hanya teriakan kecil yang tidak akan terdengar dari luar.Wanita itu mencoba meronta, namun sebuah pukulan ditengkuknya diluncurkan oleh Aden, sehingga dia-pun pingsan seketika.




Lalu aku-pun menoleh ke belakang, kulihat Dimas dan Aden tersenyum memandangku seolah-olah ingin menyatakan bahwa operasi penculikan sudah berhasil. Kulihat kain yang menutupi rok mininya tersingkap, dan meskipun di dalam mobil gelap, aku masih dapat melihat pahanya yang mulus. Aden pun tak tahan langsung memijat dan meraba paha yang mulus itu.




Mobil kami langsung meluncur ke rumah Aden yang memang kosong dan biasa sebagai tempat kami berkumpul. Setelah sampai dan memarkir mobil di garasi, kami menggendong sales promotion girl yang masih pingsan itu ke dalam kamar. Di sana kami mengikatnya pada kursi kayu yang ada. Aku duduk di ranjang menghadap sales promotion girl yang masih lunglai itu yang terikat di kursi kayu.




Teman-temanku kelihatannya memang menghadiahkan sales promotion girl itu ke padaku untuk aku perlakukan sesuka hatiku.




“ Den… tolong ambilin air putih segelas dibelakang ” perintahku,




Tidak lama kemudian Aden-pun keluar kamar dan tak lama masuk dengan segelas air yang disodorkan kepadaku. Lalu aku berdiri dan menyiramkan pelan-pelan ke wajah sales promotion girl itu. Ketika sadar, sales promotion girl itu terlihat sangat terkejut melihatku di depannya,




“ Ka… Ka… Kamu… ” ucapnyanya kaget setlah tersadar ketika melihatku.




Setelah sadarf dia-pun terlihat tambah kaget karena melihat tubuhnya terikat erat di sebuah kursi. Kali ini aku yang tersenyum, senyum kemenangan.




“ Woy… Kamu mau apakan aku ? ” teriaknya dengan nada yang masih sombong bertanya kepadaku.




“ Kalau sampai kamu berani macam-macam sama aku, aku akan berteriak, ” Sambungnya lagi.




Mendengar perkataanya aku hanya tersenyum, kemudian,




“ Silahkan saja teriak, lagian nggak bakalan ada yang dengar kok, ” kataku sambil menyalakan tape si Aden.




Kebetulan waktu itu lagu yang saya putar music genre underground dan volumenya aku keraskan. Walaupun wanita itu berteriak sekeras-kerasnya, bahkan sampai pita suaranya putus, suranya tidak akan terdengar dari luar rumah Aden. jadi aku yakin tidak mungkin teriakannya didengar oleh orang lain. Dan seketika itu mulailah terlihat expresi wajah ketakutan di wajah sales promotion girl itu.




Sungguh terlihat tambah cantik ketika dia mulai terlihat memelas memohon iba kepadaku. Namun kebencian di hatiku masih belum padam, aku tetap ingin memberinya pelajaran.




“ Hey wanita sombong, siapa nama loe ? ” tanyaku dengan nada sedikit galak.




“ Na.. namaku Gita Mas… tolong ampui aku Mas, maafkan perkataanku tadi. Please… aku bersikap seperti itu karena disuruh bos-ku mas ” ucapnyanya membela diri.




Karena aku sudah terlanjur benci, aku tidak peduli dengan pembelaan dirinya itu. kemudian langsung kusibakkan kain yang menutupi roknya, lalu dengan kasar kutarik roknya hingga ke pangkal paha. Lalu Gita-pun menatapku ketakutan,




“ Jangan, jangan Mas… ” ucapnya memelas seakan tahu hal yang lebih buruk akan menimpa dirinya.




Lagi dengan kasar kutarik bajunya sehingga kursi yang didudukinya bergeser dan kancing bajunya hampir lepas semua. Terlihat oleh kami bulatan buah dada yang masih tertutup BRA berwarna hitam. Tak tahan melihat itu Aden yang berdiri di sampingnya langsung meremas-meremas buah dada itu.




Gita-pun sangat ketakutan, ditengah ketakutannya dia berusaha meronta, namun hal itu semakin meningkatkan nafsu kita. Jari-jariku langsung meraba secara liar daerah liang Vaginanya yang masih tertutup celana dalam, mengelus dan berputar-putar dengan lincah dan sesekali mencoba menusuk Vaginanya dengan jariku.




“ Jangan Mas… jagan lakukan itu mas… tolong Mas… Ahhhh… ” Gita berkata lirih seolah ingin menolak takdir.




Tidak perduli dengan ucapanya, lalu aku membuka dengan paksa seluruh baju Gita sehingga yang terlihat hanya BRA dan celana dalam-nya saja.




“ Bro.. ayo angkat Dia ke atas meja !!! ” kataku kepada kedua temanku.




Dengan cepat Dimas dan Aden langsung bekerja sama memegangi Gita dan mengikatnya di atas meja. Gita meronta-ronta sekuat tenaga namun tentu saja usahanya tidak mampu melawan 2 tenaga Pria. Sekarang dia sudah terlentang di atas meja dengan tangan terikat di sudut-sudut meja. Kini kedua kakinya agak menjulur ke bawah karena mejanya tidak cukup panjang.




Pada waktu itu kami mengikatnya secara terpisah pada dua kaki meja. Kami sendiri posisinya sekarang di samping tubuhnya. Lalu dengan sekali tarik kulepas BRA-nya dan menonjollah dua bagian buah dadanya yang cukup padat berisi. Sekarang kami melihat sebuah tubuh yang putih mulus dan langsing dengan tonjolan buah dada yang bergoyang-goyang karena Gita masih berusaha meronta.




Karena meronta, terlihat celana dalam-nya yang agak transparan semakin mengetat memperlihatkan lekuk-lekuk liang Vaginanya.




“ Ini saatnya beraksi Bro !!! ” teriakku yang disambut oleh kegembiraan teman-temanku dan wajah ketakutan Gita.




Aku langsung mengambil beberapa karet gelang, lalu kulingkarkan di buah dada Gita sampai terlihat mengeras dan merah.




“ Aow… aduhhh… ” erang Gita,




Lalu masih kutambah lagi penderitaannya dengan menjepitkan jepitan yang biasa digunakan Aden untuk alat elektronik, bentuknya bergerigi dan terbuat dari logam tipis yang di-chrome, kujepitkan di kedua puting susunya.




“ Aow… Ahhhh… Aduhhh.. Aow.. aduuhhh… ” Gita mengerang kesakitan.




Aden lalu memberiku sebuah alat seperti pecut, yang terbuat dari beberapa tali tampar kecil sekitar 5 buah yang salah satu ujung-ujungnya dijadikan satu pada sebuah pegangan dari rotan. Entah untuk apa alat ini biasanya digunakan Aden, fikirku, tapi peduli apa, yang penting sekarang benda ini ada gunanya.




“ Tolong Mas… Jangan.. ampunnn Mas… ” pinta Gita meminta ampun.




Ketika melihat aku mengibas-ngibaskan pecut itu. Aku tersenyum sadis, lalu tanganku kuangkat dan sebuah pecutan kuarahkan ke buah dadanya.




“ Cetarrr… ” Tubuh Gita menggelinjang, dan buah dadanya langsung bergoyang ke kanan ke kiri menahan sakit.




“ Aowwww…. Sakit Mas… huuu…uuu…uuu… ” teriaknya sambil meneteskan air mata.




Nampak beberapa garis merah terlihat di kedua buah dadanya, di sekitar putting susunya.




“ Mau lagi kamu ??? ” tanyaku kepada Gita,




“ Ampunnn… ampunnn Mas… tolong lepaskan aku… ” rintihan bercampur tangis Gita menjadi satu.




Tanpa rasa iba pecut kuayun lagi, kali ini sasarannya adalah pahanya.




“ Aow… emmpphhh… ” erang Gita dengan menggigit bibir bawahnya menahan sakit.




Sekali lagi kuayun pecut itu, sekarang ke arah pusar, garis-garis merah segera menghiasi tubuh Gita. Entah aku sangat menikmatinya sehingga tak terasa sudah beberapa ayunan pecut mengarah ke tubuh Gita. Tubuhnya terlihat bergetar, menggelinjang menahan sakit dan perih. Wajahnya yang basah oleh air mata dan keringat sudah benar-benar menunjukkan penderitaan.




Tapi aku masih belum puas. Kulihat teman-temanku, ketiganya tersenyum seakan memberikan dukungan kepadaku untuk terus menyalurkan hasratku. Kudekati telinga Gita, dia yang sudah ketakutan padaku, dia berusaha menjauhkan kepalanya, mungkin dikiranya aku mau menggigit telinganya. Kubisikkan sesuatu di telinga Gita,




“ Git… gimana kalau kita ganti alatnya, sekarang pakai ikat pinggang saja ya, ” bisikku sambil menyeringai sadis.




Gita menunjukkan ekspresi terkejut setengah tidak percaya bahwa dia akan menerima siksaan yang lebih hebat. “ Ja… jangan Mas… Ampun Mas… tolong lepaskan saya… ” ucapnya meminta ampun kepadaku.




Kemudian kubuka ikat pinggangku yang terbuat dari kulit, kulilitkan sebagian pada telapak tanganku, Gita melirikku dengan ketakutan yang amat sangat, nafasnya tersenggal-senggal meskipun dia sudah berusaha sekuat tenaga untuk mengaturnya. Mungkin dengan mengatur napas dia berharap sabetan ikat pinggangku tidak akan terlalu sakit.




Lalu kuangkat tinggi tanganku dan kuayunkan dengan keras ikat pinggangku,





“ Cetarrrr… “ bunyi sabetan ikat pinggangku,




Ketika itu Gita memejamkan matanya, saat ikat pinggangku mendarat di pahanya terdengar meja yang ditiduri Gita agak berderit karena tubuh Gita secara spontan bergetar keras menahan sakit.




“ Aowww… ampun… ampun Mas… huuu…uu..uuuu… ” keluh Gita kesakitan.




Kali ini bukan hanya garis merah yang tampak, tetapi semacam jalur merah tercetak di paha Gita yang mulus itu.




“ Cetar… Cetar… ” sabetan ikat pinggangku semakin liar menghujani tubuh Gita.




Gita sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi, dia hanya menggeleng ke kiri ke kanan menahan penderitaan yang kuberikan. Puas dari samping,




Bagaimana kalau pukulan yang mengarah langsung ke liang Vaginanya? ( Fikirku ). Lalu aku mulai menyobek celana dalam-nya dan minta kepada dua temanku untuk melepaskan ikatan kaki Gita dan mengikatnya kembali pada posisi menekuk ke atas dan mengangkang, sehingga liang Vaginanya terbuka lebar. Gita berusaha meronta dan menutup liang Vaginanya dengan kakinya.




Tapi hal itu percuma saja, karena ikatan kami cukup erat sehingga kedua kakinya tidak bisa mengatup. Persis menghadap liang Vaginanya, aku mengelus-elusnya sambil tersenyum sinis. Gita mengangkat kepalanya dan menatapku dengan pandangan memelas. Aku mulai menjauh, ikat pinggang mulai kuputar-putar, lalu…,




“Cetar…” ikat pinggang itu mendarat dengan tepat di bibir liang Vagina Gita.




Kali ini Gita meronta-ronta dengan sangat dan cukup lama, tampaknya dia sangat kesakitan, kepalanya diarahkan ke atas sembari mengguncang-guncangkan pantatnya di atas meja. Lalu aku berjalan ke sampingnya,




“ Mau lagi kamu ??? ” tanyaku seolah tak menghiraukan penderitaannya.




Ketika itu Gita tidak mengatakan apa-apa, kelihatannya dia sudah pasrah. Aku tersenyum penuh kemenangan, kusentuh bibir liang Vaginanya yang tentunya masih pedih, Gita menggelinjang, tak peduli kugesek-gesekan jariku di liang Vaginanya, tubuh Gita terus menggelinjang.




“ Hu.. uu.. uu.. Sakittt Mas.. sakit sekali… ” gumamnya lirih.




Seolah tak peduli, kembali aku mengambil dua jepitan, dan kujepit di kedua bibir liang Vagina yang memerah itu. Gita menatapku dengan pandangan tak percaya akan kesadisanku.




“ Okey… sekranga tidak akan ada lagi pukulan atau pecutan lagi kepadamu… ” , ucapku,




Ketika itu Gita diam saja tanpa ekspresi, lalu aku berkata,




“ Tanpa pecutan tapi kini, waktunya bermain dengan lilin, ” lanjutku sambil tersenyum sadis.




Kali ini Gita menolehkan wajahnya yang layu, berkeringat dan basah karena air matanya. Bisa kubaca dalam pikirannya,




“ Astaga, hal apa lagi yang akan diperbuatnya pada tubuhku. Sungguh malang sekali nasibku… ”




Memang di kamar Aden ada beberapa lilin untuk jaga-jaga jika lampu mati, ada yang kecil dan ada juga yang besar supaya awet. Kuambil Korek gas-ku, Lalu kunyalakan satu lilin yang kecil. Lidah api menari berputar-putar melelehkan batang lilin yang menahannya. Menembus lidah api itu, kulihat pandangan Gita yang berharap aku hanya bercanda.




Kujawab dengan pandangan juga yang menyatakan bahwa aku serius. Segera lilin yang kupegang kumiringkan di atas buah dada Gita. Kulihat ekspresi Gita yang memandang lekat batang lilin yang terkena nyala api, pandangannya seolah berharap agar lilin tersebut tidak meleleh atau apinya tiba-tiba mati. Tapi tentu saja itu tidak terjadi, yang terjadi adalah tetesan pertama jatuh dan menetes di atas puting susu Gita sebelah kanan.




“ Aowwwwwwww… Sakit Mas… Panas… ” Erang dita kepnasan.




Kulilhat ketika itu punggungnya terlihat bergerak ke atas menahan panas lilin yang meleleh. Tetesan demi tetesan bergerak jatuh, dan Gita terlihat semakin kesakitan karena tetesan tersebut jatuh di tempat bekas pecut dan sabetan ikat pinggangku tadi. Tiba-tiba teman-temanku ikut bergabung, mereka semua memegang lilin bahkan tidak hanya satu tapi tiga atau empat sekaligus.




Mereka dengan gembira meneteskan ke bagian-bagian sensitif Gita, seperti buah dada, pusar, sekitar liang Vagina dan paha. Kali ini Gita seperti ular kepanasan, dia meliuk-liukkan tubuhnya menahan panas tetesan lilin. Seperti biasa, setelah puas pada bagian tubuh Gita, aku pun mengambil sebuah lilin dengan diameter yang besar dan menyalakannya.




Setelah menunggu agak lama supaya lelehan lilin cukup banyak di atas lilin itu, aku kembali mengelus-elus liang Vagina Gita. Gita langsung berkata,




“ Tidakkk.. jangan… jangan Mas… ” ucapnya memohon ampun.




Ketika itu aku-pun tersenyum penuh nafsu mendengar nada yang memelas itu. Tapi tetap saja lilin yang besar itu kumiringkan di atas liang Vagina Gita, Gita berusaha mengelak dengan menggeser pantatnya,




“ Pintar juga dia, ” pikirku,




Tetapi karena lelehan lilin ini masih banyak, dengan leluasa aku menaburkan tetesan-tetesannya ke liang Vaginanya. Tak khayal bagaikan lahar panas tetesan tersebut mengalir ke liang Vagina Gita dan mungkin ke dalamnya.




“ Errrggghhh… ” gumam Gita, dia langsung menggoyang-goyangkan pantatnya dan menengadahkan kepalanya menahan panas dan sakit, dengan mulutnya yang menggigit rapat dan matanya terpejam erat.




Kemudian kucoba untuk memasukkan sebuah lilin kecil ke anusnya, sulit sekali karena anusnya begitu rapat, aku memasukkan jariku terlebih dahulu dan menggesek-geseknya agar anusnya membesar.




“ Aduh.. aduh.. ” ucap Gita.




Tetapi aku tidak peduli, setelah anusnya membesar mulai kutancapkan sebuah lilin di anusnya. Dan ide cemerlangku muncul lagi, kunyalakan lilin yang menancap itu dan setelah cukup lama, kutiup apinya dan kubalik, jadi yang menancap adalah bagian yang barusan menyala.




“ Jesss… ” bunyi panas lilin bercampur dengan cairan yang keluar dari anus Gita. Tentu saja Gita menggeliat kesakitan, pantatnya dibentur-benturkannya ke meja seakan ingin melepaskan lilin yang menancap di anusnya. Aku tersenyum senang sambil kumasuk-keluarkan lilin tadi di anus Gita. Karena sudah puas menyiksa Gita, aku kasih kesempatan kepada teman-temanku untuk menyetubuhinya.




Teman-temanku begitu gembira, mereka langsung beraksi, sementara aku melihat pertunjukkan ini dengan kepuasan total. Mereka melepas ikatan Gita yang sudah tidak berdaya itu, lalu tubuhnya dibalik dan pantatnya ditarik ke atas sehingga dalam posisi menungging. Aku melihat Gita diam saja, mungkin dia sudah capai dan pasrah serta tidak punya harapan hidup lagi.




Wajahnya yang cantik terlihat sangat lesu dan seolah-olah siap diperlakukan apa saja. Aden dengan tubuhnya yang besar mulai membuka celana dan melakukan penetrasi, langsung sodomi. Gita membelalak tak menyangka bahwa ada benda sebesar itu yang harus masuk ke anusnya. Belum selesai dia menikmati penderitaan karena ulah Aden, Aden langsung menyelinap ke bawah tubuh Gita dan berusaha memasukkan batang kemaluannya ke liang Vagina Gita.




Gita melolong kesakitan karena anus dan liang Vaginanya yang sudah lecet dan perih terkena sabetan ikat pinggang dan tetesan lilin, masih harus bergesekan dengan batang kemaluan teman-temanku. Tubuhnya terguncang ke depan berulang-ulang setiap kali Aden dan Aden menghunjamkan batang kemaluannya. Buah dadanya berguncang keras persis di atas wajah Aden yang dengan penuh nafsu meremas sekuatnya.




Masih tersiksa dengan keadaan begitu, Dimas mengeluarkan kepunyaannya dan minta dikaraoke oleh Gita. Rintihan Gita menjadi tersendat-sendat karena tersedak dan batuk, Dimas bukannya kasihan malahan dia semakin terangsang sehingga dia menghunjamkan batang kemaluannya ke mulut dan tenggorokan Gita berulang-ulang.



Aku tersenyum saja melihat kelakuan teman-temanku yang brutal.




Kemudian kudekati Gita sambil berkata,




“ Gita.. punggungmu masih mulus lho.. aku cambuk ya… ” ucapku.




Karena tidak mungkin menggunakan pecut dan ikat pinggang sebab bisa mengenai Aden yang berada di bawah tubuh Gita, maka aku menggunakan rotan yang tadi sebagai pegangan untuk pecut, rotan ini ujungnya memecah sehingga sangat cocok untuk menimbulkan rasa sakit. Segera kuraih rotan itu dan kupukulkan berulang-ulang ke punggung Gita.




Tubuh Gita terlihat menggelinjang dan menggeliat seiring dengan hujaman-hujaman yang diberikan olehku, Aden dan Dimas. Aden yang melihat punggung Gita terkena pukulan rotanku sangat terangsang dan segera memuntahkan maninya ke liang dubur Gita, Lalu dia pun mencabut batang kemaluannya. Karena pantatnya kosong, atau tidak ada orang, aku pun dengan leluasa memukul pantatnya dengan rotan.




Kulihat Gita sangat menderita, pantat yang baru saja dimasuki paksa oleh Aden masih harus menerima siksaan rotanku. Giliran Dimas yang ejakulasi, maninya langsung menyemprot ke tenggorokan Gita, membuatnya menjadi sulit bernafas dan seperti mau muntah. Melihat begitu semakin keras kupukulkan rotan ke pantatnya, bahkan ke belahan pantatnya.




Tiba-tiba Gita lunglai, kelihatannya dia tak tahan lagi menerima siksaan kami, dia pingsan. Aden yang belum selesai masih terus melakukan aksinya, sehingga tubuh Gita yang pingsan itu terguncang-guncang ke sana ke mari, akhirnya Aden pun mencapai puncaknya dan menyemprotkan air maninya di dalam liang Vagina Gita yang masih pingsan.




Aku sendiri sudah merasa puas dengan balas dendamku ini. Kami berempat tertawa dan puas. Kami lalu membawa tubuh Gita untuk di buang, sebetulnya kami ingin menyimpannya untuk kenikmatan sehari-hari tetapi terlalu beresiko. Akhirnya tubuh Gita kami lempar di depan Mall tempat dia bekerja. Aku tersenyum puas karena sudah memberi pelajaran kepada Sales Promosion Girl yang sombong itu, tapi dalam hati aku merasa ketagihan untuk menyiksa sales promotion girl yang lain, kusampaikan ini ke teman-temanku dan mereka semuanya setuju untuk suatu waktu menculik dan menyiksa sales promotion girl yang lain. Selesai.




Bagaimana para Pembaca Serukan para maniak seks, jangan lupa ya!!! Selalu ikuti cerita-cerita dewasa di web www.butuhsex.com.




Cerita Sex Model 2016, Cerita Sex Sedarah 2016, Cerita Sex Jilbab Terbaru, Cerita sex tante girang 2016, Cerita Dewasa Sex Threesome Terbaru, Cerita Dewasa Sex Perawan 2016, Cerita Dewasa Sex Pegawai Salon 2016, Cerita Dewasa Sex Sekretaris Terupdate 2016, Sekretaris, Cerita Sex Mahasiswa terbaru 2016, Cerita Sex Mahasiswi terbaru 2016, Cerita Sex Perselingkuhan 2016, Cerita Sex SMA 2016, Cerita Mesum, Cerita Ngentot, Cerita Skandal Sex, Abg, Gangbang, Spg, Pramugari, Janda, Wanita kesepian, Tante kesepian, foto bugil, foto hot, Anak SMP, Anak Kuliah, Cerita sex terbaru terbaru 2016, cerita hot terbaru 2016 dan banyak lagi Cerita Sex Terbaru 2016 lainya.





Agen Vimax Canada